Beranda Keislaman Ibadah Empat Kriteria Hewan Kurban dalam Islam, Teliti Sebelum Membeli

Empat Kriteria Hewan Kurban dalam Islam, Teliti Sebelum Membeli

Harakah.id – Sangat tepat jika kita teliti sebelum membeli. Jangan sampai, sudah keluar uang untuk membeli hewan ternak, tetapi ternyata hewan yang kita beli belum memenuhi syarat hewan kurban secara syar’i.

Sebulan sebelum memasuki bulan Dzulhijah, para pedagang biasanya sudah mulai menjajakan hewan kurban di berbagai sudut kota. Sejumlah kebun kosong berubah fungsi menjadi kandang sementara waktu. Hal ini tentu memudahkan masyarakat yang ingin membeli langsung hewan kurban.

Tetapi terkadang ada yang bingung bagaimana cara yang benar memilih hewan kurban. Hewan seperti apakah yang boleh digunakan berkurban. Apa saja syarat hewan kurban dalam Islam. Hewan apa saja yang boleh dijadikan kurban? Inilah sejumlah pertanyaan yang biasa muncul ketika akan membeli hewan kurban.

Sangat tepat jika kita teliti sebelum membeli. Jangan sampai, sudah keluar uang untuk membeli hewan ternak, tetapi ternyata hewan yang kita beli belum memenuhi syarat hewan kurban secara syar’i.

Di sinilah kita perlu mempelajari sejumlah syarat hewan yang boleh dijadikan kurban pada Hari Raya Idul Adha 2020 nanti.

Dalam aturan menyembelih hewan kurban, Islam telah menentukan hewan yang boleh digunakan untuk berkurban. Hewan tersebut berupa hewan ternak berupa unta, sapi, dan kambing.

Namun, apakah semua ketiga jenis hewan tersebut boleh dipakai berkurban? Ternyata tidak. Masih ada kriteria lain yang mesti diperhatikan dalam memilih hewan kurban. Imam Ibnu Qasim di dalam kitabnya Fathul Qarib al-Mujib menerangkan bawah kriteria tersebut adalah:

1. Sehat sentosa
2. Gemuk/ tidak kurus krempeng
3. Berkaki sempurna sehingga jalannya tidak pincang
4. Anggota badannya lengkap, seperti mata, telinga, ekor, dsb.

Hal ini didasarkan kepada sabda Rasulullah SAW:
“Empat hewan tidak boleh dijadikan kurban. Hewan yang buta, yang tampak jelas kebutaannya. Hewan yang sakit, yang tampak jelas sakitnya. Hewan pincang yang tampak jelas pincangnya. Hewan yang kurus dan lemas yang tak punya sumsum tulang.” (HR. Al-Tirmidzi).

Berbeda jika hewan yang hendak dipakai berkurban telah dikebiri dan/atau tanduknya terpotong, baik sebagian atau seluruhnya, dalam hal ini mendapatkan toleransi. Artinya, hewan yang dikebiri atau tidak memiliki tanduk tetap sah dan bisa untuk dijadikan hewan kurban. Sebab, kedua faktor ini bukanlah cacat yang signifikan yang dapat mempengaruhi terhadap kesehatan hewan tersebut.

Demikian penjelasan tentang syarat-syarat hewan kurban. Semoga sudah jelas ya dan bermanfaat untuk kalian. Semoga kurban kalian diterima dan kalian mendapatkan pahala yang besar dari Allah.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...