Dasar Hadis Kebolehan Membaca Puji-Pujian Di Antara Azan dan Iqamah

0
503
Dasar Hadis Kebolehan Membaca Puji-Pujian Di Antara Azan dan Iqamah

Harakah.idMembaca puji-pujian di antara azan dan iqamah seringkali kita temukan di setiap pelaksanaan shalat berjamaah di masjid atau musalla. Ini dasar hadis yang memperbolehkannya…

Kita hidup di masyarakat yang beraneka ragam jenis dan tingkah laku. Tidak hanya berbeda mengenai tingkah laku, begitu juga dalam hal keyakinan beragama. Dalam agama islam saja berbagai macam kelompok atau firqoh yang bermacam-macam, akan tetapi mayoritas masyarakat kita secara umum adalah ahlussunnah wal jamaah yang mana dengan salah satu ormas terbesar di dunia yakni Nahdlotul ‘Ulama atau yang biasa disingkat NU. 

Ada beberapa yang menjadi ciri khas warga NU yakni adanya tahlilan, manaqiban, sholawatan, pujian sebelum iqomah dsb. Hal itu sudah tertanam kuat di masyarakat Indonesia, dan sudah menjadi sebuah tradisi positif yang tidak bisa dipisahkan. Ambil saja puji-pujian antara adzan dan iqomah yang biasa dilantunkan sambil menunggu jamaah dan imam datang di Mushola atau Surau.

Pujian dilantunkan dengan berbagai macam bahasa, ada yang pakai bahasa arab, bahasa jawa, atau bahkan dicampur keduanya. Yang mana pujian itu bisa berisi nasihat, aqidah, syariat, dan do’a yang dikemas dengan nada yang indah. Tentu hal itu sangat baik dan harus dilestarikan, apalagi berisi hal-hal yang dapat mengingatkan kita kepada Allah SWT dan selama itu tidak bertentangan dengan syariat agama islam.

Kemudian, ada beberapa orang yang bertanya-tanya mengenai hukum puji-pujian (pujian) antara adzan dan iqomah, apakah diperbolehkan? Jawabannya: Boleh, selama itu berisi kebaikan seperti do’a.

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik

1. “Dari Anas RA: Do’a tidak akan tertolak antara adzan dan iqomah.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, At-Turmudzy, An Nasa’I dan Ibnu Hibban. Hadits Shohih).

2. “Dari Anas RA: Do’a antara adzan dan Iqomah adalah mustajab, maka berdo’alah.” (HR. Abu Dawud, , Ibnu Majah, At-Turmudzy, dan An-Nasa’i. Hadits Shohih).

Dari hadits tersebut, telah dikatakan bahwa do’a antara adzan dan iqomah itu diijabah, sehingga masyarakat melakukan hal itu sambil menyenandungkan do’anya. Hal itu juga juga meniru Rosulullah bahwa waktu perang khondaq pernah berdo’a sambil bersyair الخ …. آللة لولا انت ما اهتدىنا . oleh karena itu berdo’a sambil melagukan antara adzan dan iqomah diperbolehkan. Semoga bisa menambah khazanah keilmuan dan manfaat. 

Allahu a’lam