Beranda Keislaman Ibadah Di Bulan Ramadan, Bekerja Untuk Menafkahi Keluarga Tetap Lebih Baik Daripada I'tikaf...

Di Bulan Ramadan, Bekerja Untuk Menafkahi Keluarga Tetap Lebih Baik Daripada I’tikaf Di Masjid

Harakah.id I’tikaf di masjid memang menjadi opsi ibadah yang dianjurkan dilakukan di Bulan Ramadan. Tapi, yang harus jadi catatan, bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga juga penting lho. Jangan sampai i’tikaf jadi alasan kamu tidak bekerja.

Ada banyak cara untuk mencari dan memetik pahala dalam Islam. dan faktanya, pahala tidak melulu datang dari hal-hal berbau ibadah ritual seperti salat, puasa dan lain-lain. Bahkan sering kali pahala besar menunggu kita dalam kegiatan-kegiatan sosial dan pekerjaan yang berkaitan dengan kebutuhan hidup sehari-hari, yakni bekerja.

Dalam Mu’jam Kabir, Imam al-Thabrani meriwayatkan sebuah hadis yang disampaikan oleh Sahabat Abdullah bin Umar:

عن عبد الله بن عمر قال رسول الله صلى الله عليه وسلم ….. ولأن أمشي مع أخ في حاجة أحب إلي من أن أعتكف في هذا المسجد يعني مسجد المدينة شهرا

Hadis yang bermakna, “berjalan bersama seseorang untuk satu keperluan lebih aku cintai dibanding i’tikaf yang aku lakukan selama sebulan penuh di Masjid Nabawi!” ini mampu menjelaskan banyak hal, sekaligus menjawab pertanyaan tadi.

Dalam Islam, ibadah yang sunnah harus dikesampingkan ketika berbenturan dengan ibadah wajib. Hal-hal wajib juga tidak selalu soal ritual peribadatan. Semisal: kita hendak salat qabliyah, tapi ada tamu yang datang ke rumah kita. Salat qabliyah itu sunnah, sedangkan menjamu tamu adalah kewajiban tuan rumah, maka sudah sepatutnya seseorang mendahulukan menjamu tamu, dibandingkan meninggalkannya demi melaksanakan salat sunnah qabliyah.

Begitu juga dengan bekerja. Menghidupi keluarga dan menyediakan seluruh kebutuhan primer keluarganya adalah kewajiban suami. Sandang, pangan dan papan. Maka sudah tentu, bekerja untuk mencari nafkah lebih utama dan lebih memiliki nilai pahala dibandingkan i’tikaf di Masjid. Ini sebagaimana yang juga tergambar dalam hadis Rasulullah di atas.

Bukan berarti i’tikaf di masjid tidak diajurkan. Ketika seseorang memiliki waktu luang dan dia sudah melaksanakan seluruh kewajibannya kepada keluarga, termasuk bekerja dan memberikan nafkah, maka seseorang diperbolehkan melakukan iktikaf dan dia akan diganjar pahala karena hal itu.

Namun di masa wabah, kesunnahan i’tikaf di Masjid berubah menjadi kemakruhan. Sebagaimana yang telah difatwakan oleh pemerintah, MUI dan beberapa ormas besar Islam, umat Muslim dianjurkan untuk beribadah di rumah selama masa Corona. Ini dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus yang terbukti sangat cepat.

REKOMENDASI

Surah Yang Dianjurkan dan Disunnahkan Dibaca Dalam Pelaksanaan Salat Idul Fitri

Harakah.id - Dalam pelaksanaan salat idul fitri, ada surah-surah yang sunnah dan dianjurkan untuk dibaca. Surah apa saja? Simak artikel di...

Mendamaikan [Kembali] Hisab dan Rukyat, Dua Metode Penentuan Awal-Akhir Bulan Dalam Penanggalan Hijriyah

Harakah.id - Hisab dan Rukyat adalah dua metode yang masyhur digunakan untuk menentukan awal dan akhir dalam penanggalan Hijriyah. Termasuk dalam...

Secercah Kisah Imam al-Bukhari dan Bapaknya; Catatan Singkat Sorogan Buku “Commentary of Forty Hadiths...

Harakah.id - Imam al-Bukhari adalah salah satu ulama yang kontribusinya tidak lagi bisa kita pertanyakan. Kitabnya, Sahih al-Bukhari, adalah kitab sahih...

Apakah Boleh Membayar Zakat Fitrah Menggunakan Uang Pinjaman Dari Rentenir?

Harakah.id - Apakah boleh membayar zakat dengan uang pinjaman dari rentenir, maka sebenarnya tak perlu ditanyakan, karena dia bukan tergolong orang...

TERPOPULER

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...