Beranda Download Khutbah Download Khutbah Jum’at Harakah: Keutamaan Berbagi di Masa Pandemi

Download Khutbah Jum’at Harakah: Keutamaan Berbagi di Masa Pandemi

Harakah.idDownload Khutbah Jum’at Harakah: Keutamaan Berbagi di Masa Pandemi

Khutbah Pertama

إِنّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُه

اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى سيّدنا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.

اَمَّا بَعْدُ، فَيَااَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، اِتَّقُوْااللهَ حَقَّ تُقَاتِه وَلاَتَمُوْتُنَّ اِلاَّوَأَنـْتُمْ مُسْلِمُوْنَ فَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ

Hadirin, Jama’ah Ju’mat Rahimakumullah…

Di awal khutbah siang ini, izinkan khatib mengajak kita semua untuk selalu meningkatkan rasa takwa kita kepada Allah SWT. Karena dengan takwa inilah, manusia akan menjadi manusia mulia dan beruntung.

Hadirin, Jama’ah Ju’mat Rahimakumullah…

Pernahkah kita berpikir? Misalnya, ada seseorang yang telah mencapai puncak dalam hal kekayaaan materi. Ketika ia sudah memiliki apapun yang kita inginkan.

Mau makan apa, ya, semua tinggal pilih.

Mau jalan-jalan, katankanlah, sudah kemana-mana. Bahkan pernah keliling dunia.

Mau gonta ganti mobil atau beli rumah baru, sudah punya banyak.

Dalam kondisi demikian, kira-kira, apa yang dilakukan? Orang normal pasti akan memilih membantu mereka yang membutuhkan. Hal ini yang dilakukan oleh Bill Gates, salah satu orang yang terkaya di dunia, pendiri Microsoft yang sering kita pakai itu.  

Ia berpandangan bahwa kekayaan bukanlah dilihat dari harta yang dimiliki. Kekayaan baginya adalah tidak kaya dalam urusan materi. Namun lebih dari itu. Kekayaan sejati adalah sebeapa banyak harta itu digunakan untuk membantu sesama dan bermanfaat bagi orang banyak.[1]

Hadirin, Jama’ah Ju’mat Rahimakumullah…

Dalam Islam, kita diajarkan bahwa untuk berbuat menolong sesama, memberi manfaat kepada sesame. Semampu kita. sekuat kita.

خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ

“Sebaik-baik manusia adalah manusia yang bermanfaat kepada orang lain” (HR. Thabarani)[2]

Hadirin, Jama’ah Ju’mat Rahimakumullah…

Terlebih di masa pandemi seperti sekarang ini. Dimana hampir semua orang merasakan kesulitan. Tidak saja sulit dalam menjaga kesehatan karena bahaya virus, namun juga sulit dalam semua hal. Terlebih masalah ekonomi. Banyak saudara kita di luar sana yang kelilangan pekerjaan, kena PHK, dagangan sulit laku, dan lain sebagainya.

Dalam kondisi ini, bantuan sekecil apapun akan sangat berguna.

Dan justru pada saat seperti inilah, solidaritas kita benar-benar diuji. Maukah kita berbagi di saat kita sendiri juga sedang membutuhkan? Berkenankah kita membantu sesama meski kita sedang kekurangan?

Allah firmankan dalam Al-Qur’an, surat al-Ma’idah ayat 2:

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ

“Dan tolong menolonglah kamu dalam mengerjakan kebaikan dan takwa. Dan jangan tolong menolong berbuat dosa dan permusuhan”

Dalam hal ini, agaknya sabda Nabi Muhammad SAW riwayat Imam Muslim bisa menjadi pengingat agar kita selalu sadar dan mau berbagi.

مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَابِ الدُّنْياَ = Siapa yang melapangkan seorang mukmin dari satu kesusahan dunia,

نَفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَابِ يَوْمِ اْلقِيَامَةِ = Maka Allah akan melapangkannya dari salah satu kesusahan di hari kiamat.

وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ = Siapa yang meringankan penderitaan seseorang,

يَسَّرَ اللهُ عَلَيْهِ فِى الدُّنْيَا وَالْاَخِرَةِ = Allah akan meringankan penderitaannya di dunia dan akhirat.

وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا = Dan siapa yang menutupi (aib) seorang muslim,

سَتَرَهُ اللهُ فِى الدُّنْيَا وَالْاَخِرَةِ = Allah akan menutupi (aib)nya di dunia dan akhirat.

وَاللهُ فِى عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ اْلعَبْدُ فِى عَوْنِ اَخِيهِ = Allah akan menolong seorang hamba selama hamba itu mau menolong saudaranya.[3]

Hadirin, Jama’ah Ju’mat Rahimakumullah…

Tak ada jaminan hidup kita akan baik-baik saja seperti sekarang ini. Tak ada yang bisa memastikan bahwa hidup kita akan berada di atas terus. Bisa jadi, akan ada masanya kita berada pada titik terendah. Yakni pada posisi sama seperti yang saudara kita alami saat ini: membutuhkan uluran tangan orang lain.

Pada saat seperti itulah, kita akan sadar bahwa bantuan sekecil apapun akan sangat bermanfaat. Hidup adalah timbal balik. Apa yang kita berikan itulah yang akan terima. Ibarat petani, apa yang ditanam itulah yang dipanen.

الرَّاحِمُوْنَ يَرْحَمُهُمُ الرَّحْمنُ = Siapa yang menyayngi maka akan disayangi Allah, Zat yang maha penyayang.

اِرْحَمُوْا مَنْ فِى الأَرْضِ = Sayangi para penduduk bumi,

يَرحَمْكُمْ مَنْ فِى السَّمَاءِ = Niscaya para langit juga akan menyayangimu.[4]

Hadirin, Jama’ah Ju’mat Rahimakumullah…

Apa yang berikan kepada saudara di masa seperti ini akan dilipatgandakan pahalanya. Mengapa? Yang dilihat adalah jerih payah kita. Bentuk atau jumlahnya, tentu disesuaikan dengan kapasitas dan kemampuan kita.

“Pak Ustaz, saya nggak punya apa-apa?, Saya nggak bisa membantu?”

Kita masih berdoa. Bantu mereka dengan doamu.

Atau kalau kita benar-benar tak bisa membantu, jangan sampai kita menyusahkan orang lain. Jika tak bisa menjadi lilin, jangan sampai menciptakan kegelapan.

Semoga Allah memberi kita kekuatan untuk bisa bertahan di masa seperti ini. Semoga Allah beri kekuatan kepada kita untuk selalu berbagi kepada sesama. Mari sama-sama kita menguatkan satu sama lain. “Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing”.

Semoga semua akan indah pada waktunya.

Amin. Amin. Amin. Ya Rabbal ‘alamin.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِلْمُسْلِمِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ  

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ.

وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ.

اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا

أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا اللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ

وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.

اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ.

اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا إِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ.

رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.

عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ


[1] Erwin Halim, Bill Gates Kisah Programer yang Menjadi Orang Terkaya No 1 Dunia (Jakarta: Kobis, 2014), hal. 128

[2] Abu al-Qasim Sulaiman bin Ahmad Al-Thabarani, al-Mu’jam al-Awsath (Kairo: Dar al-Haramain, 1415), vol. 6, ha. 58.

[3] Abu al-Hasan Muslim bin al-Hajjaj bin al-Qusyairi Al-Naisaburi, Shahih Muslim (Beirut: Dar al-Jail, 1334), vol. 7, hal. 81.

[4] Abu Bakar Ahmad bin al-Husain Al-Baihaki, Sunan al-Baihaki al-Kubra (Mekkah: Maktabah Dar al-Baz, 1994), vol. 9, hal. 41.

Download Khutbah Jum’at Harakah: Keutamaan Berbagi di Masa Pandemi. Download Khutbah Jum’at Harakah: Keutamaan Berbagi di Masa Pandemi Download Khutbah Jum’at Harakah: Keutamaan Berbagi di Masa Pandemi

Di sini.

REKOMENDASI

Macam-Macam Zakat yang Harus Kita Bayar Ketika Memenuhi Syarat

Harakah.id - Macam-macam zakat ini wajib kita bayar jika telah memenuhi syarat. Secara garis besar, ada dua macam zakat, yaitu zakat...

Kiai Ridwan Menggambar Lambang NU, Muncul dalam Mimpi dan Disetujui Kiai Hasyim

Harakah.id - Kiai Ridwan menggambar lambang NU berdasarkan mimpi dari salat istikharah yang dilakukannya. Lambang yang kemudian disetujui Kiai Hasyim Asy'ari...

“Kunikahi Engkau dengan Mahar Hafalan Surat Ar-Rahman”; Romantis Sih, Tapi Apa Boleh?

Harakah.id - Mahar hafalan surat-surat dalam al-Quran kian trend. Pasangan laki-laki yang menikahi seorang perempuan, akan semakin tampak romantis dan islami...

Muhaddis Garis Lucu, Historisitas Argumen Keabsahan Hadis dan Hal-Hal yang Tak Selesai

Harakah.id - Muhaddis Garis Lucu menampilkan satu kondisi dan situasi periwayatan di masa lalu. Bahwa tradisi periwayatan yang kemudian menjadi bahan...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...