Beranda Keislaman Hikmah Filosofi Manusia Idaman dalam Kitab Ilmu Nahwu Klasik, Tulus dan Berguna

Filosofi Manusia Idaman dalam Kitab Ilmu Nahwu Klasik, Tulus dan Berguna

Harakah.idKitab klasik ini memang berisikan qoidah dasar mengenai ilmu Nahwu, tapi mungkin banyak yang tidak sadar bahwa dibalik qoidah nahwu yang terkandung dalam kitab ini mempunyai filosofi tersendiri. Filosofi manusia idaman, yang tulus dan berguna.

Apa kalian pernah mengkaji kitab Jurumiyah? Kitab klasik yang masyhur bagi kalangan para santri pesantren-pesantren salaf. Kitab yang berisi qoidah dasar ilmu Bahasa Arab, yaitu Nahwu. Karena kitab ini berisi tentang qoidah-qoidah dasar Ilmu Nahwu, tak jarang kalangan para santri pesantren salaf ini menghafalkan setiap kalimat yang terkandung di dalamnya.

Kitab klasik ini memang berisikan qoidah dasar mengenai ilmu Nahwu, tapi mungkin banyak yang tidak sadar bahwa dibalik qoidah nahwu yang terkandung dalam kitab ini mempunyai filosofi tersendiri. Jika tak percaya mari coba kita lihat bab pertama dari kitab ini, yaitu Bab Kalam. Qoidah mengenai kalam dalam kitab ini ternyata mempunyai makna filosofi tersendiri tentang manusia.

الانسان هو اللفظ المركب المفيد بالوضع

Jika biasanya kita temukan dalam kitab klasik ini, tertuliskan “al kalamu huwa allafdzu,,,” di sini penulis menggantinya dengan al-Insanu

Lalu bagaimana mengartikannya jika demikian? Bagaimana maksudnya?

Al-Insan atau manusia adalah lafadz. Lafadz bermakna setiap suara yang mengandung huruf-huruf hijaiyah di dalamnya, sebagaimana yang kita ketahui bahwa huruf hijaiyah itu adalah Bahasa Arab, dan Bahasa Arab adalah afshoh al-Lughoh (bahasa yang paling fasih dan paling mulia). Artinya, manusia adalah makhluk mulia yang diciptakan oleh Allah. Lihatlah surat At-Thin, 

لقد خلقنا الإنسان في أحسن تقويم

Aku (Allah) telah menciptakan manusia dalam sebaik-baiknya (mulia) bentuk.

Kemudian selanjutnya manusia adalah al-Murokab. al-Murokab bermakna tersusun dari dua kalimat atau lebih. Artinya manusia diciptakan tersusun dari berbagai susunan, tersusun dari berbagai bagian, tersusun dari berbagai anggota tubuh. Manusia mempunyai kedua tangan dan kaki, manusia mempunyai kedua telinga dan mata, dan bagian-bagian lainnya. Kemudian juga tersusun mulai dari tulang yang berbalutkan daging serta di dalamnya terdapat darah yang mengalir melalui pembuluh, yang kemudian diselimuti oleh kulit.

Kemudian juga manusia adalah al-Mufid. al-Mufid bermakna memberi pemahaman dan memberi faidah atau manfaat. Jadi manusia itu harus bisa memberikan manfaat bagi sekitarnya, karena kita tahu bahwa;

 خير الناس أنفعهم للناس   

Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi yang lain.

Jika ada manusia yang hidup akan tetapi dalam hidupnya tidak bisa memberikan manfaat bagi yang lainnya, maka kehidupannya tersebut tidak bermakna dan keberadaannya tersebut tidaklah dianggap, atau kita biasa menyebutnya sebagai وجوده كعدمه, yang artinya keberadaannya seperti tak ada.

Yang terakhir adalah bil-Wadz’i. Bil-Wadz’i bermakna disengaja, maksudnya diucapkan dengan sengaja dan dengan sadar. Di dalam syarah kitab Jurmiyah dijelaskan bahwa Wadz’un ada dua, yaitu Wadz’un Arobiyun dan Wadz’un ‘Am. Jadi setiap manusia itu ketika melakukan sesuatu hendaknya disengaja atau diniati, terlebih lagi hendaknya diniati dengan niat yang baik. Agar apa-apa yang telah dilakukannya bernilai kebaikan dan bernilai ibadah. Karena segala sesuatu itu memang tergantung dengan niat awalnya, sebagaimana dalil yang biasa kita dengar yaitu;

 إنما الأعمال بالنية

Segala perbuatan akan bergantung dengan niatnya

Demikianlah sedikit ulasan mengenai filosofi manusia yang terkandung kitab klasik Jurmiyah, tepatnya pada bab Kalam. Tanpa kita sadari, sebenarnya filosofi kehidupan dapat kita temukan dari berbagai macam sumber, tempat, dan apapun itu. Tinggal bagaimana kita menyikapinya dan menafsirkannya, serta melihat-melihat nilai yang tersirat di dalamnya. Wallahu a’lam.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

5 Tips Menjaga Hafalan Al-Quran Menurut Sunnah Rasulullah SAW

Harakah.id - Aku akan menjelaskan ke kalian tentang hadits yang aku yakin hadits ini akan sangat bermanfaat untuk teman-teman penghafal Qur’an.

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...