Beranda Keislaman Doa Doa Qunut Ala Sahabat Umar bin Khatthab, Orang Indonesia Jarang yang Tahu

Doa Qunut Ala Sahabat Umar bin Khatthab, Orang Indonesia Jarang yang Tahu

Harakah.idDoa qunut yang beredar luas di masyarakat berasal dari riwayat Sayyidina Hasan bin Ali. Ada riwayat lain yang bersumber dari Sayyidina Umar bin Khatthab. Inilah bacaan doa qunut ala sahabat Umar bin Khatthab.

Masyarakat Indonesia sanga akrab dengan istilah doa qunut. Doa yang dibaca dalam ritual shalat subuh pada rakaat kedua. Selain banyak dipraktikkan, doa qunut juga banyak dibicarakan tentang keabsahannya. Sebagian kelompok di Indonesia belakangan mempermasalahkan dasar yang digunakan dalam ibadah doa qunut.

Terlepas dari kontroversi di atas, masyarakat Indonesia lebih mengenal satu redaksi bacaan doa qunut. Yaitu doa qunut yang sebagian besar riwayatnya berasal dari Sayyidina Hasan bin Ali.

عَنِ الْحَسَنِ بْنِ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَال: عَلَّمَنِي رَسُول اللَّهِ كَلِمَاتٍ أَقُولُهُنَّ فِي الْوِتْرِ: اللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنِي فِيمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِي فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِي فِيمَا أَعْطَيْتَ، وَقِنِي شَرَّ مَا قَضَيْتَ، فَإِنَّكَ تَقْضِي وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ، وَأَنَّهُ لاَ يَذِل مَنْ وَالَيْتَ، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ

Dari Hasan bin Ali radhiyallahu anhuma, yang berkata, “Rasulullah mengajariku beberapa bacaan yang aku baca dalam shalat witir.  “Allahummahdini fi man hadait, wa ‘afini fi man ‘afait, wa tawallani fi man tawallait, wa barikli fi ma a‘thait, wa qini syarra ma qadhait, fa innaka taqdhi wa la yuqdha ‘alaik, wa innahu la yazillu man walait, wa la ya‘izzu man ‘adait, tabarakta rabbana wa ta‘alait.” (HR. Tirmidzi).

Menurut Imam Al-Tirmidzi, riwayat ini adalah yang paling kuat dalam redaksi doa qunut.  Imam Nawawi menjelaskan bahwa sebagian ulama menambahkan dua bacaan lainnya. Beliau berkata,

وَزَادَ الْعُلَمَاءُ فِيهِ: وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ قَبْل: تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ وَبَعْدَهُ: فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ.

Para ulama menambahkan dalam doa qunut, “Wa la ya’izzu man ‘adait” sebelum “Tabarakta rabbana wa ta’alait”. Dan setelah qunut menambahkan bacaan “fa lakal hamdu ala ma qadhait astaghfiruka ilaik”.

Inilah redaksi yang populer di kalangan masyarakat Indonesia. Tetapi ada pula redaksi lain yang digubah oleh Sayyidina Umar bin Khatthab. Doa qunut ini juga boleh dibaca dalam shalat subuh.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِهِمْ، وَانْصُرْهُمْ عَلَى عَدُوِّكَ وَعَدُوِّهِمْ، اللَّهُمَّ الْعَنْ كَفَرَةَ أَهْل الْكِتَابِ الَّذِينَ يَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِكَ، وَيُكَذِّبُونَ رُسُلَكَ، وَيُقَاتِلُونَ أَوْلِيَاءَكَ، اللَّهُمَّ خَالِفْ بَيْنَ كَلِمَتِهِمْ، وَزَلْزِل أَقْدَامَهُمْ، وَأَنْزِل بِهِمْ بَأْسَكَ الَّذِي لاَ تَرُدُّهُ عَنِ الْقَوْمِ الْمُجْرِمِينَ، بِسْمِ اللَّه الرَّحْمَن الرَّحِيم، اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْتَعِينُكَ وَنَسْتَغْفِرُكَ، وَنُثْنِي عَلَيْكَ وَلاَ نَكْفُرُكَ، وَنَخْلَعُ وَنَتْرُكُ مَنْ يَفْجُرُكَ، بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ، اللَّهُمَّ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَلَكَ نُصَلِّي وَنَسْجُدُ، وَلَكَ نَسْعَى وَنَحْفِدُ، وَنَخْشَى عَذَابَكَ الْجِدَّ، وَنَرْجُو رَحْمَتَكَ، إِنَّ عَذَابَكَ بِالْكَافِرِينَ مُلْحَقٌ

Allahumma ighfir lana wa lil mukminin wal mukminat wal muslimin wal muslimat wa allif baina qulubihim, wa ashlih dzata bainihim, wanshurhum ala aduwwika wa aduwwihim, allahu il’an kafarata ahlil kitab alladzina yashudduna an sabilik wa yukadzdzibuna rusulak, wa yuqatiluna auliya’ak, allahumma khalif baina kalimatihim, wa zalzil aqdamahum, wa anzil bihim ba’saka alladzi la tarudduhu anil qaumil mujrimin, bismillahir rahmanir rahim allahumma inna nasta’inuka wa nastaghfiruka wa nutsni alaika wa nakfuruka, wa nakhla’u wa natruk man yafjuruka, bismillahir rahmanir rahmi, allahumma iyyaka na’budu wa laka nushalli wa nasjudu, wa la nas’a wa nahfidu, wa nakhsya adzabakal jidd wa narju rahmatak, inna adzabaka bil kafirina mulhaq.

Redaksi ini diriwayatkan oleh Imam Al-Baihaqi, Ibnu Abi Syaibah dan Abdurrazzaq. Demikian ini adalah doa qunut ala Sayyidina Umar bin Khatthab, jarang orang Indonesia tahu. Orang Indonesia mengenal doa qunut Sayyidina Umar ini sebagai doa qunut nazilah.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...