Beranda Keislaman Muamalah Etika Dialog Di Medsos Menurut Syaikh al-Azhar Muhammad Sayyid Tanthawi, Penting Diketahui!

Etika Dialog Di Medsos Menurut Syaikh al-Azhar Muhammad Sayyid Tanthawi, Penting Diketahui!

Harakah.idEtika dialog di medsos, meski sudah sering disampaikan, mesti sering diulang. Hal ini karena medsos seringkali menjadi gelanggang pertikaian dialog yang tidak etis. Karena itu, medsos seringkali menjadi media baku hantam dibandingkan media komunikasi santun dan dialog tabayyun. Inilah etika dialog di medsos menurut Syeikh Muhammad Sayyid Tanthawi.

Salah satu ciri dari media sosial ialah keberadaannya sebagai komunikasi yang bisa dilakukan secara timbal balik. Dalam artian, komunikasi yang berjalan antara dua arah atau lebih yang mana satu pendapat bisa dikomentari oleh pihak lain dan seterusnya. Selain itu, fungsi besar  dari adanya media sosial adalah sebagai media masyarakat untuk berdialog, berdiskusi, dan mencurahkan sebuah pendapat. Islam telah mengajarkan kebebasan untuk berekspresi menyampaikan sebuah pendapat mencakup kritik atau saran. Ini menjadi sebuah keniscayaan bagi umat muslim agar tak terkekang oleh zaman.

Syaikh al-Azhar Muhammad Sayyid Tanthawi dalam kitabnya Adab al-Hiwar Fi al-Islam fokus menjelaskan tentang dasar-dasar etika dialog dalam Islam. Di antara etika-etika yang telah diajarkan oleh syariat Islam ialah mengatur dan mencermati adanya dialog, perdebatan, atau sebuah diskusi. Sayyid Tanthawi mengungkap delapan etika dialog di medsos, yaitu:

Baca Juga: Prinsip Empat Pilar Aswaja Untuk Medsos Kita yang Lebih Teduh Nan Bersahaja

Pertama, dialog yang disampaikan harus berdasarkan kejujuran dan jauh dari beita bohong atau Hoax yang bisa membawa masalah besar ke publik. Dalam al-Quran surat Thaha(20):47-48 telah terungkap bahwa orang-orang yang mencintai kebaikan selalu berkata benar dan menutup rapat pintu kebohongan. Ayat tersebut berbunyi:

فَأْتِيَاهُ فَقُولَا إِنَّا رَسُولَا رَبِّكَ فَأَرْسِلْ مَعَنَا بَنِي إِسْرَائِيلَ وَلَا تُعَذِّبْهُمْ قَدْ جِئْنَاكَ بِآيَةٍ مِنْ رَبِّكَ وَالسَّلَامُ عَلَى مَنِ اتَّبَعَ الْهُدَى (47) إِنَّا قَدْ أُوحِيَ إِلَيْنَا أَنَّ الْعَذَابَ عَلَى مَنْ كَذَّبَ وَتَوَلَّى (48

“Sesungguhnya kami berdua adalah utusan Tuhanmu, maka lepaskanlah Bani Israil bersama kami dan janganlah kamu menyiksa mereka. Sesungguhnya kami telah datang kepadamu dengan membawa bukti (atas kerasulan kami) dari Tuhanmu. Keselamatan itu dilimpahkan kepada orang yang mengikuti petunjuk. Sesungguhnya telah diwahyukan kepada kami bahwa siksa itu (ditimpakan) atas orang-orang yang mendustakan dan bepaling. (QS.Thaha(20):47-48)

Kedua, kajiannya tematik (Maudhu’iyyah) dan bersikap objektif terhadap permasalahan. Setiap topic pembicaraan diharapkan untuk fokus pada sasaran masalah atau intisari sebuah dialog. 

Ketiga, memiliki dalil/argument yang kuat serta logika yang benar. Seperti kisahnya Nabi Ibrahim dengan raja yang bernama Namrud. Raja Namrud telah membantah Nabi Ibrahim tentang keesaan dan  kekuasaan Allah. Nabi Ibrahim berusaha mengajaknya ke jalan Allah namun raja tersebut membangkangnya. Karena kecerdasan Ibrahim, ia tak melawannya dengan hawa nafsu. Ibrahim menjawab dengan argument yang terdapat dalam surat al-Baqarah ayat 258. 

Keempat, setiap individu atau kelompok harus mempunyai satu tujuan, tiada lain untuk menjelaskan kebenaran suatu masalah yang dipersilisihkan. Imam al-Ghazali dalam Ihya Ulum al-Din,beliau menjelaskan ketika dua pihak sedang berdiskusi harus bersikap seperti orang yang mencari benda hilang. Keduanya tidak membedakan apakah dirinya sendiri atau temannya yang menemukan barang tersebut. Keduanya saling memandang dan menganggap mitra atau penolong bukan sebagai kompetitor atau lawan.

Baca Juga: Dari Imam Madzhab Kita Belajar, Tabayyun Jadi Kunci Agar Tak Terprovokasi dan Saling Benci

Kelima, selalu rendah hati dan sopan santun. Ada sebuah kisah dalam al-Quran tentang dialog Nabi Syu’aib dengan kaumnya. Nabi Syu’aib memiliki sifat tawadhu, sopan, dan bijaksana. Dalam surat Hud(11):88 meupakan kisah Nabi Syuaib: 

قَالَ يَاقَوْمِ أَرَأَيْتُمْ إِنْ كُنْتُ عَلَى بَيِّنَةٍ مِنْ رَبِّي وَرَزَقَنِي مِنْهُ رِزْقًا حَسَنًا وَمَا أُرِيدُ أَنْ أُخَالِفَكُمْ إِلَى مَا أَنْهَاكُمْ عَنْهُ إِنْ أُرِيدُ إِلَّا الْإِصْلَاحَ مَا اسْتَطَعْتُ وَمَا تَوْفِيقِي إِلَّا بِاللَّهِ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيبُ (88

Artinya: Wahai kaumku,bagaimana pendapatmu jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku dan aku dianugerahiNya rezeki yang baik dan aku tidak bekehendak menyalahi kamu dengan mengejakan apa yang kamu larang. Aku tidak bermaksud kecuali mendatangkan kebaikan selama aku masih mampu. Dan tidak ada taufiq bagiku melainkan dengan pertolongan Allah. Kepadanya aku pasrah dan kepadaNya aku kembali.

Keenam, membatasi masalah secara telitu dengan tidak melakukan generalisasi (al-Ta’mim). Belajar untuk memantaskan kata pada tempatnya yang benar. Syaikh Tanthawi menegaskan jikalau orang yang berdebat itu senang merenung (Tadabbur) al-Quran, ia akan berhati-hati dalam menetapkan suatu hukum. 

Ketujuh, menghormati dan menghargai pendapat orang yang mengerti dan faham dalam masalah yang dibahas.  Orang yang berakal sehat jika menghadapi sebuah perbedaan dan perselisihan, ia berpendapat tiada lain untuk mencapai dan mendapatkan suatu kebenaran yang bermanfaat bagi masyarakat, bahkan diri sendiri.

Delapan, memberi kesempatan dan waktu yang luas pada setiap individu yang berdialog. Hal ini bertujuan untuk menampakkan kebenaran dan menghilangkan kebatilan.

Baca Juga: Hukum Ubah Foto faceApp dalam Islam, Jawaban Buya Yahya

Inilah delapan etika dialog di medsos menurut Syeikh Sayyid Tanthawi. Delapan etika yang penting sekali dipahami sekaligus diterapkan untuk menciptakan situasi media sosial kita yang sejuk dan berkualitas.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...