Beranda Muslimah Fethullah Gulen, Perempuan Dapat Mengubah Rumah Menjadi Surga

Fethullah Gulen, Perempuan Dapat Mengubah Rumah Menjadi Surga

Harakah.id Seorang perempuan dapat merubah rumah menjadi taman surgawi dan orang yang mendiami rumah tangga tersebut seakan menjadi penghuni surga.

Fethullah Gulen adalah salah satu tokoh Muslim terkemuka. Bernama lengkap Hocaeffendi Muhammad Fethullah Gulen, asal Turki. Ia memiliki sejumlah pandangan terkait perempuan. Isu yang banyak dibicarakan dalam dunia kontemporer.

Menurut Fethullah Gulen, perempuan adalah makhluk yang diciptakan untuk menyeimbangkan kehidupan. Jika Allah tidak menciptakan makhluk bernama perempuan, maka hukum syar’i umat manusia pasti tidak akan berkembang seperti sekarang ini.

Namun dalam perkembangannya, perempuan seringkali mengalami perilaku yang sangat tidak  mengenakan, antara lain kekerasan, hingga  pelecehan seksual, dan perilaku tersebut sudah ada sejak lama dalam kehidupan mereka selama ini.

Bahkan di masa lalu, peradaban yang dianggap maju pada masa itu, seperti Romawi dan Persia, memperlihatkan sikap buruk terhadap perempuan yang menjadikanya budak hawa nafsu.

Ketika Islam muncul dalam peradaban, maka hal itu mengubah semua pandangan tentang perempuan. Maka dalam pandangan  Hocaeffendi, perempuan dapat dilihat dari tiga aspek, yaitu pertama, kualitas perempuan, kedua peran perempuan dalam masyarakat, dan ketiga sikap perempuan di depan laki-laki.

Perempuan adalah makhluk yang unik yang mana bisa mencampurkan antara kasih sayang dengan keberanian dalam hal mendidik generasi. Generasi-generasi yang sukses hadir dari perempuan-perempuan yang hebat dan berkualitas, karena dari merekalah awal dari setiap pembelajaran yang diterima dari seorang anak yang kelak akan hadir untuk mengarungi semua hiruk pikuk kehidupan di  dunia ini. Sehingga kualitas perempuan salah satu hal yang penting dalam diri perempuan, maka  bagaimana bisa seorang ibu mendidik anak-anak nya menjadi generasi terbaik jika ibu tersebut tidak memiliki pengetahuan untuk diajarkan kepada anaknya.

Maka, sangatlah heran jika segelintir orang yang mengatakan bahwa buat apa perempuan belajar jauh-jauh hingga S2 atau S3 yang pada akhirnya hanya akan menjadi ibu rumah tangga. Hal inilah  yang salah dalam pandangan sebagian orang, karena tugas menjadi ibu rumah tangga adalah tugas yang besar, sebab dari rumah lah muncul orang-orang hebat di masa depan yang tercipta dari didikan dan ajaran  ibu-ibu yang berkualitas dan generasi yang tumbuh ditangannya dapat merasakan makna hidup yang benar di bawah asuhanya. 

Kemudian peran perempuan di masyarakat sangatlah fundamental bahkan menurut sejarah konstribusi mereka terhadap bangsanya tidak kalah signifikan dibandingkan dengan para tentara yang berjuang di medan perang melindungi tanah air kita dan bangunan masa depan kita hanya akan dicapai dengan memberikan peran yang besar bagi perempuan yang telah menjaga fitrah mereka, yang penuh dengan kebajikan dan dilengkapi dengan ilmu pengetahuan.

Seperti yang telah dibahas di atas bahwa guru pertama manusia adalah perempuan, karena merekalah yang memastikan pendidikan yang baik untuk anak-anak dan menjaga kedamaian dan harmoni dalam keluarga. Kata kata yang paling menarik dari Hocaeffendi adalah “Seorang perempuan dapat merubah rumah menjadi taman surgawi dan orang yang mendiami rumah tangga tersebut seakan menjadi penghuni surga”.

Terakhir adalah sikap perempuan di hadapan laki-laki, dalam pandangan Hocaeffendi Muhammad Fethullah Gulen, perempuan dan laki-laki tidak bisa dibandingkan antara satu sama lain ibarat udara oksigen dan nitrogen yang dimana kita tidak bisa menyatakan keungulan elemen kimia yang satu dengan yang lainya, dan kita juga tidak seharusnya memandang laki-laki atau perempuan berada diatas atau dibawah yang lainya.

Sudah semestinya laki-laki dan perempuan saling bersinergi untuk menciptakan suatu generasi yang mampu merubah dunia menjadi lebih baik dengan kasih sayang dan cinta yang tercemin dari orang tua. Mereka adalah dua sisi yang utuh, dua sisi dari satu yang sama dan hidup menjadi pengalaman yang menyenakan ketika mereka bersama, dari mereka tercipta keseimbangan hidup karena ketika kasih sayang dan kehalusan berpadu dengan kekuatan dan tekad yang kuat maka keseimbangan dalam struktur keluarga dan masyarakat tidak akan tegak tanpa keduanya berada dalam perpaduan ini.

Tentu dalam ajaran Islam pun menggali sistem yang sangat mengapresiasi posisi perempuan. Islam tidak hanya lantang dalam menyeruakan mengenai kehormatan dan kelembutan perempuan tertapi menerima tempat yang sama dengan laki-laki yaitu sama sebagai makhluk ciptaan tuhan dan hak hukum.

Sangat menarik analisis yang dikembangan oleh Hocaeffendi terkait dengan pandanganya terhadap perempuan, hal tersebut harus nya dapat  mengubah pandangan dan empati kita terhadap kaum perempuan dimanapun. Pendekatan melalui dialog-dialog yang dilakukan akan lebih efektif dalam merubah persfektif masyarakat terhadap kaum perempuan ditambah dengan media-media yang memudahkan kita dalam bersuara terkait dengan hak-hak perempuan dengan konten-konten yang edukatif akan sangat membantu proses transfer ilmu terhadap kebanyakan orang, semoga.  

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Ketika Perempuan Menggugat dan Tuhan Mendengarnya, Kisah Khaulah Binti Tsa’labah

Harakah.id - Kisah perempuan yang menyuarakan keadilan sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad saw yang diabadikan kisahnya dalam al-Qur’an, yaitu dalam Qs....

2 Ummahatul Mukminin yang Terkenal Sebagai Muslimah Bekerja

Harakah.id - Muslimah yang memilih bekerja di era modern ini dapat meneladani kehidupan mereka. Mereka punya keahlian profesional, mereka beriman dan berakhlak...

Ini Risalah Lengkap Syaikhul Azhar Mengkritik Keras Keputusan Taliban Melarang Pendidikan Perempuan

Harakah.id - Salah satu yang mengeluarkan kritik adalah Syaikhul Azhar, Syaikh Ahmad Tayeb. Berikut adalah pernyataan lengkap beliau. Berbagai...

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Ijtihad dan Mujtahid adalah dua terminologi yang harus dipahami sebelum mencoba melakukannya. Hari ini kita banyak mendengar kata...