Beranda Headline Dua Kiai Berdebat Soal Hukum Rokok; Anekdot Betapa Merumuskan Hukum Bukanlah Pekerjaan...

Dua Kiai Berdebat Soal Hukum Rokok; Anekdot Betapa Merumuskan Hukum Bukanlah Pekerjaan Asal-Asalan dan Main Tebak

Harakah.idDua kiai berdebat soal hukum rokok ini adalah anekdot dan gambaran mengenai betapa rumit dan sulitnya merumuskan sebuah hukum. Tidak asal-asalan, banyak pertimbangan yang diacu sebelum hukum atau fatwa keluar kepada khalayak.

Ini adalah sebuah anekdot tentang sulit dan rumitnya menentukan hukum lalu berfatwa. Sebuah kisah mengenai dimensi-dimensi hukum yang menjadikan fatwa begitu rentan jika disimpulkan dalam bentuk generalisasi non-kasuistik. Anekdot tentang dua kiat berdebat soal hukum rokok.

______

Suatu hari Kiai Salim dan Kiai Harun terlibat satu obrolan semi serius mengenai hukum rokok. Keduanya bersahabat sejak lama. Sejak nyantri di sebuah pesantren tua di Jawa Timur, keduanya memang dikenal sebagai tandem debat. Berbagai medan perhelatan Bahsul Masail sudah menjadi panggung keduanya untuk memperlihatkan keliahaiannya dalam menguasai teks-teks turast dan beretorika. Berdebat dan berdiskusi lalu menjadi kebiasaan sampai kedua memimpin pesantren masing-masing kini. Pertemuan yang awalnya hanya diniatkan untuk melepas rindu dan ngopi, ujung-ujungnya juga akan berakhir debat kusir dengan jawaban yang tak pernah bulat.

Setelah beberapa bulan tak bersua, Kiai Salim dan Kiai Harun akhirnya dipertemukan dalam sebuah acara tahunan organisasi keislaman tempat keduanya mengabdi. Seperti laiknya sahabat karib, keduanya pun terlibat dalam tawa dan kepulan asap rokok yang menyatu dengan kepulan asap kopi sore itu. Tak menunggu waktu lama, Kiai Salim dan Kiai Harun pun tiba di sebuah permasalahan mengenai hukum merokok ketika sedang ihram. Beberapa santri dan kiai muda yang hadir pun disuguhkan tontonan debat berbobot di antara dua kiai berpengaruh yang dikenal alim itu.

Menurut Kiai Salim merokok ketika ihram hukumnya haram karena rokok mengandung cengkeh. “Lho, cengkeh itu wangi Kiai! Sampean tanya ke pakar kue dan tataboga, mereka sepakat kalau cengkeh itu wangi!” kata Kiai Salim kepada Kiai Harun memperkuat argumentasinya. “Kalau wangi, ya sah berarti meng-ilhaq-kan cengkeh dengan wewangian. Hukumnya pun sama dengan parfum, minyak wangi dll… gak boleh dipake ketika ihram,” tambah Kiai Salim. Kiai Harun mendengarkan argumentasi sahabatnya dengan seksama sembari sesekali menyedot batang rokoknya.

Dalam kitab-kitab fikih, salah satu larangan orang berihram memang menggunakan wangi-wangian. Tapi apakah cengkeh rokok bisa dikategorikan wangi-wangian? Di situ Kiai Salim dan Kiai Harun berbeda pendapat. “Kalau menurut saya, gak pas cengkeh disamakan dengan parfum, Kiai… Wangi yang keluar dari cengkeh itu kan hanya dampak kimiawi saja. Kalau parfum kan jelas memang dibuat dan disemprotkan untuk wangi-wangian,” jelas Kiai Harun mengutarakan pendapatnya. “Yo kan tapi tetap wangi Kiai. Yang haram itu kan karena wanginya, bukan dzatnya!” Kiai Salim tampak sumringah mengetahui argumen sahabatnya tidak cukup kuat. Dengan telak Kiai Salim mentaukid pernyataannya, “Jadi ya tetap. Ketika ihram, orang gak boleh ngerokok. Pas itu sudah!”

“Oke. Kalau misalnya kita sepakat dengan kesimpulan seperti itu, lalu pertanyaannya…” Kiai Harun menghela untuk meneguk kopinya yang sisa setengah. Kiai Salim hanya tersenyum. “Apakah ketika orang ihram dilarang rokoan karena terdapat unsur cengkeh yang wangi, orang juga disunnahkan rokoan ketika shalat jumat?” Kiai Harun mulai mempermainkan logika dan filsafat hukumnya. Kiai Salim terhenyak dan kembali menghirup rokoknya. “ehmmm…” Kiai Salim terdiam. Keduanya tahu kalau pembahasan sudah selesai. Tak ada kesimpulan hukum rigid yang bisa disimpulkan soal hukum rokok. Keduanya pun tersenyum lalu beranjak mengakhiri perdebatan karena panitia sudah menghaturkan naik ke panggung acara.

______

Kisah dua kiai berdebat soal hukum rokok tersebut menunjukkan bahwa, sekali lagi, ada banyak pertimbangan yang harus digunakan dalam proses merumuskan hukum. Jadi, hukum sebenarnya tidak bisa digeneralisir. Karena mungkin satu orang dengan yang lain punya latar belakang masalah yang berbeda, yang membuat kesimpulan hukumnya juga berbeda.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

5 Ayat Al-Quran yang Menjadi Dalil Muslimah Punya Hak Untuk Bekerja

Harakah.id - Tulisan ini akan membahas lima ayat Al-Quran yang memberikan nilai-nilai filosofis, tentang kesetaraan hak antara laki-laki dan perempuan dalam hal...

Kepemimpinan Militer Laksamana Keumalahayati, “Inong Balee” di Benteng Teluk Pasai

Harakah.id - Keumalahayati menempuh pendidikan non-formalnya seperti mengaji di bale (surau) di kampungnya dengan mempelajari hukum-hukum Islam, sebagai agama yang diyakininya. Beliau...

Ketika Perempuan Menggugat dan Tuhan Mendengarnya, Kisah Khaulah Binti Tsa’labah

Harakah.id - Kisah perempuan yang menyuarakan keadilan sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad saw yang diabadikan kisahnya dalam al-Qur’an, yaitu dalam Qs....

2 Ummahatul Mukminin yang Terkenal Sebagai Muslimah Bekerja

Harakah.id - Muslimah yang memilih bekerja di era modern ini dapat meneladani kehidupan mereka. Mereka punya keahlian profesional, mereka beriman dan berakhlak...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Ijtihad dan Mujtahid adalah dua terminologi yang harus dipahami sebelum mencoba melakukannya. Hari ini kita banyak mendengar kata...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...