Beranda Khazanah Dari Pesisir, Sunan Drajad Berdakwah Dengan Adat

Dari Pesisir, Sunan Drajad Berdakwah Dengan Adat

Harakah.id – Sunan Drajat lahir pada tahun 1470 M dari seorang ulama masyhur sekaligus guru para wali yang lain yaitu Sunan Ampel dan bersaudara dengan Sunan Bonang. Seorang da’i besar sekaligus salah satu pendiri kerajaan Demak.

Beliau memiliki lebih dari satu nama sebagai julukannya sewaktu kecil diantaranya Raden Qosim dan Raden Syaifuddin. Mendapat mandat dari sang ayah untuk berdakwah ke daerah pesisir Gresik guna menyebarkan ajaran islam. Sempat terdampar di salah satu pulau sebagai ujian dari perjalanan dakwahnya di Banjarwati, sekarang Lamongan.

Beberapa tahun kemudian membangun padepokan sebagai pusat pengajian para santri bernama Dalem Duwur, saat ini dikenal dengan Desa Drajat, Paciran Lamongan.

Dalam mendakwahkan ajaran islam khususnya terkait tauhid dan aqidah, beliau banyak mengambil cara sang ayah, tidak banyak mendekati budaya local. Namun meski begitu, Sunan Drajat juga pintar berdakwah dengan menggunakan seni. salah satunya adalah seni suluk.

Ketika berada di desa Drajat, beliau sering berinteraksi dengan masyarakat Hindu yanga akhirnya lambat laun tertarik mempelajari islam. Kecerdasan Sunan Drajat membuat masyarakat Hindu terpikat untuk mendalami ajaran islam dengan metode dakwah beliau yang kreatif, yaitu:

1 – Menggunakan metode kesenian berupa Tembang Pangkur.

2 – Menggunakan metode yang sangat filosofis melalui makna tujuh sap tangga.

  • Memangun resep tyasing sasoma (selalu membuat hati orang lain senang).
  • Jroning suka kudu eling lan waspada (meski dalam suasana riang, kita harus tetap ingat dan waspada).
  • Laksmitaning subrata tan nyipta marang pringgabayaning lampah (dalam perjalanan untuk mencapai cita-cita luhur, tidak peduli dengan segala bentuk rintangan).
  • Heneng hening henung (dalam keadaan diam kita akan memperoleh keheningan dan dalam keadaan hening itulah kita akan mencapai cita-cita luhur).
  • Mulya guna panca waktu (suatu kebahagiaan lahir batin hanya bisa kita capai dengan sholat lima waktu).
  • Menehana teken marang wong kang wuta, menehana marang wong kang luwe, menehana busana marang wong kang wuda, menehana ngiyup marang wong kang kodanan (berilah ilmu agar orang menjadi pandai, sejahterakanlah kehidupan masyarakat yang miskin, ajarilah kesusilaan pada orang yang tidak punya malu, serta berilah perlindungan orang yang menderita)

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...