Dipuja Penyair Yaman, Syair Pujian Sholeh bin Ali Al-Hamid Untuk Presiden Soekarno

0
414
Dipuja Penyair Yaman, Syair Pujian Sholeh bin Ali Al-Hamid Untuk Presiden Soekarno

Harakah.id Sholeh bin Ali Al-Hamid, salah seorang penyair Yaman, sempat menuliskan beberapa syair pujian yang dia peruntukkan bagi Soekarno.

Syair pujian Sholeh bin Ali Al-Hamid untuk Soekarno membuktikan kalau ia tidak hanya ditokohkan di Indonesia, tapi juga dunia!

Soekarno adalah tokoh besar negara kita, Indonesia. Jasa-jasanya untuk negara ini tak perlu lagi ditanya, perjuangannya untuk kemerdekaan tentu sangatlah bermakna. Selain seorang presiden pertama di negeri ini, dia jugalah yang orang membacakan teks proklamasi kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus tahun 1945. Tentunya bukan tanpa alasan kenapa Soekarno yang terpilih sebagai orang yang ditunjuk untuk membacakan teks proklamasi, dan yang akhirnya juga diangkat menjadi presiden pertama di negeri ini.

Selain jago dalam berdiplomasi, sosok Soekarno juga hebat ketika berorasi. Banyak pidato-pidatonya di atas podium yang mampu menyihir para audien, bahkan tak jarang mereka dibuat mlongo sebab kekaguman dan ketakjuban mereka mendengar orasi sang bapak proklamasi ini. Wajar saja jika Soekarno ini pandai berorasi, karena mungkin hal ini adalah ilmu yang dia dapatkan dari sang guru, yaitu Tjokroaminoto sosok yang pandai dalam berorasi.

Banyak kalangan yang sudah mengakui akan kehebatan Soekarno dalam berorasi. Bahkan Sholeh bin Ali Al-Hamid pun yang notabene adalah seorang Penyair berkebangsaan Yaman, ikut mengakui kehebatan Soekarno dalam berorasi. Hal ini bisa kita lihat dari kutipan salah satu karyanya, yaitu syair yang berjudul Indonesia. Syair ini tertulis dalam diwan atau buku kumpulan puisinya yang berjudul Rihlah Jawa al-Jamilah.

Dan berikut inilah 7 bait syair berisikan pujian kepada Soekarno yang ditulis oleh sang penyair mahjar kebangsaan Yaman, yaitu Sholeh bin Ali Al-Hamid:

ياسكرنو فيك مجدت العلا # فيك قد قلدتها هذا الجمـانا

من رأى مثلك ندباً بطلاً # صال للحق لسانا وسـنانا 

نازل الغي بصـبر فانتحى # وجلا الحق بعقل فاسـتبانا

مارأينا منـك أسمى عزمة # في سبيل الحق أو أمضى حنانا 

كاتب في فنه بسبي النهى # وخطيب يلهب القلب الجبانا 

يا سكرنو إن أحلتك العلا # من بني الشعب مكانا لا يداني 

فلـمعنى للمـعالي خـالد # لا تلمهم فيك إن جنوا افتنانا

Wahai Soekarno, dirimu itu mulia dan pada dirimulah telah dikalungkan mutiara

Tiada seseorang yang tangguh, seorang pahlawan yang berjuang demi kebenaran selain dirimu

Menyingkirkan kesesatan dengan sabar dan sungguh-sungguh, dan meraih kebenaran dengan kecerdikan akal

Tiada cita-cita luhur dalam jalan kebenaran yang kami lihat selain pada dirimu

Penulis yang tulisannya mampu memikat perhatian, dan orator yang orasinya dapat membakar hati para pengecut atau lawan

Wahai Soekarna jika mereka mengasingkanmu dari bangsa ke tempat yang jauh

Kata-kata indahmu masih abadi dan jangan kau salahkan orang-orang apabila mereka menjadi gila karena keindahannya

Dalam syairnya tadi, nampak bahwa Sholeh memuji kewibawaan dan ketokohan Soekarno dengan menyimbolkan kalung mutiara yang dikalungkan padanya. Di sini, mutiara adalah bentuk simbol dari perhiasan mahal serta mulia. Disamping itu Sholeh juga mengatakan bahwa Soekarno memanglah sosok yang cerdas dan cerdik, sebagaimana kita kenal memang bapak proklamasi kita ini sangatlah pandai dalam berdiplomasi.

Selanjutnya Sholeh juga menyatakan, bahwa bukan hanya orasinya saja yang indah, namun Soekarno ini juga seorang penulis yang hebat. Yang mana tulisan-tulisannya ini mampu memikat setiap pembaca, hingga makna dan keindahannya dapat terpaut serta abadi di benak mereka yang membaca.

Semoga Soekarna-soekarno baru bisa lahir lagi di negeri kita ini, yang akan selalu memberikan inspirasi, bagi setiap warga dan pemuda negeri ini.