Di Balik Ucapan “Saya Mukmin, Insyaallah…”, Bolehkah Dalam Islam Berkata Demikian

0
489
Di Balik Ucapan

Harakah.id“Saya Mukmin, Insyaallah…” adalah ucapan dan ungkapan yang seringkali kita dengar dari mulut seseorang. Lalu, bolehkah dalam Islam mengucapkan hal tersebut?

Mengenai apakah boleh bagi seseorang mengatakan “Saya Mukmin, Insyaallah…”, para ulama berselisih pendapat. Menurut Ulama Asya’irah (madzhab teologi Imam Asy’ari) hal itu boleh-boleh saja. Namun, menurut Ulama Maturidiyah, mengucapkan hal itu tidak diperbolehkan.

Dalam kitab Kifayatul Awam, pokok utama terjadinya perbedaan pendapat dan perselisihan terkait masalah tersebut terletak pada persoalan niat di balik pelafalannya;

  1. Kelompok pertama memahaminya sebagai ucapan yang berorientasi kepada akhirat.
  2. Sedangkan kelompok yang kedua memahaminya sebagai ucapan yang berorientasi kepada kehidupan sekarang, di dunia.

Kesimpulan umumnya, mengucapkan “Saya Mukmin, Insyaallah…” boleh dengan syarat seseorang mengatakannya karena ia memandang statusnya kelak di akhirat. Sebaliknya, seseorang tidak boleh mengucapkan hal itu jika ia mengatakannya dalam konteks kehidupan dan keadaannya yang sekarang. Sebagian ulama juga berpendapat bahwa ucapan “Saya Mukmin, Insyaallah…” dibolehkan dalam Madzhab Syafi’i dan dilarang dalam Madzhab Maliki dan Hanafi.

Jadi kesimpulannya, kebolehan pengucapan “Saya Mukmin, Insyaallah…” tergantung pada niat dan orientasi si pengucap. Jika orientasinya akhirat, maka diperbolehkan. Manusia memang tidak tahu nasib dan statusnya kelak di akhirat. Semuanya adalah urusan Allah SWT. Jadi memang sudah selayaknya mengucapkan “insyallah” bagi sesuatu yang hanya diketahui oleh Allah SWT.

Namun jika orientasinya dunia dan kehidupannya kini, seorang yang beriman tidak boleh mengucapkan kalimat tersebut, karena hal itu menunjukkan keragu-raguannya atas keyakinan dan aqidah yang dimilikinya. Sudah sepatutnya seorang mukmin yakin betul dengan akidah yang dipegangnya kini.

Demikianlah penjelasan mengenai kalimat atau perkataan yang berkaitan dengan akidah seseorang tersebut.