Beranda Headline Debat Nabi Musa Versus Imam al-Ghazali yang Dimoderatori Rasulullah, Kisah Unik Tentang...

Debat Nabi Musa Versus Imam al-Ghazali yang Dimoderatori Rasulullah, Kisah Unik Tentang Kecerdasan Imam al-Ghazali

Harakah.idDebat Nabi Musa versus Imam al-Ghazali pernah terjadi. Dalam sebuah kisah yang masyhur, perdebatan tersebut dimoderatori langsung oleh Rasulullah. Kisah perdebatan dan diskusi yang menunjukkan kecerdasan Imam al-Ghazali

Kisah debat Nabi Musa versus Imam al-Ghazali ini sebenarnya terjadi di dalam mimpi seorang sufi. Yaitu Imam Abu Hasan Syadzili yang lahir pada tahun 593 H di kota Ghumara, sebuah daerah di Maroko. Imam Syadzili merupakan ulama sufi terkenal, yang mana beliau adalah penggagas tarekat Syadziliyah. Yaitu salah satu tarekat yang mu’tabarah atau diakui kredibilitasnya oleh kaum nahdliyin. 

Pernah suatu ketika Imam Abu Hasan Syadzili sedang bersandar di Masjidil Aqsho. Beliau berbaring dan akhirnya tertidur di sana, lalu kemudian beliau bermimpi di dalam tidurnya tersebut. Di dalam mimpinya, Imam Abu Hasan Syadzili seakan-akan sedang berada di Masjidil Haram, dan di sana terdapat Nabi Muhammad dan para nabi lainnya. Di antara para nabi di sana, ada satu orang yang bukan nabi, yaitu Imam Ghazali.

Baca Juga: Empat Tips dari Imam al-Ghazali Agar Mendapatkan Ilmu Tanpa Harus Ngotot Belajar

Sedikit mengingat, bahwa Imam Ghazali ini bernama lengkap Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al-Ghazali ath-Thusi asy-Syafi’i, adalah seorang ulama besar yang lahir di kota Tus pada tahun 450 Hijriyah. Beliau dijuluki sebagai Hujjatul Islam, sebab peran besarnya di dalam membawa kemajuan islam terutama pada bidang keilmuan dan ibadah. Selain itu, beliau juga mempunyai banyak sekali karya, d iantaranya adalah; Ihya Ulum al-Din, Lubab al-Nadhor, Minhaj al-Abidin, dan masih banyak lagi

Kembali lagi ke mimpi Imam Syadzili. Singkat cerita di saat nabi Muhammad sedang duduk di singgasananya sedangkan para nabi lainnya seperti Nabi Musa as, Nabi Isa as, nabi Nuh as, mereka semua duduk di bawahnya mengelilingi Nabi Muhammad saw. 

Kemudian terjadilah percakapan diantara para nabi tadi, sedangkan Imam Abu Hasan Syadzili hanya diam dan menyimak percakapan mereka. Di sana Nabi Musa bertanya kepada nabi Muhammad, “engkau telah berkata wahai Nabi Muhammad, bahwasanya para ulama umatmu itu bagaikan para nabinya Bani Israil, oleh karena itu maka tunjukanlah kepada kami satu di antara mereka, dan buktikan apa yang engkau katakan itu benar”. 

Nabi Muhammad pun menanggapi perkataan nabi Musa; “ini orangnya”, beliau menjawab sambil menunjuk kepada Imam Ghazali yang pada saat itu juga ada di sana duduk di antara mereka. Akhirnya Nabi Musa memberikan satu pertanyaan kepada Imam Ghazali, dengan niatan untuk mengetes kemampuannya dan membenarkan perkataan Nabi Muhammad tentang ulama umatnya yang sederajat dengan para nabi bani Israil. 

Tak disangka oleh Nabi Musa, satu pertanyaan tadi dijawab dengan 10 jawaban oleh Imam Ghazali. Namun dengan 10 jawaban tadi bukannya Nabi Musa merasa puas justru dia protes, kalau pertanyaannya hanya satu ya jawabannya juga harus sesuai satu jawaban juga, bukan justru dijawab dengan 10 jawaban seperti itu.

Baca Juga: Sisi Lain Pemikiran Ibn Sina, Filsuf yang Divonis Kafir oleh Imam Al-Ghazali

Namun cerdiknya Imam Ghazali, beliau menanggapi protes Nabi Musa tadi dengan santai, “bukannya hal seperti ini yang juga kau lakukan saat kau ditanya وما تلك يا موسى (Q.S Thaha ayat 17) wahai nabi Musa”. Di dalam ayat tadi diceritakan bahwa Nabi Musa ditanya tentang benda apa yang ada ditangan kanannya itu, namun jawaban nabi Musa bukan cuma menyebutkan tongkat saja tapi juga disebutkan kegunaan-kegunaannya yang banyak.

Dari cerita ini bisa kita lihat kehebatan Imam Ghazali, dia bisa menanggapi pertanyaan yang dilontarkan oleh Nabi Musa kepadanya. Hal ini juga membuktikan bahwa perkataan Nabi Muhammad tentang kehebatan ulama umatnya itu setara dengan kehebatan para nabi bani isroil itu benar adanya. Beruntunglah kita yang mempunyai ulama-ulama hebat seperti Imam Ghazali ini, maka berpegang teguhlah kepada para ulama salafussholih dan jadikanlah mereka sebagai suri tauladan kita semua.

Kisah debat Nabi Musa versus Imam al-Ghazali ini bisa dibaca dalam kitab Hikaya al-Shufiyyah karya Muhammad Abu Yusr Abidin

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...