fbpx
Beranda Headline Debat Nabi Musa Versus Imam al-Ghazali yang Dimoderatori Rasulullah, Kisah Unik Tentang...

Debat Nabi Musa Versus Imam al-Ghazali yang Dimoderatori Rasulullah, Kisah Unik Tentang Kecerdasan Imam al-Ghazali

Harakah.idDebat Nabi Musa versus Imam al-Ghazali pernah terjadi. Dalam sebuah kisah yang masyhur, perdebatan tersebut dimoderatori langsung oleh Rasulullah. Kisah perdebatan dan diskusi yang menunjukkan kecerdasan Imam al-Ghazali

- Advertisement -

Kisah debat Nabi Musa versus Imam al-Ghazali ini sebenarnya terjadi di dalam mimpi seorang sufi. Yaitu Imam Abu Hasan Syadzili yang lahir pada tahun 593 H di kota Ghumara, sebuah daerah di Maroko. Imam Syadzili merupakan ulama sufi terkenal, yang mana beliau adalah penggagas tarekat Syadziliyah. Yaitu salah satu tarekat yang mu’tabarah atau diakui kredibilitasnya oleh kaum nahdliyin. 

Pernah suatu ketika Imam Abu Hasan Syadzili sedang bersandar di Masjidil Aqsho. Beliau berbaring dan akhirnya tertidur di sana, lalu kemudian beliau bermimpi di dalam tidurnya tersebut. Di dalam mimpinya, Imam Abu Hasan Syadzili seakan-akan sedang berada di Masjidil Haram, dan di sana terdapat Nabi Muhammad dan para nabi lainnya. Di antara para nabi di sana, ada satu orang yang bukan nabi, yaitu Imam Ghazali.

Baca Juga: Empat Tips dari Imam al-Ghazali Agar Mendapatkan Ilmu Tanpa Harus Ngotot Belajar

Sedikit mengingat, bahwa Imam Ghazali ini bernama lengkap Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al-Ghazali ath-Thusi asy-Syafi’i, adalah seorang ulama besar yang lahir di kota Tus pada tahun 450 Hijriyah. Beliau dijuluki sebagai Hujjatul Islam, sebab peran besarnya di dalam membawa kemajuan islam terutama pada bidang keilmuan dan ibadah. Selain itu, beliau juga mempunyai banyak sekali karya, d iantaranya adalah; Ihya Ulum al-Din, Lubab al-Nadhor, Minhaj al-Abidin, dan masih banyak lagi

Kembali lagi ke mimpi Imam Syadzili. Singkat cerita di saat nabi Muhammad sedang duduk di singgasananya sedangkan para nabi lainnya seperti Nabi Musa as, Nabi Isa as, nabi Nuh as, mereka semua duduk di bawahnya mengelilingi Nabi Muhammad saw. 

Kemudian terjadilah percakapan diantara para nabi tadi, sedangkan Imam Abu Hasan Syadzili hanya diam dan menyimak percakapan mereka. Di sana Nabi Musa bertanya kepada nabi Muhammad, “engkau telah berkata wahai Nabi Muhammad, bahwasanya para ulama umatmu itu bagaikan para nabinya Bani Israil, oleh karena itu maka tunjukanlah kepada kami satu di antara mereka, dan buktikan apa yang engkau katakan itu benar”. 

Nabi Muhammad pun menanggapi perkataan nabi Musa; “ini orangnya”, beliau menjawab sambil menunjuk kepada Imam Ghazali yang pada saat itu juga ada di sana duduk di antara mereka. Akhirnya Nabi Musa memberikan satu pertanyaan kepada Imam Ghazali, dengan niatan untuk mengetes kemampuannya dan membenarkan perkataan Nabi Muhammad tentang ulama umatnya yang sederajat dengan para nabi bani Israil. 

Tak disangka oleh Nabi Musa, satu pertanyaan tadi dijawab dengan 10 jawaban oleh Imam Ghazali. Namun dengan 10 jawaban tadi bukannya Nabi Musa merasa puas justru dia protes, kalau pertanyaannya hanya satu ya jawabannya juga harus sesuai satu jawaban juga, bukan justru dijawab dengan 10 jawaban seperti itu.

Baca Juga: Sisi Lain Pemikiran Ibn Sina, Filsuf yang Divonis Kafir oleh Imam Al-Ghazali

Namun cerdiknya Imam Ghazali, beliau menanggapi protes Nabi Musa tadi dengan santai, “bukannya hal seperti ini yang juga kau lakukan saat kau ditanya وما تلك يا موسى (Q.S Thaha ayat 17) wahai nabi Musa”. Di dalam ayat tadi diceritakan bahwa Nabi Musa ditanya tentang benda apa yang ada ditangan kanannya itu, namun jawaban nabi Musa bukan cuma menyebutkan tongkat saja tapi juga disebutkan kegunaan-kegunaannya yang banyak.

Dari cerita ini bisa kita lihat kehebatan Imam Ghazali, dia bisa menanggapi pertanyaan yang dilontarkan oleh Nabi Musa kepadanya. Hal ini juga membuktikan bahwa perkataan Nabi Muhammad tentang kehebatan ulama umatnya itu setara dengan kehebatan para nabi bani isroil itu benar adanya. Beruntunglah kita yang mempunyai ulama-ulama hebat seperti Imam Ghazali ini, maka berpegang teguhlah kepada para ulama salafussholih dan jadikanlah mereka sebagai suri tauladan kita semua.

Kisah debat Nabi Musa versus Imam al-Ghazali ini bisa dibaca dalam kitab Hikaya al-Shufiyyah karya Muhammad Abu Yusr Abidin

REKOMENDASI

Respons Para Kiai Dalam Tragedi Gestapu, Santuni Janda Dan Pesantrenkan Anak Yatim Tokoh-Tokoh PKI

Harakah.id - Respons para kiai dalam tragedi Gestapu sangat jelas. Para Kiai menyatakan bahwa PKI tetap harus dibatasi pergerakannya. Hanya saja,...

Ini Jawaban Apakah Jodoh Itu Takdir Atau Pilihan?

Harakah.id – Jodoh itu takdir atau pilihan? Setiap orang tentu bisa berikhtiar memilih dan menentukan untuk menikah dengan siapa. Tapi dia...

Maqashid Syariah Sebagai Ruh Kerja Ijtihad, Konsep Dasar Maqashid Syariah dan Sejarah Perkembangannya

Harakah.id – Maqashid Syariah sebagai ruh kerja ijtihad memang tidak bisa disangkal. Maqashid Syariah adalah maksud dan tujuan pensyariatan itu sendiri....

Marxisme Tidak Melulu Soal Komunisme dan Atheisme, Begini Cara Menjadi Sosialis yang Islami Ala...

Harakah.id – Tuduhan bahwa Marxisme dan Sosialisme selalu melahirkan Komunisme dan Atheisme sebenarnya kurang tepat. Buktinya Soekarno, seorang pembaca marxis dan...

TERPOPULER

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Alasan Sebagian Ulama Mengapa Tak Mau Baca Surat Al-Masad dalam Shalat

Harakah.id - Ada sebagian ulama yang tak mau baca surat Al-Masad dalam shalat. Alasan mereka tak mau baca surat Al-Masad adalah...

Ada Orang yang Berkurban Tapi Belum Akikah, Bolehkah dalam Islam?

Harakah.id – Berkurban sangat dianjurkan ditunaikan oleh setiap Muslim. Tak berbeda, akikah juga diwajibkan kepada setiap anak yang lahir. Lalu bagaimana...

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Hari ini kita banyak mendengar kata ijtihad. Bahkan dalam banyak kasus, ijtihad dengan mudah dilakukan oleh banyak orang, yang...