Beranda Khazanah Dulu Dianggap Bulan Sial, Ini Latar Belakang Penamaan Bulan Shafar

Dulu Dianggap Bulan Sial, Ini Latar Belakang Penamaan Bulan Shafar

Harakah.id – Dahulu, ada anggapan bagi orang-orang Arab bahwa bulan Shafar adalah bulan yang sial. Banyak mitos dan kepercayaan menyelimuti bulan ini.

Bulan Shafar adalah salah satu dari dua belas bulan Qamariyyah, tepatnya adalah bulan kedua setelah bulan Muharram. Dalam Lisanul ‘Arab, Ibn Mandzur memaparkan terkait penamaan bulan ini, mengapa ia dinamakan shafar atau kosong dalam bahasa Arab. Minimal terdapat tiga pendapat.

Pertama, dinamakan Shafar karena orang-orang Mekah terbiasa bepergian pada bulan ini, dan itu mengakibatkan kondisi Mekah menjadi sepi dan kosong tanpa penghuni.

Kedua, masyarakat Arab terbiasa berperang pada bulan ini, banyak terjadi peperangan antar kabilah. Kabilah yang kalah akan dirampas harta bendanya sehingga mereka tidak lagi memiliki harta, itulah mengapa bulan ini dinamakan bulan Shafar atau kosong. Berbeda dengan bulan-bulan lain yang diharamkan untuk berperang, seperti bulan Muharam, Dzulqa’dah, Dzulhijjah dan bulan Rajab.

Baca Juga: Bulan Safar Itu Bulan Sial? Tentang Mitos, Doa-Doa dan Bagaimana Seharusnya Seorang Mukmin Menyikapinya

Ketiga, pendapat ketiga ini didasarkan kepada banyaknya hadis-hadis Nabi Muhammad Saw., yang menyebut bahwa tidak ada kesialan di bulan Shafar. Itu artinya dahulu kala ada anggapan bagi orang-orang Arab bahwa bulan tersebut adalah bulan yang sial.

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى الله عَليْهِ وسَلَّمَ : لاَ عَدْوَى ، وَلاَ طِيَرَةَ ، وَلاَ هَامَةَ ، وَلاَ صَفَرَ.

Dari Ibn ‘Abbas, Rasulullah Saw. bersabda: “Tidak ada penyakit menular, tidak ada ramalan, tidak ada sial burung hantu dan tak ada sial bulan Shafar.” [HR. Abu Dawud]

Yang dimaksud dengan tidak ada burung hantu sebagaimana yang dipaparkan dalam Tuhfatul Ahwadzi bahwa orang-orang Arab dahulu kala sering merasa sial dengan adanya burung hantu. Mitos yang berkembang mengatakan bahwa ruh orang yang terbunuh tanpa diketahui pembunuhnya akan berubah menjadi burung hantu.

Baca Juga: Mengenal Sejarah, Arti Nama Dan Kisah di Balik Bulan-Bulan Hijriyah [Bagian 1]

Burung tersebut akan mengatakan “isquni/berilah aku minum”, namun ketika pembunuh diketemukan burung tersebut akan pergi. Pendapat lain mengatakan bahwa ruh tersebut berubah menjadi burung hantu, dan oleh masyarakat burung tersebut dinamakan dengan bangkai orang mati. Kedatangan Islam bertugas untuk menghapuskan mitos semacam ini.

Terkait dengan Shafar dalam hadis di atas, Abdul Muhsin Abbad menyebut bahwa yang dimaksud Shafar adalah penyakit yang ada di dalam perut, berupa cacing yang merusak organ.

Baca Juga: Perang Al-Abwa’, Perang Pertama Rasulullah yang Jarang Diceritakan

Pendapat lain mengatakan bahwa orang-orang Arab dahulu menganggap sial bulan shafar. Mereka memiliki kebiasaan mengharamkan yang halal dan menghalalkan yang haram, karena anggapan bahwa bulan shafar adalah bulan sial, maka mereka menganggapnya bulan haram yang tidak diperkenankan untuk berperang. Sedangkan bulan muharam adalah bulan yang baik untuk berperang.

Baca Juga: Wasiat Nabi Khidir untuk Para Pedagang Indonesia

REKOMENDASI

Macam-Macam Zakat yang Harus Kita Bayar Ketika Memenuhi Syarat

Harakah.id - Macam-macam zakat ini wajib kita bayar jika telah memenuhi syarat. Secara garis besar, ada dua macam zakat, yaitu zakat...

Kiai Ridwan Menggambar Lambang NU, Muncul dalam Mimpi dan Disetujui Kiai Hasyim

Harakah.id - Kiai Ridwan menggambar lambang NU berdasarkan mimpi dari salat istikharah yang dilakukannya. Lambang yang kemudian disetujui Kiai Hasyim Asy'ari...

“Kunikahi Engkau dengan Mahar Hafalan Surat Ar-Rahman”; Romantis Sih, Tapi Apa Boleh?

Harakah.id - Mahar hafalan surat-surat dalam al-Quran kian trend. Pasangan laki-laki yang menikahi seorang perempuan, akan semakin tampak romantis dan islami...

Muhaddis Garis Lucu, Historisitas Argumen Keabsahan Hadis dan Hal-Hal yang Tak Selesai

Harakah.id - Muhaddis Garis Lucu menampilkan satu kondisi dan situasi periwayatan di masa lalu. Bahwa tradisi periwayatan yang kemudian menjadi bahan...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...