Beranda Kolom Fatima Mernissi dan Sekelumit Problem Keperempuanan dalam Islam

Fatima Mernissi dan Sekelumit Problem Keperempuanan dalam Islam

Harakah.id Fatima Mernissi adalah salah satu perempuan yang seringkali diacu dan dirujuk kala berbicara tentang peran perempuan dalam Islam. Dia dianggap sebagai feminis yang rajin memperjuangkan kesetaraan gender.

Seorang perempuan yang sering dianggap makhluk lemah, precious yang disamakan dengan berlian, yang harus dilindungi dan dijaga. Perempuan yang memilih untuk menggeluti dunia karirnya dan berhasil sukses, seringkali dijudge karena dianggap sudah menelantarkan anak dan suaminya. sementara itu ketika kesuksesan menyertai laki-laki, banyak apresiasi yang mengiringinya karena dianggap sebagai husband goal. 

Seorang perempuan yang sering gagal dalam dunia pendidikan dikarenakan banyak gunjingan yang seolah menurunakan mental dan derajat mereka. Tidak sedikit yang berasumsi bahwa “untuk apa seorang perempuan berpendidikan tinggi? Toh nantinya juga akan menjadi ibu rumah tangga, yang hanya berkewajiban mengurus seorang anak dan suami.”

Banyak orang yang berasumsi bahwa seorang perempuan adalah makhluk paling benar. Lantas bagaimana dengan beberapa persoalan tersebut yang yang seakan menjatuhkan mental dan kedudukan seorang perempuan? Seakan kedudukan perempuan harus dibawah seorang laki-laki dalam semua hal. Bukan hanya dalam hal kepemimpinan saja, tapi juga dalam segi pendapatan, bahkan juga dalam dunia pendidikan. 

Ketika perempuan menjabat menjadi seorang pemimpin tidak sedikit masyarakat yang menganggapnya tidak layak karena telah mendahului laki-laki, dipihak lain juga terdapat beberapa yang menentang karena mempersoalkan perihal gander. Namun jika kita membicarakan tentang kesetaraan gander mungkin tidak akan ada habisnya. Apalagi kita sebagai warga Negara Indonesia yang masih menjunjung tinggi ideologi patriarki, diaman ideology tersebut selalu menempatkan kedudukan laki-laki lebih tinggi dibanding perempuan. Sehingga munculah nilai-nilai maskulinitas sebagai simbol kekuasaan seorang laki-laki. 

Terdapat tokoh wanita muslim yang banyak mengkirtisi akan beberapa hadis yang sanad dan matanya meragukan seorang perempuan. Ia adalah Fatima Mernissi berasal dari Maroko. Ia juga seorang sosiolog. Fatima Mernissi adalah salah satu seorang tokoh feminisme dari keluarga menengah di Fes Maroko. Ia juga terkenal dengan argument nya yang mengatakan bahwa “jika beberapa hak perempuan dijadikan masalah bagi kaum laki-laki maka hal itu bukan karena Al-Qur’an atau Nabi, bukan juga karena adanya tradisi agama islam. Melainkan karena hak-hak tersebut yang bertentangan dengan kepentingan kelompok terpilih kaum laki-laki.

Feminisme adalah sebuah gagasan kajian yang mencakup luas akan kehidupan sosial dan pengalaman manusia yang berpusat pada perempuan. Dengan sejarah yang menceritakan perjalanan lika-liku dalam mewujudkan keadilan bagi kemanusian lebih tepatnya pada kesetaraan gender. 

Berbicara tentang keadilan dan kesetaraan gender Fatima mernissi mengembangkan isu tersebut dengan mengangkat pembicaraan yang mempermasalahkan tentang hak perempuan ketika memegang jabatan sebagai pemimpin. Sehingga banyak mengundang kontroversi pro-kontra.

Hadirnya gerakan feminisme dalam islam disebabkan karena adanya ketidakadilan masyarakat dalam memperlakukan kaum perempuan. Banyaknya masyarakat yang tidak setuju ketika terdapat seorang perempuan yang menempati kedudukan tertinggi dalam suatu forum perkumpulan, sedangkan didalam suatu forum tersebut masih ada seorang laki-laki yang selama ini dianggap sebagai manusia yang memilki kedudukan tertinggi. 

Sedangkan dalam ajaran islam secara tegas disebutkan bahwa kedudukan seorang laki-laki dan perempuan dihadapan Allah SWT adalah sama, terutama dalam melakukan amar ma’ruf nahi munkar. Hal ini tercermin pada firman Allah surat An Nahl ayat 97 yang berarti: ”Barangsiapa mengerjakan amal sholeh baik pria maupun wanita dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih besar dari apa yang telah mereka kerjakan” (Al Mushaf, 1949 H: 417) 

Didalam al-qur’an maupun hadist tidak ada satu konsep pun yang membatasi seorang perempuan untuk menjadi pemimpin. Tidak  ada satu ayatpun yang menjelaskan akan larangan perempuan untuk menjadi pemimpin. Bahkan di dalam Al-Qur’an digambarkan suatu ilustrasi seorang figure perempuan yang cukup menarik, bernama Ratu Balqis yang konon hidup dimasa Nabi Sulaiman. Ia dijadikan sebagai simbol pemimpin perempuan yang memiliki sebuah kerajaan yang super-power. 

Makna terpenting dari kepemimpinan adalah bahwa pada diri manusia terdapat tanggung jawab yang harus diemban dan dilaksanakan dengan penuh amanah. Adapun konsep dasar islam tentang kepemimpinan terdapat pada surat Al-Baqarah ayat 30 yang berarti; “Allah menciptakan manusia laki-laki dan perempuan untuk menjadi pemimpin.” Kata pemimpin tersebut dalam arti yang cukup luas, yakni pemimpin pemerintahan, pemimpin pendidikan, pemimpin keluarga, dan juga pemimpin dirinya sendiri. 

Dari uraian diatas penulis dapat menyimpulkan bahwa menjadi seorang perempuan bukanlah suatu hal yang mudah. Terdapat beberapa hal yang banyak menimbulkan kontroversi. Mulai dari segi penampilan, dunia pendidikan, pendapatan perekonomian, dan yang lebih banyak diperdebatkan saat ini adalah dalam segi kepemimpinan. 

Dilahirkan sebagai seorang wanita sudah menjadi sebuah takdir yang kita tidak bisa mengelak dan memilih. Seorang perempuan yang sering dianggap sebagai makhluk lemah, namun bukan berarti tidak layak untuk dijadikan sebagai pemimpin. Bisa diambil contoh, saat ini banyak seorang perempuan yang menjadi pemimpin, justru bisa membawa kemakmuran dan kemajuan masyarakat. Salah satunya yakni ibu Tri Rismaharini mantan wali kota Surabaya yang sekarang naik pangkat menjadi Menteri Sosial Republik Indonesia.

REKOMENDASI

Muslim Tapi Musyrik, Kerancuan Stigma dan Pemikiran Kaum Salafi Terkait Konsep Kafir dan Syirik

Harakah.id - Muslim tapi Musyrik adalah stigma dan status yang tampaknya baru lahir belakangan ini. Penyebabnya adalah, ada sebagian kelompok yang...

Kalau Hidup Anda Terasa Sempit Dan Sesak, Coba Amalkan dan Baca Shalawat Fatih Pelapang...

Harakah.id – Shalawat Fatih ini cocok dibaca ketika anda merasa hidup sesak dan sempit. Di satu situasi, kita seringkali merasa hidup...

Kita Sering Diceritakan, Bahwa Di Awal Penciptaan, Seluruh Malaikat Bersujud Kepada Nabi Adam. Benarkah...

Harakah.id - Malaikat bersujud kepada Nabi Adam adalah hal atau peristiwa yang seringkali dikisahkan dalam kisah-kisah permulaan Adam diciptakan oleh Allah....

Syukur Bisa Diungkapkan Dengan Banyak Cara, Salah Satunya Dengan Sujud. Ini Doa Ketika Sujud...

Harakah.id - Sujud Syukur adalah salah satu bentuk ungkapan yang terima kasih dan bersyukur. Syekh Nawawi dalam Nihayah al-Zain, mengutarakan ada...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...