Beranda Keislaman Doa Doa "Indah" Gubahan Kiai Musthofa Bisri yang Dibaca Menteri Agama Pada Momentum...

Doa “Indah” Gubahan Kiai Musthofa Bisri yang Dibaca Menteri Agama Pada Momentum Perayaan 17 Agustus 2021

Harakah.idDoa indah gubahan Kiai Musthofa Bisri, yang kemudian dibacakan oleh Menteri Agama bertepatan dengan peringatan hari kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 2021, mengundang banyak kagum sekaligus haru.

Betapa tidak, doa indah yang dibacakan saat itu, tampak berbeda dengan doa pada umumnya. Doa indah gubahan Kiai Musthofa Bisri itu tampak seperti puisi. Ya, puisi doa, puisi harapan dan cita-cita. Sebuah deretan doa yang memikat di tengah beragam kepiluan dan kesedihan yang tak kunjung usai di bumi pertiwi.

Ramainya perbincangan soal doa yang dibaca Menteri Agama, H. Yaqut Cholil Qaumas, itu kemudian mendorong Menteri Agama untuk bercerita tentang awal mula kisah munculnya doa semacam itu.

Dalam laman facebooknya, Gus Yaqut Cholil bercerita;

Upacara Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 76 pagi tadi, adalah Upacara Kenegaraan pertama yang saya terlibat langsung di dalamnya. Sebagai Menteri Agama, tentu saya kebagian membaca doa. (Tidak mungkin jadi komandan upacara kan?) 😁

Awalnya naskah doa disiapkan tim yang kami punya di kementerian. Berkali-kali saya baca, terasa masih kurang kena, karena terlalu “mainstream”. Meskipun secara isi dan substansi sudah mewakili situasi kita semua saat ini.
Saya merasa harus ada doa istimewa di tengah situasi bangsa —dan dunia— yg benar2 bisa bersama-sama diaminkan seluruh warga tanpa sekat, sehingga pintu langit terketuk. Bayangan saya melayang ke paman saya, Gus Mus. Selain kekiaiannya, saya tahu beliau menulis doa-doa —termasuk doa syukur kemerdekaan— dalam bahasa puisi yang sangat dalam maknanya. Di kanal seperti youtube, kita bisa saksikan video-video beliau.

Tapi menyampaikan bayangan ini ke beliau, bukan pekerjaan yg mudah. Beberapa kali saya maju mundur, sampai akhirnya memberanikan diri menyampaikan kpd beliau agar doa syukur kemerdekaan, diperkenankan untuk saya bacakan. Kenapa maju mundur? Rahasiaaaaa… 😁

Singkatnya, Alhamdulillah, beliau berkenan doa tsb saya bacakan. Bahkan saya dikirimi naskah doa melalui putri Gus Mus, Almas Mustofa versi yg sudah direvisi.

Selesai masalah? Belum. Ketika gladi bersih, doa dianggap kepanjangan sehingga harus dipotong agar sesuai dengan durasi yg disediakan.
Mumet? Pasti. Gak ngerti lagi saya harus matur seperti apa ke Gus Mus. Beberapa saat berdiskusi dengan para stafsus, sempat terpikir untuk kembali ke naskah awal yg sudah disiapkan sebelumnya oleh tim kemenag tadi. Karena memotong naskah yang sudah disiapkan sendiri oleh Gus Mus itu, adalah kekurangajaran luar biasa bagi saya —dan tim tentu saja.. Namun, membatalkan doa yang sudah disiapkan Gus Mus, itu setali tiga uang.

Walhasil, setelah umak umik 😁, saya memberanikan diri untuk matur kepada beliau soal problem teknis ini. Alhamdulillah…sekali lagi beliau berkenan merevisi kembali, dan jadilah doa yang tadi saya bacakan.

Sungguh, doa ini memiliki “daya magis” yg luar biasa. Doanya. BUKAN YANG MEMBACA. Saya sendiri berharap, doa ini tembus, sehingga Presiden Joko Widodo pun, manusia sederhana yang memimpin kita sekarang, semakin dimudahkan dalam menahkodai kapal besar ini.

Semoga Gusti Allah selalu ridlo atas ikhtiar pemerintah dan rakyatnya yang sedang berjuang melawan pandemi ini. Semoga…

Matur nuwun, Lik Mus…
Dirgahayu Republik Indonesia
Merdeka!!!

Itulah kisah seputar asal muasal munculnya doa indah gubahan Kiai Musthofa Bisri yang akhirnya dibacakan Gus Yaqut Cholil pada momentum perayaan hari kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 2021.

Berikut teks doa indah gubahan Kiai Musthofa Bisri:

Bismillāhirrahmānirrahīm. Alhamdulillāhirabbil ‘ālamin. Allāhumma shalli ‘alā Sayyidinā Muhammad wa ‘alā āli Sayyidinā Muhammad.

Ya Allah, ya Tuhan kami Wahai Keindahan yang menciptakan sendiri segala yang indah, Wahai Pencipta yang melimpahkan sendiri segala anugerah, Wahai Maha Pemurah yang telah menganugerahi kami negeri sangat indah dan bangsa yang menyukai keindahan, Ya Allah yang telah memberi kami kemerdekaan yang indah.

Demi nama-nama agungMu Yang Maha Indah, Demi sifat-sifat suciMu Yang Maha Indah, Demi ciptaan-ciptaanMu yang serba indah; Anugerahilah kami, pemimpin-pemimpin kami dan bangsa kami, kepekaan menangkap dan mensyukuri keindahan anugrahMu. Keindahan merdeka dan kemerdekaan. Keindahan hidup dan kehidupan. Keindahan manusia dan kemanusiaan. Keindahan kerja dan pekerjaan. Keindahan sederhana dan kesederhanaan. Keindahan kasih sayang dan saling menyayang. Keindahan kebijaksanaan dan keadilan. Keindahan rasa malu dan tahu diri. Keindahan hak dan kerendahan hati. Keindahan tanggung jawab dan harga diri.

Anugerahilah kami, pemimpin-pemimpin kami dan bangsa kami, Kemampuan mensyukuri nikmat anugerahmu dalam sikap-sikap indah yang Engkau ridhai. Selamatkanlah jiwa-jiwa kami, dari noda-noda yang mencoreng keindahan martabat kami.

Pimpinlah kami, pemimpin-pemimpin kami dan bangsa kami Ke jalan indah menuju cita-cita indah kemerdekaan kami. Kuatkanlah lahir batin kami, untuk melawan godaan keindahan-keindahan imitasi, yang menyeret diri-diri kami dari keindahan sejati kemanusiaan dan kemerdekaan kami. Merdekakan lah kami dari belenggu penjajahan apa saja selain Allah, termasuk diri kami sendiri. Kokohkanlah jiwa raga kami untuk menjaga keindahan negeri kami.

Ya Nuuru, wahai Cahaya di atas segala cahaya. Pancarkanlah cahayaMu di mata dan pandangan kami. Pancarkanlah cahayaMu di telinga dan pendengaran kami. Pancarkanlah cahayaMu di mulut dan perkataan kami. Pancarkanlah cahayaMu di hati dan keyakinan kami. Pancarkanlah cahayaMu di pikiran dan sikap kami. Pancarkanlah cahayaMu di kanan dan kiri kami. Pancarkanlah cahayaMu di atas dan bawah kami Pancarkanlah cahayaMu di dalam diri kami.

Pancarkanlah cahayaMu, ya Maha Cahaya, Agar kami dapat menangkap keindahan ciptaanMu dan meresapinya, Dapat menangkap keindahan anugerahMu dan mensyukurinya, Dapat menangkap keburukan jalan sesat setan dan menghindarinya

Pancarkanlah cahayaMu, ya Maha Cahaya, Agar kami dapat menangkap keindahan, kebenaran dan mengikutinya, Dapat menangkap keburukan, kebatilan dan menjauhinya, Agar kami dapat menangkap keindahan, kejujuran dan menyelaminya, Dapat menangkap keburukan, kebohongan dan mewaspadainya

Pancarkan cahayaMu, ya Maha Cahaya. Sirnakan dan jangan sisakan sekelumit pun kegelapan di batin kami.

Ya Allah, kami berdoa dengan menyebut nama-nama indahMu, seperti yang Engkau perintahkan. Maka kabulkanlah doa kami, seperti yang Engkau janjikan!

Rabbanā ātinā fiddunya hasanah, wafil ākhirati hasanah, waqinā adzābannār. Walhamdulillāhirabbil ‘alamin.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Kepemimpinan Militer Laksamana Keumalahayati, “Inong Balee” di Benteng Teluk Pasai

Harakah.id - Keumalahayati menempuh pendidikan non-formalnya seperti mengaji di bale (surau) di kampungnya dengan mempelajari hukum-hukum Islam, sebagai agama yang diyakininya. Beliau...

Ketika Perempuan Menggugat dan Tuhan Mendengarnya, Kisah Khaulah Binti Tsa’labah

Harakah.id - Kisah perempuan yang menyuarakan keadilan sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad saw yang diabadikan kisahnya dalam al-Qur’an, yaitu dalam Qs....

2 Ummahatul Mukminin yang Terkenal Sebagai Muslimah Bekerja

Harakah.id - Muslimah yang memilih bekerja di era modern ini dapat meneladani kehidupan mereka. Mereka punya keahlian profesional, mereka beriman dan berakhlak...

Ini Risalah Lengkap Syaikhul Azhar Mengkritik Keras Keputusan Taliban Melarang Pendidikan Perempuan

Harakah.id - Salah satu yang mengeluarkan kritik adalah Syaikhul Azhar, Syaikh Ahmad Tayeb. Berikut adalah pernyataan lengkap beliau. Berbagai...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Ijtihad dan Mujtahid adalah dua terminologi yang harus dipahami sebelum mencoba melakukannya. Hari ini kita banyak mendengar kata...