Beranda Khazanah Emas Dan Perak, Satu-Satunya Penghuni Surga Yang Tidak Sedih Ketika Adam Diturunkan...

Emas Dan Perak, Satu-Satunya Penghuni Surga Yang Tidak Sedih Ketika Adam Diturunkan Ke Bumi

Harakah.idEmas dan perak merupakan logam mulia. Sampai hari ini, harga dan kedudukannya sebagai perhiasan masih sangat tinggi. Di balik kemuliaan emas dan perak, ternyata ada kisah unik yang terjadi di masa Nabi Adam.

Investasi emas menjadi bisnis yang cukup menjanjikan bagi sebagian orang. Hal ini tak lepas dari nilai benda berwarna kuning keemasan tersebut yang relatif stabil. Maksud dari ‘stabil’ di sini tidak berarti harga emas akan selalu naik, tetapi arti dari ‘stabil’ di sini adalah nilai mata uang emas yang dapat menyesuaikan perkembangan waktu hingga beberapa tahun ke depan. Berbeda dengan uang yang mengalami penurunan nilai dalam beberapa tahun ke depan. Bahasa sederhananya seperti ini; harga emas di tahun 1990 dapat menyesuaikan nilai mata uang di tahun 2020 ̶ nilainya naik ̶ , sedangkan uang 50.000 di tahun 1990 tidak dapat menyesuaikan nilai mata uang di tahun 2020 ̶ nilainya anjlok ̶ .

Banyak faktor yang membuat nilai emas tetap stabil. Di antaranya sebab tingkat kepadatan emas sangat tinggi, sehingga mudah disimpan. Selain itu, emas juga tidak bisa rusak atau dirusak. Faktor-faktor inilah yang membuat emas cukup menarik minat para investor, namun terdapat faktor historis juga yang membuat emas begitu istimewa. Faktor historis ini ternyata juga berhubungan dengan kisah Nabi Adam yang turun dari surga menuju bumi. Penjelasan ini disebutkan oleh Imam Nawawi dalam Nashoih al-Ibad ̶ penjelasan kitab al-Munabbihat ‘ala al-Isti’dad li Yaum al-Ma’ad karya Syaikh Syihabuddin bin Hajar al-Asqolani ̶ . Bagaimanakah korelasi antara nilai emas yang stabil dengan penurunan Nabi Adam?

Dikisahkan bahwa ketika Nabi Adam diturunkan oleh Allah dari surga ke bumi, segala sesuatu ̶ para penghuni surga yang bersanding dengan Nabi Adam selama di surga ̶ merasa sedih kecuali emas dan perak. Saat semuanya merasa sedih atas sebuah kepergian, emas dan perak justru merasakan hal yang sebaliknya.

Akhirnya, Allah menanyakan alasan kedua logam mulia tersebut tetap merasa biasa-biasa saja atas kepergian Nabi Adam (dan Siti Hawa juga tentunya) di saat penghuni surga lainnya merasakan kesedihan yang mendalam. Allah berkata, “Sungguh Aku telah menempatkan kalian berdua ̶ emas dan perak ̶ hidup berdampingan dengan salah satu hamba-Ku ̶ Nabi Adam ̶ yang kemudian aku pisahkan kalian dengannya karena sebuah kesalahan. Lantas, semua penghuni surga bersedih hati karena kepergiannya, sementara kalian berdua justru tidak susah sedikitpun. Mengapa?”

Keduanya pun menjawab, “Duhai Tuhan-ku sekaligus Tuan-ku, Engkau sungguh lebih tahu atas segala hal yang melatarbelakangi keputusanmu menjadikan kami berdua bertetangga dengan-nya ̶ Nabi Adam ̶ dan ia juga selalu taat kepada-Mu. Maka ketika ia membuat sebuah kesalahan dengan cara melanggar atas hal yang telah Kau larang dan Engkau menurunkan ia dari surga, maka mengapa kami berdua harus sedih? Wajar saja, orang yang salah mendapatkan hukuman.”

Mendengar jawaban mengagumkan dari emas dan perak, Allah pun berkata, “Demi Kemuliaan dan Keagungan-Ku, akan kumuliakan kalian berdua ̶ emas dan perak ̶ hingga segala sesuatu tak akan diperoleh kecuali menggunakan kalian berdua.” 

Semenjak saat itu, kedua logam mulia tersebut menjadi tolok ukur perhiasan. Keindahan perempuan menjadi paripurna saat telah dihiasi dengan emas dan perak. Mata uang pada zaman dulu pun juga menggunakan emas dan perak. Dinar untuk menyebut kepingan emas dan dirham untuk menyebut kepingan perak. Hingga saat ini, emas dan perak tetap mendapatkan kemuliaannya lewat sebutan ‘Logam Mulia’. 

Wallahu A’lam

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Ketika Perempuan Menggugat dan Tuhan Mendengarnya, Kisah Khaulah Binti Tsa’labah

Harakah.id - Kisah perempuan yang menyuarakan keadilan sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad saw yang diabadikan kisahnya dalam al-Qur’an, yaitu dalam Qs....

2 Ummahatul Mukminin yang Terkenal Sebagai Muslimah Bekerja

Harakah.id - Muslimah yang memilih bekerja di era modern ini dapat meneladani kehidupan mereka. Mereka punya keahlian profesional, mereka beriman dan berakhlak...

Ini Risalah Lengkap Syaikhul Azhar Mengkritik Keras Keputusan Taliban Melarang Pendidikan Perempuan

Harakah.id - Salah satu yang mengeluarkan kritik adalah Syaikhul Azhar, Syaikh Ahmad Tayeb. Berikut adalah pernyataan lengkap beliau. Berbagai...

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Ijtihad dan Mujtahid adalah dua terminologi yang harus dipahami sebelum mencoba melakukannya. Hari ini kita banyak mendengar kata...