Beranda Download Khutbah Download Khutbah Jumat Harakah PDF, Perbedaan Takut Corona dan Takut Allah

Download Khutbah Jumat Harakah PDF, Perbedaan Takut Corona dan Takut Allah

Harakah.id Mungkin sebagian kita akan menyamakannya, antara takut Corona dengan takut kepada Allah. Sejatinya, keduanya adalah dua hal yang tak bisa disamakan. Meski sama-sama “takut”, takut Corona dan takut Allah adalah dua hal yang berbeda.

Oleh: M. Nurul Huda[1]

Khotbah Pertama

إِنّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُه

اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى سيّدنا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.

اَمَّا بَعْدُ، فَيَااَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، اِتَّقُوْااللهَ حَقَّ تُقَاتِه وَلاَتَمُوْتُنَّ اِلاَّوَأَنـْتُمْ مُسْلِمُوْنَ فَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ

Hadirin, Jama’ah Ju’mat Rahimakumullah…

Perkenankan khatib, terlebih dahulu mengajak kita semua,

اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Bertakwalah kepada Allah. Dan kelak jika tiba waktunya, wafatlah dengan keadaan tetap memeluk agama Islam.

Takwa ini kita lakukan dengan cara menjalankan perintah dan menjauhi laranganNya. Dengan takwa inilah, kita akan menjadi menjadi makhluk yang disayang Allah. Makhluk yang paling mulia di sisiNya.

Hadirin, Jama’ah Ju’mat Rahimakumullah…

Pandemi Covid-19 yang sudah lebih dari setahun ini menyadarkan kita bersama betapa kita adalah makhluk tak berdaya dalam menghadapi virus yang super kecil ini. Banyak tenaga medis dikerahkan. Dan mereka pun telah bekerja sangat keras.

Namun hasilnya, belum bisa dikatakan berhasil seratus persen. Bahkan, sebagaimana kita tahu, virus ini kini menjelma menjadi beberapa varian yang tentu dalam menanganinya dibutuhkan tenaga ekstra.

Hadirin, Jama’ah Ju’mat Rahimakumullah…

Sejatinya, kita dan Corona adalah sama. Yakni sama-sama makhluk Allah Swt. Yang mana, kodrat sebagai makhluk adalah tunduk terhadap kehendak dan ketetapan penciptanya.

Siapa? Allah Swt.

اللَّهُ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ وَكِيلٌ

“Allah Pencipta segala sesuatu dan Dia Maha Pemelihara atas segala sesuatu”[2]

Untuk memutus mata rantai Corona, sebagai umat beragama, cara yang bisa kita lakukan, selain dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, hendaknya kita juga selalu menghidupkan dalam hati kita, semangat ketuhanan. Yakni, selalu meminta perlindungan dan pertolongan kepada Allah Swt.

Hadirin, Jama’ah Ju’mat Rahimakumullah…

Mungkin sebagian kita akan menyamakannya, antara takut Corona dengan takut kepada Allah. Sejatinya, keduanya adalah dua hal yang tak bisa disamakan. Meski sama-sama “takut”, takut Corona dan takut Allah adalah dua hal yang berbeda.

Takut Corona, tidak berbeda dengan takut kepada macan, singa, atau selainnya. Yang mana, kita tidak punya atau belum punya kekuatan untuk melawan. Dalam keadaan takut seperti ini, agar aman, kita tentu lari menjauh darinya. Dan hal ini adalah hal yang wajar.

Nabi Muhammad Saw sekalipun ternyata juga pernah merasa “takut” kepada makhluk atau selain Allah. Yakni takut kepada musuh saat berperang.

Saat itu, saat Nabi dan kaum muslimin dalam keadaan perang, mereka takut. Jangan-jangan nanti ketika mereka salat, akan ada musuh yang menyerang. Akhirnya, Allah memberi solusi dengan menurunkan ayat 102 surat an-Nisa’, yang berisi tuntunan salat khusus. Yang mana, hari ini, kita sebut dengan nama shalat khauf.[3]

Hadirin, Jama’ah Ju’mat Rahimakumullah…

Corona dan virus atau penyakit lainnya tentu harus ditakuti dan dijauhi. Namun dengan cara yang tidak berlebihan. Kita tetap waspada, selalu berhati-hati. Selalu menerapkan protokol kesehatan.

Namun jangan sampai kita panik. Panik hanya akan membuat kita stres. Yang demikian malah akan membuat imun kita turun dan mudah terpapar Corona. Na’udzubillahi min dzalik.

Hadirin, Jama’ah Ju’mat Rahimakumullah…

Yang pertama tadi, “takut kepada Corona”. Sedangkan yang kedua adalah “takut kepada Allah”.

Ini berbeda. Jika takut Corona kita harus menjauhinya, namun “takut kepada Allah”, kita justru harus mendekatinya. Ini yang dalam Al-Qur’an disebut:

إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ

“Di antara hamba-hamba Allah yang takut kepadaNya, hanyalah para ulama” (QS. Fathir [35]: 28)

Takut pada ayat tadi disebut dengan Yakhysa atau khasy-yah. Yang salah satu maknanya adalah:

هَيْئَةٌ فِيْ اْلقَلْبِ خُشُوْعِيَّةٌ اِنْكِسَارِيَّةٌ عِنْدَ تَصَوُّرِ وَصْفِ اْلعَظَمَةِ وَاسْتِحْضَارُهُ لَهَا

“Takluknya hati karena kebesaran Zat yang ditakuti”[4] (Dalam hal ini Allah)

Oleh karenanya, ketika seseorang merasa “khasy-yah” kepada Allah, ia akan semakin mendekat kepadaNya.

Hadirin, Jama’ah Ju’mat Rahimakumullah…

Tak ada kata “berlebihan” untuk “takut kepada Allah”.

Ketika rasa takut kita kepada Allah semakin besar, justru hal itu akan membuat kita akan semakin rajin beribadah. Akan banyak amalan yang kita kerjakan. Yang tentunya akan membuat kita semakin tenang karena dekat dengan Allah.

Mengapa? Karena Allah adalah Zat yang Maha Berkuasa dan Mampu atas segala sesuatu.

Dialah sumber dari segala obat. Sumber dari segala jalan keluar. Sumber dari semua solusi atas permasalahan yang kita hadapi sekarang ini. Dialah pemilik dunia dan akhirat. Kita adalah miliknya. Dan kepadaNya-lah kita memohon permohonan.

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

Ya Allah,

“Hanya kepada Engkau kami menyembah dan hanya kepada Engkau kami memohon pertolongan”[5]

Hadirin, Jama’ah Ju’mat Rahimakumullah…

Mendekat kepada Allah bisa dilakukan dengan banyak cara. Tinggal kita sesuaikan dengan kapasitas kita masing-masing. Ada yang takut kepada Allah, dia memperbanyak zikir. Ada yang takut Allah-nya ia buktikan dengan rajin salat sunah. Ada yang sedekah. Ada yang rajin membaca Al-Qur’an. Dan lain sebagainya.

Hadirin, Jama’ah Ju’mat Rahimakumullah…

Mengakhiri khotbah ini, izinkan khatib mengajak kita semua,

“Mari sama-sama kita mendekat kepada Allah Swt. Dengan cara kita masing-masing. Semampu kita, sekuat tenaga kita. Kita sama-sama memohon kepada Allah, semoga pandemi ini segera berakhir”.

Amin. Amin. Amin. Ya Rabbal ‘alamin.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِلْمُسْلِمِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ  

Khotbah Kedua

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ.

وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ.

اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا

أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا اللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ

وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.

اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ.

اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا إِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ.

رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.

عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ


[1] Mahasiswa Pascasarjana IIQ Jakarta, Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir

[2] QS. az-Zumar [39]: 62

[3] M. Quraish Shihab, Corona Ujian Tuhan (Tangerang: Lentera Hati, 2020).

[4] Muhammad Jamaluddin Al-Qasimi, Mahasin al-Takwil (Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyah, 1418), vol. 8, hal. 167.

[5] QS. al-Fatihah [1]: 5

Download Khutbah Jumat Harakah PDF di situs Harakah.ID. Link Download Khutbah Jumat Harakah PDF di situs Harakah.ID. Download Khutbah Jumat Harakah PDF ini di situs Harakah.ID. di sini.

REKOMENDASI

Macam-Macam Zakat yang Harus Kita Bayar Ketika Memenuhi Syarat

Harakah.id - Macam-macam zakat ini wajib kita bayar jika telah memenuhi syarat. Secara garis besar, ada dua macam zakat, yaitu zakat...

Kiai Ridwan Menggambar Lambang NU, Muncul dalam Mimpi dan Disetujui Kiai Hasyim

Harakah.id - Kiai Ridwan menggambar lambang NU berdasarkan mimpi dari salat istikharah yang dilakukannya. Lambang yang kemudian disetujui Kiai Hasyim Asy'ari...

“Kunikahi Engkau dengan Mahar Hafalan Surat Ar-Rahman”; Romantis Sih, Tapi Apa Boleh?

Harakah.id - Mahar hafalan surat-surat dalam al-Quran kian trend. Pasangan laki-laki yang menikahi seorang perempuan, akan semakin tampak romantis dan islami...

Muhaddis Garis Lucu, Historisitas Argumen Keabsahan Hadis dan Hal-Hal yang Tak Selesai

Harakah.id - Muhaddis Garis Lucu menampilkan satu kondisi dan situasi periwayatan di masa lalu. Bahwa tradisi periwayatan yang kemudian menjadi bahan...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...