Beranda Headline Download Khutbah Jum'at, Bekerja Adalah Juga Ibadah

Download Khutbah Jum’at, Bekerja Adalah Juga Ibadah

Harakah.idPekerjaan apa saja, selama itu halal dan dilakukan dengan cara yang baik, maka itu bernilai ibadah. Ada yang berprofesi sebagai tenaga pendidik. Ada yang kuli bangunan. Ada yang berisnis. Ada yang menggarap ladang. Dan lain sebagainya.

Kutbah Pertama

إِنّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُه

اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى سيّدنا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.

اَمَّا بَعْدُ، فَيَااَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، اِتَّقُوْااللهَ حَقَّ تُقَاتِه وَلاَتَمُوْتُنَّ اِلاَّوَأَنـْتُمْ مُسْلِمُوْنَ فَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ

Hadirin, Jama’ah Ju’mat Rahimakumullah…

Di awal khutbah ini, khatib mengajak kepada kita semua untuk senantiasa meningkatkan kadar ketakwaan. Yakni dengan cara mengejarkan perintah-perintah Allah dan menjauhi apa yang dilarangNya.

Hadirin, Jama’ah Ju’mat Rahimakumullah…

Dalam sebuah riwayat Imam Thabarani disebutkan, satu hari, ada seorang lelaki yang lewat di di depan Nabi Muhammad SAW. Terlihat dari kulitnya, lelaki itu sangat rajin bekerja. Para sahabat yang ada di sekitar Nabi langsung berkomentar:

يَا رَسُولَ اللَّهِ، لَوْ كَانَ هَذَا فِي سَبِيلِ اللَّهِ

“Andai saja rajinnya itu digunankan untuk berjihad di jalan Allah”.

Mendengar hal itu, Nabi Muhammad SAW langsung bersabda:

“Jika ia bekerja untuk menafkahi anak-anaknya yang masih kecil, untuk menafkahi kedua orang-tuanya yang sudah renta, untuk menafkahi kebutuhan dirinya sendiri, maka ia berada di jalan Allah. Namun jika ia bekerja dalam rangka riya atau berbangga diri, maka ia di jalan setan.” (HR Thabrani).[2]

Hadirin, Jama’ah Ju’mat Rahimakumullah…

Sebagian orang ada menduga bahwa ibadah hanyalah yang berbentuk shalat, puasa, haji, dan lain-lain. Namun, sejatinya tidak itu saja.

Apa yang disabdakan Nabi di awal tadi menegaskan bahwa kita bekerja untuk mencukupi kebutuhan, baik diri kita sendiri ataupun orang-orang yang menjadi tanggungan kita, maka itu juga ibadah. Dengan catatan, itu semua dijalankan dengan cara dan niat yang baik.

إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ

“Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya” (HR. Bukhari)[3]

Pekerjaan apa saja, selama itu halal dan dilakukan dengan cara yang baik, maka itu bernilai ibadah. Ada yang berprofesi sebagai tenaga pendidik. Ada yang kuli bangunan. Ada yang berisnis. Ada yang menggarap ladang. Dan lain sebagainya.

Hadirin, Jama’ah Ju’mat Rahimakumullah…

Pekerjaan yang kita lakukan, satu saat, pasti ada kalanya tak berjalan sesuai keinginan. Ada kendala dan masalah di sana sini. Itu wajar. Karena memang demikianlah kehidupan. Kehidupan memiliki ritmenya tersendiri.

Kita tentu menginginkan pekerjaan kita, usaha kita, binsis kita, bisa berjalan normal dan baik-baik saja. Namun apalah daya. Kita manusia biasa. Hanya bisa berencana dan Allah lah yang menentukan.

Ana urid. Anta turid. Wa lakinnallah yaf’alu ma yurid.

Saya berkehendak. Anda berkehendak. Namun, Allah juga pasti akan mengerjakan apa yang Dia kehendaki.

Yang terpenting adalah bagaimana sikap kita menyikapi hal itu. Salah satu kunci agar kita tetap semangat adalah dengan selalu ingat bahwa: “Pekerjaan yang kita jalani saat ini adalah ibadah”.

Sehingga,

Setiap gerak langkah kita ibadah.

Setiap perputaran otak kita ibadah.

Setiap tetesan kerigat adalah ibadah.

Semua ibadah.

Nabi Muhammad SAW bersabda:

مَنْ اَمْسَى كَالًّا مِنْ عَمَلِ يَدَيْهِ اَمْسَى مَغْفُوْرًا لَهُ

“Siapa yang di waktu sore merasa lelah lantaran pekerjaan kedua tangannya (untuk mencari nafkah) maka di sore itu pula ia diampuni dosanya.” (HR. Thabarani).[4]

Hadirin, Jama’ah Ju’mat Rahimakumullah…

Jika pekerjaan itu ibadah, maka hal lain yang akan kita peroleh adalah kita selalu puas dan ridla dengan hasil yang diberikan Allah SWT. Berapapun nominalnya, tak jadi masalah. Karena yang terpenting, kita telah bekerja dengan baik, dengan maksimal.

Faidah lain yang akan kita rasakan ketika meyakini bahwa pekerjaan itu ibadah adalah: kita tak akan meninggalkan perintah Allah SWT dan tak akan mengerjakan apa yang dilarangNya.

Hadirin, Jama’ah Ju’mat Rahimakumullah…

Ketika kita yakin bahwa pekerjaan itu adalah ibadah, niscaya kita akan selalu mengerjakan ibadah-ibadah yang diperintahkanNya. Shalat, misalnya. Mengapa? Karena itu adalah juga perintah Allah yang bahkan sangat wajib.

Kita tak akan berbuat curang kalau yakin bahwa pekerjaan itu adalah ibadah. Seorang yang yakin pekerjaan itu ibadah, maka tak akan korupsi. Tak akan mengambil yang bukan haknya. Karenanya, sungguh tak masuk akal, bila atas nama pekerjaan yang notabene adalah ibadah itu, kita lantas meninggalkan shalat dan melanggar laarangan Allah SWT.

اللَّهُ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَقْدِرُ وَفَرِحُوا بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا فِي الْآخِرَةِ إِلَّا مَتَاعٌ

“Allah meluaskan rezeki dan menyempitkannya bagi siapa yang Dia kehendaki. Mereka bergembira dengan kehidupan di dunia, padahal kehidupan dunia itu (dibanding dengan) kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan (yang sedikit).” (QS ar-Ra’d [13]: 26)

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِلْمُسْلِمِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ  

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ.

وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ.

اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا

أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا اللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ

وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.

اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ.

اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا إِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ.

رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.

عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ


[1] Mahasiswa Pascasarjana IIQ Jakarta, Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir

[2] Teks lengkap hadis ini adalah:

 مَرَّ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلٌ، فَرَأَى أَصْحَابُ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ جَلَدِهِ ونَشَاطِهِ مَا أَعْجَبَهُمْ، فَقَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، لَوْ كَانَ هَذَا فِي سَبِيلِ اللَّهِ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «§إِنْ كَانَ خَرَجَ يَسْعَى عَلَى وَلَدِهِ صِغَارًا فَهُوَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ، وَإِنْ خَرَجَ يَسْعَى عَلَى أَبَوَيْنِ شَيْخَيْنِ كَبِيرَيْنِ فَهُوَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ، وَإِنْ كَانَ يَسْعَى عَلَى نَفْسِهِ يَعِفُّها فَهُوَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ، وَإِنْ كَانَ خَرَجَ رِيَاءً وتَفَاخُرًا فَهُوَ فِي سَبِيلِ الشَّيْطَانِ»

Lihat: Abu al-Qasim Sulaiman bin Ahmad Al-Thabarani, al-Mu’jam al-Awsath (Kairo: Dar al–Haramain, 1995), vol. 7, h. 56

[3] Muhammad bin Ismail Al-Bukhari, al-Jami’ al-Shahih (Kairo: Dar al-Sya’b, 1987), vol. 1, h. 2.

[4] Abu al-Qasim Sulaiman bin Ahmad Al-Thabarani, al-Mu’jam al-Awsath, vol. 7, h. 289

Download teks di sini.

Download Khutbah Jum’at. Download Khutbah Jum’at. Download Khutbah Jum’at. Download Khutbah Jum’at.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Ketika Perempuan Menggugat dan Tuhan Mendengarnya, Kisah Khaulah Binti Tsa’labah

Harakah.id - Kisah perempuan yang menyuarakan keadilan sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad saw yang diabadikan kisahnya dalam al-Qur’an, yaitu dalam Qs....

2 Ummahatul Mukminin yang Terkenal Sebagai Muslimah Bekerja

Harakah.id - Muslimah yang memilih bekerja di era modern ini dapat meneladani kehidupan mereka. Mereka punya keahlian profesional, mereka beriman dan berakhlak...

Ini Risalah Lengkap Syaikhul Azhar Mengkritik Keras Keputusan Taliban Melarang Pendidikan Perempuan

Harakah.id - Salah satu yang mengeluarkan kritik adalah Syaikhul Azhar, Syaikh Ahmad Tayeb. Berikut adalah pernyataan lengkap beliau. Berbagai...

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Ijtihad dan Mujtahid adalah dua terminologi yang harus dipahami sebelum mencoba melakukannya. Hari ini kita banyak mendengar kata...