Beranda Keislaman Muamalah Ekoteologi dalam Konsep Filsafat Islam Perspektif Syed Hussein Nasr

Ekoteologi dalam Konsep Filsafat Islam Perspektif Syed Hussein Nasr

Harakah.idDari konsep penjelasan di atas dapat diambil sebuah kesimpulkan bahwa ekoteologi adalah ilmu yang membahas mengenai interaksi yang terjadi di dalam lingkungan dan disesuaikan dengan ajaran agama Islam.

Hussein Nasr atau lengkapnya Syed Hussein Nasr ialah seorang filsuf Islam yang mempunyai pemahaman dalam beberapa ilmu, misalnya sains, tasawuf dan sains. Banyak orang yang mengenalinya karena beliau orang sangat pemberani dan melakukan kajian terhadap Barat. Beliau lahir saat tahun 1993 di negara Iran. Selesai lulus dari Massachusetts Institute of Technology dan mendapatkan gelar Sarjana Matematika dan Fisika, ia mendapatkan pelathian secara akademic di Amerika Serikat. Pada saat tahun 1973, Hussein Nasr membangun Imperial Iran Academy Of Philosophy yang di bimbing oleh Ratu Iran dengan tujuan untuk menyebarluaskan ilmu serta pengetahuan kuno dan juga mengkaji filsafat Islam. Tak terpungkiri, bahwa lembaga ini juga menarik hati ilmuwan Barat dan Timur.

Sayyed Hussein Nasr mempunyai pemikiran yang kontroversial dikarenakan pemikirannya yang unik dan dianggap khas serta murni. Keunikan pemikiran Sayyed Hussein Nasr ini mempercepat arus penyebaran gagasan-gagasannya, tidak hanya di dunia Islam tetapi juga dalam dunia barat. Pemikiran intelektual Sayyed Hussein Nasr ini dianggap terlalu kritis, ia pun dikenal mempunyai karakter pemikiran yang keras serta berani. Hal ini dibuktikan dalam pemikirannya terkait manusia yang telah tanpa sadar diisolasi oleh dunia barat dengan penyingkiran hakikat spiritual yang dijadikan tonggak kemanusiaan.

Manusia yang tidak mampu menjadikan spiritual sebagai tonggak kemanusiaan akan terjerumus ke dalam absolutisme ketuhanan. Seakan–akan manusia menetapkan bahwa diri manusia lah tuhan yang absolut itu.

Hussein Nasr juga mempunyai karya tulis dalam bentuk artikel dan buku. Selain itu, beliau  menjadi pengajar dalam bidang metafisika, teologi, sains, filsafat, arsitektur agama Islam menjadi modernitas, seni, kosmologi Islam yang lampau, maupun pluralisme. Nasr menjadi editor dalam buku ensiklopedia dan antologi, Misalnya Warisan Sufisme (1999), Sejarah Filsafat Islam (1996), Antologi Filsafat Persia(1999-2000), dan Spiritualisme Islam (1991).

Dalam mempublikasikan Islam dengan cara yang populer beliau menulis buku-buku untuk umum misalnya: Islam dan Nasib Manusia Modern (1975) , Islam Tradisional dalam Dunia Modern (1985) maupun Panduan Anak Muda Islam atas Dunia yang Modern (1998). Semua karya yang ditulis oleh Hussen Nasr diterjemahkan dalam 20 bahasa seperti: Jepang, Persia, Indonesia, Urdu, Poalndia, Perancis, Bosnia, Arab, Turki, Belanda.

Ia memberikan gambaran mengenai orang Islam dan Sufisme secara menarik terhadap penduduk di semua dunia pada kedua buku yang terakhir ia tulis yaitu Taman Kebenaran: Visi dan Janji Sufi, Tradisi Mistik Islam (2007), dan Jiwa Islam: Mempertahankan Nilai Kemanusiaan (2004).

Ekoteologi berasal dari kata ekologi dan teologi. Bisa dikatakan bahwa Ekologi adalah ilmu yang mengulas mengenai hubungan timbal balik antara lingkungan dengan organisme lainnya. Dapat dikatakan ekologi adalah ilmu dasar untuk mengetahui interaksi antara mahluk hidup dengan lingkungannya. Sedangkan teologi adalah ilmu yang membahas tentang hal-hal yang bersifat magis, dan di dalam konteks pemikiran Sayyed Hussein Nasr dimaknai dengan “Tuhan”.

Dari konsep penjelasan di atas dapat diambil sebuah kesimpulkan bahwa ekoteologi adalah ilmu yang membahas mengenai interaksi yang terjadi di dalam lingkungan dan disesuaikan dengan ajaran agama Islam. Bagaimana agama Islam pun turut ikut serta mengatur terkait hubungan antara alam serta mahluk hidup di sekitarnya. Dari ekoteologi ini kita dapat memahami hubungan antara alam, manusia dan Tuhan yang saling berkaitan. Menurut Hussein Nasr sendiri, manusia pada hakikatnya ialah bagian dari alam semesta.

Alam semesta dinobatkan sebagai reinterpretasi mengenai kehadirannya sedangkan manusia dinobatkan sebagai khalifatullah fi al-ardi (pemegang mandat Tuhan untuk mengelola di muka bumi)  sebagai suatu yang tidak dapat dijauhkan dari alam. Syed Hussein Nur menganggap bahwa sebuah kerusakan pada alam ini termasuk bentuk keangkuhan manusia dengan alamnya. Beliau mengatakan bawa kerusakan pada alam ini tidak jauh dari kurangnya spiritualimse dan religiusitas kehidupan manusia.

Pandangan ekoteologi Hussein Nasr tidak bisa dijauhkan dari pemikirannya mengenai konsep Allah dalam Islam dan kosmologi. Kosmologi memberikan pandangan terhadap manusia bahwasannya dalam agama Islam, Allah dipandang sebagai sesuatu yang transendental. Allah sebagai suatu realitas yang paling tinggi serta dijadikan sebagai suatu pusat kehidupan.

Jika Allah  adalah pusat  kosmos, maka semua kembali kepada ajaran yang paling mendasar dalam Islam, tauhid, yang berarti Tidak ada Tuhan selain Allah SWT, dan Allah SWT menempati kedudukan tertinggi di dalam kehidupan. Namun hal tersebut bukan hanya dipahami dalam konsep teologis, tetapi juga salam sumber dari metafisika agama Islam. Sehingga konsep pemikiran ekologi Sayyed Hussein Nasr ini saling berhubungan serta berkaitan dengan Kosep Allah dalam Islam dan Kosmologi. Hal ini dikarenakan Allah dijadikan sebagai suatu realitas tinggi dan disebutkan pula Allah adalah pengatur dari segala interaksi lingkungan dengan mahluk hidup di dalamnya. Lingkungan serta mahluk hidup akan selalu berkaitan dengan pusat kehidupan tertinggi.

Artikel kiriman dari Alvina Nanda Setiaputri, Mahasiswi Jurusan Filsafat Islam, UIN Surabaya.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Ketika Perempuan Menggugat dan Tuhan Mendengarnya, Kisah Khaulah Binti Tsa’labah

Harakah.id - Kisah perempuan yang menyuarakan keadilan sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad saw yang diabadikan kisahnya dalam al-Qur’an, yaitu dalam Qs....

2 Ummahatul Mukminin yang Terkenal Sebagai Muslimah Bekerja

Harakah.id - Muslimah yang memilih bekerja di era modern ini dapat meneladani kehidupan mereka. Mereka punya keahlian profesional, mereka beriman dan berakhlak...

Ini Risalah Lengkap Syaikhul Azhar Mengkritik Keras Keputusan Taliban Melarang Pendidikan Perempuan

Harakah.id - Salah satu yang mengeluarkan kritik adalah Syaikhul Azhar, Syaikh Ahmad Tayeb. Berikut adalah pernyataan lengkap beliau. Berbagai...

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Ijtihad dan Mujtahid adalah dua terminologi yang harus dipahami sebelum mencoba melakukannya. Hari ini kita banyak mendengar kata...