Beranda Kabar Fatwa Mufti Mesir: Tidak Boleh Menolak Pemakaman Korban Covid-19

Fatwa Mufti Mesir: Tidak Boleh Menolak Pemakaman Korban Covid-19

Harakah – Apabila seseorang meninggal dunia karena terinfeksi virus Corona, maka dia dihukumi syahid di sisi Allah karena dia telah sakit dan menderita sementara dia bersabar dan ikhlas menjalaninya demi mengharap ridha Allah sampai dia berpulang kepada-Nya.

Maraknya kasus penolakan pemakaman korban Covid 19 mendorong Dewan Fatwa Republik Arab Mesir mengeluarkan fatwa terkait masalah ini.
Berikut bunyi lengkap pernyataan Mufti Republik Arab Mesir, Prof. Dr. Syauqi Allam:

Dengan menyebut Nama Allah Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Shalawat dan salam paling sempurna senantiasa tercurahkan kepada junjungan orang-orang terdahulu dan orang-orang yang datang kemudian, Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga dan sahabat beliau hingga hari kiamat tiba.

Allah Swt berfirman,

وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ وَحَمَلْنَاهُمْ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنَاهُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَفَضَّلْنَاهُمْ عَلَى كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيلًا

“Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.” (QS. al-Isra`: 70)

Penghormatan ilahi ini diberikan Allah Swt kepada manusia, bahkan sesudah dia meninggal dunia. Dalam hal ini, tidak ada perbedaan antara muslim dan non-muslim, sebagaimana tidak ada perbedaan antara kaya dan mikin, serta sehat dan sakit.

Semuanya mendapatkan penghormatan Tuhan.

Di antara bentuk penghormatan terpenting kepada manusia setelah ruh keluar dari jasadnya adalah bersegera memandikan, menshalati, mengiring jenazahnya ke pemakanan dan menguburkannya.

Aturan ini disepakati oleh seluruh umat Islam semenjak era Rasulullah Saw hingga sekarang. Sampai-sampai begitu begitu sering kita mengutip ucapan Imam Ayyub as-Sakhtiyani, “Memuliakan mayit adalah dengan menguburkannya.”

Pemuliaan ini diperkuat hadits yang diriwayatkan oleh Imam al-Baihaqi dalam kitabnya, Syu’ab al-Iman, dari Ibnu Umar, ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah Saw bersabda,

إِذَا مَاتَ أَحَدُكُمْ فَلَا تَحْبِسُوهُ وَأَسْرِعُوا بِهِ إِلَى قَبْرِهِ

“Jika salah seorang di antara kalian meninggal dunia, maka janganlah menunda-nunda pemakamannya, akan tetapi segera antarkan ia ke kuburnya.”

Berdasarkan hadits di atas, siapapun tidak boleh melarang saudaranya sesama manusia dari mendapat kehormatan dan hak ilahi, berupa penguburan jasadnya. Hal ini sebagaimana difirmankan Allah Swt,

مِنْهَا خَلَقْنَاكُمْ وَفِيْهَا نُعِيْدُكُمْ وَمِنْهَا نُخْرِجُكُمْ تَارَةً أُخْرَى

“Dari bumi (tanah) itulah Kami menjadikan kalian dan kepadanya Kami akan mengembalikan kalian dan darinya Kami akan mengeluarkan kalian pada kali yang lain.” (QS. Thaha: 55)

Selanjutnya, dalam keadaan bagaimanapun, tidak diperbolehkan melakukan hal-hal yang mengarah bullying atau perundungan (verbal atau nonverbal) yang sekiranya membuat orang terinfeksi Corona tersinggung (semoga Allah Swt menyembuhkan mereka), dan tidak boleh pula menciptakan kerumunan di tengah proses pemakaman yang sekiranya membuat keluarga pasien Corona yang meninggal dunia tidak nyaman.

Tidak diperbolehkan pula melakukan provokasi seperti menolak pemakaman para syahid korban virus Corona, di mana penolakan seperti ini sama sekali tidak ada hubungannya sedikit pun dengan nilai-nilai agama dan moral kita.

Apabila seseorang meninggal dunia karena terinfeksi virus Corona, maka dia dihukumi syahid di sisi Allah karena dia telah sakit dan menderita sementara dia bersabar dan ikhlas menjalaninya demi mengharap ridha Allah sampai dia berpulang kepada-Nya.

Apabila yang meninggal dunia berasal dari kalangan medis (dokter atau perawat) yang menghadapi kematian setiap saat bahkan rela mempertaruhkan nyawanya demi keselamatan orang lain, maka mengapresiasi, menghormati dan memuliakan hak-haknya adalah wajib.

Bahkan bercepat-cepat dalam memuliakan mereka, itu lebih wajib lagi.

Diwajibkan secara wajib kifayah atas setiap orang muslim yang di lingkungannya ditemukan ada korban meninggal dunia karena virus Corona, untuk segera menguburkannya sesuai tuntunan syariat, dibarengi dengan mengikuti prosedur kesehatan yang telah ditentukan oleh institusi kesehatan terkait demi menjamin keamanan dan keselamatan orang lain yang turut menyaksikan dan demi menjamin tidak adanya penyebaran virus Corona di area pemakaman dan sekitarnya.

Terakhir, kami mengajak seluruh masyarakat Mesir agar berupaya menutup pintu-pintu fitnah (kekacauan) dengan cara tidak mendengarkan dan tidak mengikuti kabar-kabar hoaks yang tendensius dan supaya hanya mendengarkan arahan dari para ulama dan ahli kesehatan.

Kami juga mengajak agar satu sama lain saling menasehati, mengasihi dan tolong-menolong di dalam kebaikan dan ketakwaan. Hendaklah kita menjadi seperti yang disabdakan oleh Rasulullah Saw,

اَلْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا

“Seorang mukmin dengan mukmin lainnya bagaikan satu bangunan yang satu sama lain saling menguatkan.”

Kita memohon kepada Allah agar mempersatukan abrisan kita, menunjukkan kepada kita jalan kebenaran dan menjauhkan kita dari fitnah yang terang-terangan dan tersembunyi. Dan akhir dari doa kita adalah segala puji hanya bagi Allah Swt, Tuhan semesta Allah.

Prof. Dr. Syauqi Allam,
Mufti Republik Arab Mesir

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

5 Tips Menjaga Hafalan Al-Quran Menurut Sunnah Rasulullah SAW

Harakah.id - Aku akan menjelaskan ke kalian tentang hadits yang aku yakin hadits ini akan sangat bermanfaat untuk teman-teman penghafal Qur’an.

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...