Beranda Keislaman Hikmah Gagal Berzina Gara-Gara Sebuah Buku, Kisah Penuh Hikmah

Gagal Berzina Gara-Gara Sebuah Buku, Kisah Penuh Hikmah

Harakah.id Pintu tobat dapat berupa apa saja. Inilah kisah seorang raja yang gagal berzina gara-gara sebuah buku. Sebuah kisah penuh hikmah.

Tobat adalah satu di antara bentuk hidayah yang diberikan oleh Sang Penguasa Semesta kepada makhluk ciptaan-Nya. Selain itu, hidayah yang diperoleh oleh setiap manusia, bisa saja berbeda-beda antara satu manusia dengan manusia lainnya. Ada manusia yang mendapatkan hidayah setelah melihat tetesan air yang dapat melubangi sebuah batu besar yang sangat keras.

Ada juga manusia yang mendapatkan hidayah sebab melihat sebuah masjid yang tetap berdiri kokoh pasca diterjang bencana tsunami, padahal bangunan-bangunan besar di sekitarnya sudah hancur lebur. Dan masih banyak model-model manusia mendapatkan hidayah-hidayah yang lainnya.

Satu di antara model lainnya adalah seorang raja yang mendapatkan hidayah lewat sebuah buku. Kisah ini terdapat dalam kitab Raudhah al-Muhibbin wa Nuzhah al-Musytaqin karya Imam Ibn Qayyim al-Jauziyah. Berikut kisah penuh hikmah secara lengkapnya.

Al-Husain bin Muhammad ad-Damaghani mengisahkan bahwa terdapat seorang raja yang pergi ke hutan untuk berburu. Di tengah perburuannya, sang raja terpisah dari rombongan hingga terlantar (terlunta-lunta) di tengah-tengah hutan dan akhirnya memasuki sebuah pedesaan di dekat hutan. Di desa tersebut, sang raja melihat seorang perempuan cantik yang membuat nafsu birahi raja muncul. Sang raja berusaha membujuk dan merayu si perempuan cantik untuk melayani nafsu birahi sang raja. Si perempuan cantik akhirnya memberikan jawaban dengan berkata, “Badanku masih kotor. Biarkan aku mandi terlebih dahulu. Setelah badanku wangi dan segar, aku akan menemuimu lagi.”

Perempuan cantik tersebut memasuki rumahnya untuk membersihkan diri. Selang beberapa saat, ia keluar sambil membawa sebuah buku dan berkata kepada raja, “Bacalah terlebih dahulu segala hal yang tertulis di dalam buku ini. Setelah selesai kau baca, aku akan menemuimu lagi.”

Sang raja segera membuka buku tersebut dan mulai membaca halaman demi halaman. Ternyata isi dari buku yang diberi oleh si perempuan cantik tersebut adalah hukuman yang telah disiapkan oleh Allah bagi manusia-manusia yang berbuat zina. Akhirnya, sang raja meninggalkan perempuan cantik tersebut dan pergi meninggalkan pedesaan tersebut.

Ketika suami dari perempuan cantik tersebut tiba, si perempuan cantik menceritakan peristiwa yang telah dialaminya dengan raja yang tersesat tadi. Sang suami justru takut dan tidak mau mendekati perempuan cantik (istrinya sendiri), karena takut sang raja akan kembali dan menjadikannya sebagai selir. Puncaknya, si suami memutuskan untuk meninggalkan istrinya begitu saja. 

Si perempuan cantik menjadi sedih, lalu menceritakan kepergian suaminya kepada keluarganya. Mendengar hal tersebut, keluarga pihak perempuan pergi menemui si suami dengan tujuan mengajak si suami menghadap raja dan menyelesaikan masalah di antara mereka. Di hadapan raja, keluarga pihak perempuan berkata, “Kami memiliki sebidang tanah yang dikuasai oleh seseorang. Dia tidak mau menggarapnya dan juga tidak mau mengembalikannya kepada kami. Dia membiarkan tanah itu terlantar begitu saja.”

Raja segera memandang si suami dan bertanya, “Bagaimana menurutmu?”

Si suami menjawab, “Aku melihat sebidang tanah tersebut dijaga oleh seekor singa yang sangat buas, sehingga aku takut memasuki tanah itu. Apalagi menggarapnya”.

Sang raja tersenyum tanda memahami kalimat yang disampaikan oleh si suami. Sang raja lalu berkata, “Garaplah kembali tanah itu, karena singa yang sangat engkau takuti tidak akan pernah memasuki sebidang tanah itu lagi. Sebaik-baik tanah adalah tanah milikmu”.

Akhirnya, si suami kembali lagi kepada istrinya (perempuan cantik) dan raja menemui sebuah hidayah lewat buku yang diberikan oleh si perempuan cantik.

Demikian kisah penuh hikmah ini semoga kalian dapat mengambil pelajaran darinya. Jika kalian ingin mendapatkan lebih banyak kisah penuh hikmah lainnya, silakan baca buku Ibn Qayyim Al-Jawziyah.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Ketika Perempuan Menggugat dan Tuhan Mendengarnya, Kisah Khaulah Binti Tsa’labah

Harakah.id - Kisah perempuan yang menyuarakan keadilan sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad saw yang diabadikan kisahnya dalam al-Qur’an, yaitu dalam Qs....

2 Ummahatul Mukminin yang Terkenal Sebagai Muslimah Bekerja

Harakah.id - Muslimah yang memilih bekerja di era modern ini dapat meneladani kehidupan mereka. Mereka punya keahlian profesional, mereka beriman dan berakhlak...

Ini Risalah Lengkap Syaikhul Azhar Mengkritik Keras Keputusan Taliban Melarang Pendidikan Perempuan

Harakah.id - Salah satu yang mengeluarkan kritik adalah Syaikhul Azhar, Syaikh Ahmad Tayeb. Berikut adalah pernyataan lengkap beliau. Berbagai...

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Ijtihad dan Mujtahid adalah dua terminologi yang harus dipahami sebelum mencoba melakukannya. Hari ini kita banyak mendengar kata...