Beranda Keislaman Doa Doa di Antara Sujud yang Benar dalam Islam Ini Dituduh Bid'ah

Doa di Antara Sujud yang Benar dalam Islam Ini Dituduh Bid’ah

Harakah.id Beberapa waktu belakangan, warganet ramai membicarakan doa di antara dua sujud dalam Islam. Hal ini karena ada sebuah meme yang menyebutkan bahwa doa di antara dua sujud yang selama ini dibaca oleh masyarakat Muslim di Indonesia tidak benar. Tidak sesuai tuntunan Rasulullah SAW.

Beberapa waktu belakangan, warganet ramai membicarakan doa di antara dua sujud. Hal ini karena ada sebuah meme yang menyebutkan bahwa doa yang selama ini dibaca oleh masyarakat Muslim di Indonesia tidak benar. Tidak sesuai tuntunan Rasulullah SAW.

Misalnya, adanya penambahan kata wa ‘afini wa’fu ‘anni dalam rangkaian doa rabbiighfir li warhamni wajburni warfa’ni warzuqni wahdini wa ‘afini wa’fu ‘anni. Menurut pendukung meme tersebut, tambahan di akhir doa adalah bikinan orang Indonesia.

Meme tersebut agaknya ingin menyasar para kiai atau ulama yang mengajarkan doa tersebut kepada masyarakat selama ini. Jika masyarakat salah dalam membaca doa tersebut, maka yang mengajarkannya sudah pasti lebih salah lagi. Siapa yang mengajari masyarakat? Ya ustadz, kiai dan ulama.

nucare-qurban

Padahal, jika mau membaca kitab-kitab para ulama kita akan memahami duduk persoalannya. Pertama, terkait status dan hukum membaca doa di antara dua sujud. Status doa di antara dua sujud adalah kesunnahan dalam shalat. Bukan tergolong rukun shalat yang wajib dilaksanakan. Artinya, jika kita melakukannya, maka kita akan mendapat pahala dari Allah SWT. Sebaliknya, jika tidak, maka yang tidak ada dosa. Shalat yang kita lakukan pun tidak bermasalah alias sah secara syara’. Ini harus dipahami terlebih dahulu.

Kedua, adanya variasi riwayat dari Rasulullah SAW sebagaimana disebutkan dalam kitab-kitab hadis. Imam Nawawi dalam Al-Majmu’ menulis tentang beragamnya riwayat tentang doa ini.

وأما حديث ابن عباس فرواه أبو داود والترمذي وغيرهما بإسناد جيد ، ورواه الحاكم في المستدرك وقال : صحيح الإسناد ، ولفظ أبي داود { اللهم اغفر لي وارحمني وعافني واهدني وارزقني } ولفظ الترمذي : مثله لكنه ذكر ” { وأجرني وعافني } ” وفي رواية ابن ماجه ( وارفعني ) بدل ( واهدني ) ، وفي رواية البيهقي { رب اغفر لي وارحمني وأجرني وارفعني وارزقني واهدني } فالاحتياط والاختيار : أن يجمع بين الروايات ويأتي بجميع ألفاظها وهي سبعة { اللهم اغفر لي وارحمني وعافني وأجرني وارفعني واهدني وارزقني }

Adapun hadis riwayat Ibnu Abbas, maka ia bersumber dari Abu Dawud, Tirmidzi, dan lainnya, dengan sanad yang jayyid. Al-Hakim meriwayatkannya dalam kitab Al-Mustadrak. Ia berkata, “Shahih sanadnya.” Redaksi Abu Dawud “Allahummaghfir li warhamni wa ‘afini wahdini warzuqni”, redaksi Tirmidzi semacam itu tetapi ada tambahan “Wa ajirni wa ‘afini”. Dalam riwayat Ibnu Majah, digunakan kata “warfa’ni” sebagai ganti “wahdini”. Dalam riwayat Al-Baihaqi disebutkan doa “Rabbighfir li warhamni wa ajirni warfa’ni warzuqni wahdini”. Maka yang lebih hati-hati dan dipilih adalah menggabungkan di antara riwayat-riwayat tersebut dan membaca seluruh redaksi doa yang ada tujuh itu, “Allahummaghfir li warhamni wa ‘afini wa ajirni warfa’ni wahdini warzuqni.

Jadi, menurut Imam Nawawi karena beragamnya riwayat tentang doa di antara dua sujud, maka lebih utamanya adalah dibaca semua redaksi doanya yang berjumlah tujuh itu.

Ketiga, redaksi yang popular di Indonesia bukan bikinan ulama Indonesia sendiri. Tetapi merujuk kepada tuntunan Syekh Syibromalisi. Syekh Nawawi Banten dalam kitab Kasyifatus Saja, menulis keterangan sebagai berikut:

قال الشبراملسي: وقد جزم ابن المقري بعدم وجوب الاعتدال والجلوس بين السجدتين في النفل اهـ وأكمله أن يقول: رب اغفر لي وارحمني واجبرني وارفعني وارزقني واهدني وعافني واعف عني

Syekh Syibromalisi berkata, “Ibnul Muqri mantap akan tidak wajibnya I’tidal dan duduk di antara dua sujud dalam shalat sunnah (Selesai). Yang lebih sempurna adalah membaca doa ‘Rabbighfir li warhamni wajburni warfa’ni warzuqni wahdini wa ‘afini wa’fu ‘anni.’”

Sekali lagi, sekadar mengingatkan bahwa doa di antara dua sujud ini adalah tergolong kesunnahan. Bukan rukun shalat. Orang yang pernah ngaji kitab fiqih pasti tahu itu. Jika tidak dibaca pun, shalat masih dihukumi sah.

Syekh Syibromalisi (1588 – 1676 M.) yang dikutip oleh Syekh Nawawi Banten adalah ulama besar yang terkenal sebagai fuqaha syafi’iyyah (ahli fiqh mazhab Syafi’i). Beliau berasal dari Mesir, alumni Al-Azhar, penulis kitab Hasyiyah Syibromalisi Ala Nihayatil Muhtaj dan kitab-kitab besar dalam fiqih Syafi’i lainnya.

Masyarakat awam jangan sampai ikut-ikutan dalam menyalahkan guru-guru kita yang mengajari doa tersebut sejak kecil. Dengan menyebut mereka tidak mengikuti sunnah Nabi misalnya. Ini suul adab namanya. Doa ini tetap dalam koridor syariat Islam yang benar.

REKOMENDASI

Kapan Istilah Sufi dan Tasawuf Muncul Dalam Konteks Keilmuan Islam? Ini Sejarahnya…

Harakah.id - Sufi dan tasawuf, menurut Ibnu Khaldun, secara istilah memang belum dikenal secara luas di kalangan masyarakat Islam pada abad...

Islam Di Mata Barat; Media, Orientalisme dan Entitas Islam yang Termutilasi

Harakah.id - Orientalisme, Barat dan Islam adalah variabel kunci dari artikel yang Said tulis di tahun 1980 ini. Namun tampaknya apa...

Download Naskah Pidato Pengukuhan Dr [HC] KH. Afifuddin Muhajir; Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam...

Harakah.id - Pidato pengukuhan Doctor Honoris Causa KH. Afifuddin Muhajir ini penting untuk mengukuhkan posisi NKRI dalam timbangan syariat Islam.

Lewati 8 Kota di 7 Negara, Ini Rute Perjalanan Imam al-Bukhari Mencari Hadis

Harakah.id – Rute perjalanan Imam al-Bukhari mencari hadis bukan kaleng-kaleng. Delapan kota di tujuh negara dilewati oleh Imam al-Bukhari untuk mencari...

TERPOPULER

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Para Ulama dan Habaib yang Berseberangan dengan Habib Rizieq

Harakah.id - Gerakan Habib Rizieq dan FPI-nya mendapat sorotan sejak lama. Para pemimpin Muslim di Indonesia tercatat pernah berseberangan dengannya. Inilah...