Beranda Keislaman Akhlak Enam Kunci Belajar Agama, No 5 dan 6 Seringkali Diabaikan Ustadz Jaman...

Enam Kunci Belajar Agama, No 5 dan 6 Seringkali Diabaikan Ustadz Jaman Now!

Harakah.id Belajar agama tidak bisa otodidak. Ia harus memiliki pijakan yang kuat dan guru yang tepat. Tujuannya, agar pemahamannya tentang agama tidak sembrono dan dapat dipertanggungjawabkan.

Syeikh al-Zarnuji dalam Kitabnya Ta’limul Muta’allim menjelaskan bahwa ada 6 syarat utama yang harus dipersiapkan seorang pelajar sebelum memulai perjalanan keilmuannya;

Cerdas. Dalam artian seorang pelajar mesti memiliki potensi akal yang mumpuni guna menyerap ilmu yang diberikan seorang guru. Ketiadaan potensi akal semacam ini tentu akan menjadi kesulitan tersendiri bagi seseorang yang sedang menempuh proses pembelajaran, sebaliknya, kecerdasan seorang pelajar akan mempercepat proses penyerapan ilmu, baik dari penjelasan guru yang dia dengarkan maupun buku yang dia baca.

Baca Juga: Ustaz Evi Efendi yang Masih Perlu Belajar Bahasa Arab. Mengapa?

Semangat. Semangat seorang pelajar untuk mencari ilmu menumbuhkan sikap bersungguh-sungguh dalam belajar. Tidak adanya semangat menjadi sebab utama seorang pelajar malas dan tidak memiliki target dalam proses belajarnya.

Sabar. Kesabaran dibutuhkan seorang pelajar karena ilmu pengetahuan tidak datang begitu saja. Ada proses panjang dan susah yang harus ditempuh, sehingga kesabaran seorang pelajar sangat menentukan akhir dari proses belajarnya.

Punya Biaya. Rihlah, buku dan mencari guru tentu butuh biaya. Seorang pelajar juga mesti menyiapkan bekal pembiayaan guna memenuhi segala kebutuhannya terkait proses belajar yang akan dilakoninya.

Berguru. Guru berfungsi untuk mengarahkan seorang pelajar kepada pemahaman yang benar terkait suatu ilmu pengetahuan. Guru juga menjadi contoh yang akurat bagaimana ilmu tersebut diwujudkan dalam tingkah laku dan praktek keseharian. Belajar tanpa guru bisa menyebabkan seorang pelajar tersesat, baik dalam memahami maupun mengamalkan ilmu yang diperolehnya.

Jangka Waktu yang Lama. Mendapatkan ilmu tidaklah instan dan bisa ditempuh dalam jangka waktu yang sebentar. Pergumulan seorang pelajar dengan guru dan materi yang dipelajarinya harus ditempuh dalam jangka waktu yang panjang sehingga dia mampu mencerna secara utuh ilmu yang dipelajarinya tersebut. Oleh karena itu, ketersediaan waktu yang panjang merupakan salah faktor yang menentukan bagi kesuksesan belajar seseorang.

Baca Juga: Empat Tips dari Imam al-Ghazali Agar Mendapatkan Ilmu Tanpa Harus Ngotot Belajar

Jadi itulah enam kunci suksesnya belajar, utamanya belajar agama Islam. keenam-enamnya harus sama-sama ditunaikan agar ilmu yang didapat bisa dipertanggungjawabkan, benar, manfaat dan menuai keberkahan.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

5 Tips Menjaga Hafalan Al-Quran Menurut Sunnah Rasulullah SAW

Harakah.id - Aku akan menjelaskan ke kalian tentang hadits yang aku yakin hadits ini akan sangat bermanfaat untuk teman-teman penghafal Qur’an.

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...