Beranda Headline Doa Ketika Mendengar Kematian

Doa Ketika Mendengar Kematian

Telah menjadi maklum bahwa kematian merupakan hal yang akan dialami oleh setiap mereka yang bernyawa. Hal ini seperti yang disuratkan dalam Firman-Nya, “Setiap  yang bernyawa akan merasakan mati”. [QS. Ali Imran: 185]. Oleh karenanya kematian merupakan sebuah keniscayaan dan tidak ada yang mampu menghindarinya sekalipun berada di balik benteng yang sangat kuat. Untuk menghadapi kematian, yang perlu dipersiapkan hanyalah bekal yang cukup untuk menjalani kehidupan di fase berikutnya.

Kematian tidaklah pandang bulu, ia akan menghampiri siapa saja yang dikehendaki-Nya, baik manusia, hewan bahkan tumbuhan sekalipun. Konon kabarnya, malaikat pencabut nyawa (malaikat Izrail) membuat beda akan rasa nyeri yang dialami seseorang ketika nyawanya dicabut. Bagi dia yang beriman, sang malaikat ramah dan berwajah putih (seolah-olah di atas wajah hamba tersebut terdapat matahari) mendatanginya dan mencabut nyawanya dengan sangat halus.

Setelah nyawanya dicabut, seluruh malaikat langit dan bumi akan mendoakannya, kemudian Allah rida terhadapnya. Berbeda halnya dengan ia yang tidak beriman (kafir), malaikat mencabut nyawanya dengan sangat kasar lagi kejam. Ruhnya dicabut sebagaimana dicabutnya besi yang banyak taringnya dari kain wol yang lembab. Seluruh malaikat langit dan bumi melaknatinya dan Allah tidak rida terhadapnya. Hal demikian diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnadnya.

Kematian akan menghampiri siapapun, baik keluarga, sahabat, teman dekat atau bahkan teman jauh sekalipun. Adakalanya, ketika kita tidak sedang berada di dekat mereka, kematian menghampiri mereka, baik dengan sebab tertentu atau bahkan tidak ada sebab sama sekali. Menyikapi hal ini, Syekh Nawawi menjelaskan dalam kitabnya al-Adzkaar li al-Nawawi halaman 265 untuk senantiasa mendoakan kebaikan terhadap mereka. Adapun doanya sebagai berikut:

إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ اللَّهُمَّ اكْتُبْهُ عِنْدَكَ من الْمُحْسِنِينَ، وَاجْعَلْ كِتابَهُ فِي عِلِّيِّينَ، وَاخْلُفْهُ فِي أَهْلِهِ فِي الغابِرِينَ، وَلا تَحْرِمْنا أجره، ولا تفتنا بعده

“Innaalillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun wa innaa ilaa rabbinaa lamunqalibuun allaahummaktubhu ‘indaka minal muhsiniin wa ij’al kitaabahu fii ‘illiyyiin wakhlufhu fii ahlihi filghaabiriin wa laa tahrimnaa ajrahuu wa laa taftinaa ba’dahuu”

Artinya: Sesunguhhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali. Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami. Ya Allah tuliskanlah ia dari golongan orang-orang yang baik di sisi-Mu, tetapkanlah ia dalam surga ‘Illiyyiin, berikanlah pengganti terhadap keluarga yang ditinggalkannya, janganlah Engkau luputkan kami akan pahalanya (yang membuat pahalanya tidak sampai kepada kami) dan jangan Egkau memberi kami fitnah sepeninggalnya dia.

REKOMENDASI

Fatima Mernissi dan Sekelumit Problem Keperempuanan dalam Islam

Harakah.id - Fatima Mernissi adalah salah satu perempuan yang seringkali diacu dan dirujuk kala berbicara tentang peran perempuan dalam Islam. Dia...

Di Balik Keharamannya, Ini Sepuluh Efek Buruk Minum Khamr yang Mungkin Tidak Kamu Ketahui!

Harakah.id - Minum khamr melahirkan efek mabuk dan ngefly. Bagi sebagian orang, efek ini menjadi kenyamanan tersendiri karena dengan itu mereka...

Download Khutbah Jumat, Hakikat Kewajiban Shalat Jum’at

Harakah.id - Download Khutbah Jumat Juni, Hakikat Kewajiban Shalat Jum’at. Kutbah Pertama إِنّ...

Tafsir Surah An-Nahl Ayat 97: Kehidupan yang Baik dan Imbalan Untuk Orang yang Beriman

Harakah.id - Tafsir Surah an-Nahl ayat 97 menjelaskan perkara soal kehidupan yang baik berikut imbalan untuk orang yang beriman. Berikut penjelasannya...

TERPOPULER

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...