fbpx
Beranda Keislaman Ibadah Empat Kriteria Hewan Kurban dalam Islam, Teliti Sebelum Membeli

Empat Kriteria Hewan Kurban dalam Islam, Teliti Sebelum Membeli

Harakah.id – Sangat tepat jika kita teliti sebelum membeli. Jangan sampai, sudah keluar uang untuk membeli hewan ternak, tetapi ternyata hewan yang kita beli belum memenuhi syarat hewan kurban secara syar’i.

Sebulan sebelum memasuki bulan Dzulhijah, para pedagang biasanya sudah mulai menjajakan hewan kurban di berbagai sudut kota. Sejumlah kebun kosong berubah fungsi menjadi kandang sementara waktu. Hal ini tentu memudahkan masyarakat yang ingin membeli langsung hewan kurban.

Tetapi terkadang ada yang bingung bagaimana cara yang benar memilih hewan kurban. Hewan seperti apakah yang boleh digunakan berkurban. Apa saja syarat hewan kurban dalam Islam. Hewan apa saja yang boleh dijadikan kurban? Inilah sejumlah pertanyaan yang biasa muncul ketika akan membeli hewan kurban.

Sangat tepat jika kita teliti sebelum membeli. Jangan sampai, sudah keluar uang untuk membeli hewan ternak, tetapi ternyata hewan yang kita beli belum memenuhi syarat hewan kurban secara syar’i.

nucare-qurban

Di sinilah kita perlu mempelajari sejumlah syarat hewan yang boleh dijadikan kurban pada Hari Raya Idul Adha 2020 nanti.

Dalam aturan menyembelih hewan kurban, Islam telah menentukan hewan yang boleh digunakan untuk berkurban. Hewan tersebut berupa hewan ternak berupa unta, sapi, dan kambing.

Namun, apakah semua ketiga jenis hewan tersebut boleh dipakai berkurban? Ternyata tidak. Masih ada kriteria lain yang mesti diperhatikan dalam memilih hewan kurban. Imam Ibnu Qasim di dalam kitabnya Fathul Qarib al-Mujib menerangkan bawah kriteria tersebut adalah:

1. Sehat sentosa
2. Gemuk/ tidak kurus krempeng
3. Berkaki sempurna sehingga jalannya tidak pincang
4. Anggota badannya lengkap, seperti mata, telinga, ekor, dsb.

Hal ini didasarkan kepada sabda Rasulullah SAW:
“Empat hewan tidak boleh dijadikan kurban. Hewan yang buta, yang tampak jelas kebutaannya. Hewan yang sakit, yang tampak jelas sakitnya. Hewan pincang yang tampak jelas pincangnya. Hewan yang kurus dan lemas yang tak punya sumsum tulang.” (HR. Al-Tirmidzi).

Berbeda jika hewan yang hendak dipakai berkurban telah dikebiri dan/atau tanduknya terpotong, baik sebagian atau seluruhnya, dalam hal ini mendapatkan toleransi. Artinya, hewan yang dikebiri atau tidak memiliki tanduk tetap sah dan bisa untuk dijadikan hewan kurban. Sebab, kedua faktor ini bukanlah cacat yang signifikan yang dapat mempengaruhi terhadap kesehatan hewan tersebut.

Demikian penjelasan tentang syarat-syarat hewan kurban. Semoga sudah jelas ya dan bermanfaat untuk kalian. Semoga kurban kalian diterima dan kalian mendapatkan pahala yang besar dari Allah.

- Advertisment -

REKOMENDASI

Ada Pahala Besar di Balik Anjuran Berpuasa di 10 Hari Pertama Bulan Dzul Hijjah

Harakah.id - Ada amalan lain yang disunnahkan bagi umat Islam pada bulan Dzul Hijjah, yaitu berpuasa. Di Bulan ini, kita sangat...

Lima Nilai Keutamaan Bulan Dzul Hijjah yang Harus Kamu Ketahui!

Harakah.id - Pada dasarnya, semua hari maupun bulan itu sama. Hanya kualitas perbuatan pribadi masing-masing saja yang membedakannya. Akan tetapi, Islam...

Cara Rasulullah Mendoakan Orang Sakit dan Kesunnahannya yang Tidak Gugur Meski Pandemi

Harakah.id – Menjenguk dan mendoakan orang yang sakit adalah sunnah. Namun di masa pandemi, ketika berkontak fisik dilarang, apakah kesunnahannya berangsur...

Tradisi Bertawassul Sudah Ada Sejak Zaman Ulama Salaf, Ini Buktinya…

Harakah.id - Pada zaman ini sebagian umat Islam dibingungkan tentang boleh tidaknya tawassul. Padahal tawassul sudah menjadi amalan rutin kebanyakan kaum muslimin. Entah dari...

TERPOPULER

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Hari ini kita banyak mendengar kata ijtihad. Bahkan dalam banyak kasus, ijtihad dengan mudah dilakukan oleh banyak orang, yang...

Jarang Disampaikan, Ternyata Inilah Keutamaan Beristri Satu dalam Islam

Harakah.id - Sunnah hukumnya bagi laki-laki untuk mencukupkan satu istri saja, sekalipun pada dasarnya ia diperbolehkan untuk menambahnya lagi.

Satu Kata dalam Al-Quran Yang Cara Bacanya Aneh

Harakah.id - Di antara kata Alquran terdapat kata yang cara bacanya tidak lazim. Berikut adalah contohnya. Membaca Alquran harus...

Jangan Tertipu, Ini 10 Ciri-Ciri Al-Mahdi yang Datang di Akhir Zaman

Harakah.id ­- Keterangan datangnya dan ciri-ciri Al-Mahdi bersumber dari hadis-hadis Nabi Saw. Di antara tanda-tanda akhir zaman adalah...