Beranda Keislaman Doa Dikejar Debt Collector Sampai Dililit Tagihan, Ini Doa Manjur Pelunas Hutang

Dikejar Debt Collector Sampai Dililit Tagihan, Ini Doa Manjur Pelunas Hutang

Harakah.idDoa manjur pelunas hutang ini adalah usaha batiniah bagi mereka yang sedang terlilit hutang agar diberikan kelancaran rejeki dan kemampuan untuk melunasi hutang.

Setiap manusia hidup dengan permasalahannya masing-masing. Karena masalah bersifat relatif, masalah yang dimaksud jenisnya sangat beragam, tergantung perspektifnya masing-masing. Jika dirunut lebih jauh, salah satu hal yang dianggap masalah oleh kebanyakan orang adalah hutang yang banyak. Dan karena itu, doa manjur pelunas hutang ini penting diketahui.

Dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup, seseorang kerap kali meminjam uang kepada orang lain, bank atau lembaga lain sebagai solusinya. Besaran jumlah pinjaman orang tersebut tergantung pada seberapa banyak kebutuhan yang harus dipenuhi. Bahkan jika untuk keperluan tertentu, seseorang bisa meminjam uang dengan jumlah yang sangat banyak.

Jika bisnis dan urusannya lancar, seseorang tak akan merasa kebingungan pada saat membayarnya. Berbeda halnya jika bisnis dan urusannya tidak lancar, biasanya seseorang akan mencari pinjaman baru kepada pihak lain untuk membayar utang terahadap pinjaman yang pertama apabila sudah jatuh tempo. Sangat patut disyukuri apabila seseorang mampu membayar utang tanpa kendala apapun, namun bagaimana dengan mereka yang merasa tertekan dan terbebani dengan pinjaman (utang) yang tak kunjung lunas terbayar?

Dalam menyikapi persoalan ini, Rasulullah saw memberikan tips dan trik mengenai doa manjur pelunas hutan yang harus dibaca bagi mereka yang terlilit utang dan tak kunjung dapat melunasinya. Berikut adalah doanya:

اللَّهُمَّ اكْفِني بِحَلالِكَ عَنْ حَرَامِكَ، وَأغْنِني بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِواكَ

“Allaahumma ikfinii bihalaalika ‘an haraamika wa aghninii bifadhlika ‘amman siwaak”

Artinya: Ya Allah cukupkanlah aku dengan kehalalan-Mu, cukupkanlah aku dengan karunia-Mu dari selain-Mu.

Doa di atas diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari Abu Hasan (Ali bin Abi Thalib). Hal demikian sebagaimana dikutip oleh Syekh Nawawi Banten dalam kitabnya, al-Adzkaar li al-Nawawi halaman 240. Dalam riwayat tersebut dijelaskan bahwa seorang budak mukatab (budak yang mengadakan perjanjian pembebasan dengan tuannya) datang kepada Ali ra dan berkata:

إني قد عجزتُ عن كتابتي، فأعنِّي

“Innii qad ‘ajaztu ‘an kitaabatii fa a’innii”

Artinya: Aku tidak mampu membayar pembebasanku, maka tolonglah aku”.

Lantas Ali ra mejawab:

ألا أُعلّمُك كلماتٍ عَلمنيهنّ رسولُ الله صلى الله عليه وسلم، لو كانَ عَليكَ مثلُ جبل [صِيْرٍ] دَيْناً أدّاهُ عنك

Alaa u’allimuka kalimaatin ‘allamaniihinna rasuulullaahi shallallaahu ‘alaihi wasallam laukaana ‘alaika mitslu jabali shiirin dainan addaahullaahu ‘anka

Artinya: Maukah aku ajarkan kepadamu beberapa kalimat yang telah Rasulullah ajarkan kepadaku yang seandainya engkau memiliki utang sebesar gunung Shir niscaya Allah akan membayarkannya untukmu?

Setelah itu, Ali ra membacakan doa di atas.

Jadi itulah doa manjur pelunas hutang yang bisa dibaca dan diamalkan agar hutang-hutang kita segera lunas.

REKOMENDASI

Macam-Macam Zakat yang Harus Kita Bayar Ketika Memenuhi Syarat

Harakah.id - Macam-macam zakat ini wajib kita bayar jika telah memenuhi syarat. Secara garis besar, ada dua macam zakat, yaitu zakat...

Kiai Ridwan Menggambar Lambang NU, Muncul dalam Mimpi dan Disetujui Kiai Hasyim

Harakah.id - Kiai Ridwan menggambar lambang NU berdasarkan mimpi dari salat istikharah yang dilakukannya. Lambang yang kemudian disetujui Kiai Hasyim Asy'ari...

“Kunikahi Engkau dengan Mahar Hafalan Surat Ar-Rahman”; Romantis Sih, Tapi Apa Boleh?

Harakah.id - Mahar hafalan surat-surat dalam al-Quran kian trend. Pasangan laki-laki yang menikahi seorang perempuan, akan semakin tampak romantis dan islami...

Muhaddis Garis Lucu, Historisitas Argumen Keabsahan Hadis dan Hal-Hal yang Tak Selesai

Harakah.id - Muhaddis Garis Lucu menampilkan satu kondisi dan situasi periwayatan di masa lalu. Bahwa tradisi periwayatan yang kemudian menjadi bahan...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...