Beranda Khazanah Disebut Penyebab Corona, Ternyata Inilah Keistimewaan Kelelawar dalam Islam

Disebut Penyebab Corona, Ternyata Inilah Keistimewaan Kelelawar dalam Islam

Harakah.idDi dalam Islam, kekelawar ini adalah salah satu hewan yang cukup diistimewakan dan dimuliakan.

Kelelawar dalam bahasa Arab adalah khuffaasy خفاش . Menurut Albatholyausiy, khuffasy diambil dari kata alkhofasyu الخفش, yang mempunyai makna lemahnya penglihatan karena bawaan atau karena suatu kecacatan. Tentunya hal ini selaras sebagaimana yang kita tahu bahwa kelelawar ini mengandalkan indera pendengeran sebagai penglihatannya, dengan kemampuan ultrasoniknya dia mampu mengetahui dan melihat keadaan sekitar sehingga tidak menabrak ketika terbang.

Selain khuffasy, nama lain dari kelewar di dalam bahasa Arab adalah khussyaf, khutthof, dan wathwath. Namun ada beberapa orang yang mendefinisikan, jika istilah khuffasy itu untuk kelelawar kecil, dan wathwath digunakan untuk kelelawar yang besar. 

Di dalam Islam, kekelawar ini adalah salah satu hewan yang cukup diistimewakan dan dimuliakan. Sebab, dalam salah satu tafsir dijelaskan bahwa kelelawarlah satu-satunya hewan yang diciptakan oleh nabi Isa as secara langsung dan tentunya dengan atas izin Allah. Hal ini tertulis dalam surat Al-Maidah ayat 110, tepatnya pada saat kisah Nabi Isa menciptakan seekor burung dari tanah liat.

Di sana diceritakan ketika nabi Isa as ditantang oleh raja Herodes untuk memperlihatkan  kemukjizatannya sebagai tanda kebenaran atas kenabiannya, akhrinya di depan raja Herodes dan orang-orang, nabi Isa as mengambil segepok tanah liat dan membentuknya seperti burung, lalu kemudian meniupnya hingga akhirnya atas izin Allah burung itu beneran hidup dan terbang. Beberapa mufassir ada yang menjelaskan bahwa burung yang dimaksud itu adalah kelelawar.

Alkisah karena cerita inilah, burung-burung yang lain menjadi iri dan dengki dengan kelelawar. Oleh sebab itu kelelawar berbeda dengan burung pada umumnya yang terbang dan beraktifitas di siang hari, dia terbang dan beratifitas di malam hari, dan memilih bersembunyi dari burung-burung lain di siang hari. Selain itu, kelelawar adalah satu-satunya hewan yang istimewa. Karena cuma kelelawarlah burung yang mempunyai gigi, telinga, lengkap dengan payudaranya, serta mengalami menstruasi dan melahirkan seperti umumnya manusia.

Selain keistimewaan-keintimewaan tadi, kelelwar juga mempunyai keistimewaan lain di dalam Islam. Hal ini terbukti dengan adanya larangan untuk membunuhnya, sebagaimana hadist yang diriwayatkan oleh Abu al-Huwairist Abdurrahmah;

عن النبي صلى الله عليه وسلم، أنه نهى عن قتل الخطاطيف، وقال: لا تقتلوا هذه العوذ إنها تعوذ بكم من غيركم

Dari nabi Muhammad saw. Bahwasanya beliau melarang untuk membunuh kelelawar, dan Nabi saw bersabda: janganlah kalian membunuh hewan-hewan yang berlindung ini! Sesungguhnya mereka sedang berlindung pada kalian dari selain kalian

Kemudian ada juga hadist lain yaitu hadist mursal yang juga diriwayatkan oleh Abu al-Huwairist;

أن النبي صلى الله عليه وسلم نهى عن قتله

Bahwasanya nabi Muhammad saw melarang membunuhnya (kelelawar)

Dari kedua hadist di atas, sudah jelas bahwasanya membunuh kelelawar itu tidak boleh. Logikanya, jika membunuhnya saja tidak boleh, otomatis memakannya pun tidak boleh atau haram. Karena kalau kita mau memakan seekor hewan, tentunya kita harus menyembelihnya terlebih dahulu, atau dengan kata lain kita harus membunuhnya terlebih dahulu. Oleh karenanya haram hukumnya memakan keleawar, sebagaimana ungkapan Annakhai yang berkata: “seluruh burung itu halal kecuali kelelawar”.

Namun Al Mawardi berpendapat keharaman kelelewaran ini disebebabkan karena kotor dagingnya, serta tidak baik dan tidak sehat untuk dimakan atau dikonsumsi. Karena anggapan bahwa di dalm tubuh kelelawar ini mengandung berbagai penyakit yang tidak baik. Dan pendapat Al Mawardi ini kini terbukti, dengan menyebarnya virus korona atau covid 19 ini yang kabarnya berasal dari hewan kelelawar.

Demikian Keistimewaan Kelelawar dalam Islam, semoga dapat menambah wawasan. Keistimewaan Kelelawar dalam Islam tidak berimplikasi pada bolehnya hewan tersebut dikonsumsi. Wallahu a’lam.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

5 Tips Menjaga Hafalan Al-Quran Menurut Sunnah Rasulullah SAW

Harakah.id - Aku akan menjelaskan ke kalian tentang hadits yang aku yakin hadits ini akan sangat bermanfaat untuk teman-teman penghafal Qur’an.

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...