Beranda Keislaman Tafsir Gambaran Indahnya Persahabatan Rasulullah dengan Abu Bakar dalam Al-Quran

Gambaran Indahnya Persahabatan Rasulullah dengan Abu Bakar dalam Al-Quran

Harakah.idDi antara sekian banyak sahabat Rasulullah Abu Bakar merupakan sahabat Nabi yang paling dekat dibanding sahabat yang lain.

Abu Bakar dalam Al-Quran. Dalam menjalankan kehidupan tentunya kita sebagai makhluk sosial perlu berinteraksi dengan orang lain, didalam melakukan aktivitas sehari-hari kita melupakan sesuatu yang penting yaitu sahabat.

Hubungan persahabatan terjalin karena sahabat orang yang hadir dalam kehidupan kita, terkadang orang sering mengabaikannya, walaupun demikian sahabat, teman, merupakan orang yang senantiasa hadir dalam kehidupan kita.

Rasulullah ketika menjalani kehidupan di Makkah dan di Madinah beliau selalu dikelilingi oleh para sahabat beliau yang mulia diantara Abu bakar, Umar, usman, Ali, Ibnu Mas’ud, Abu Darda dan lainnya.

Di antara sekian banyak sahabat Rasulullah Abu Bakar merupakan sahabat Nabi yang paling dekat dibanding sahabat yang lain. Dalam Hadits shahih Bukhari dan Muslim:

“Sekiranya aku diizinkan oleh Allah untuk menjadikan seseorang sebagai khalil (kekasih), niscaya aku jadikan Abu Bakar sebagai khalilku (kekasihku), akan tetapi ia adalah saudara dan sahabatku, sedangkan Allah telah menjadikan sahabat kalian ini (diriku) sebagai khalilnya” (HR. Bukhari, no. 3656 dan Muslim, no. 2383).

Hadits ini menunjukkan dekatnya Hubungan Rasulullah dengan Abu Bakar As-Siddiq, yang dimana Abu Bakar merupakan sahabat Assabiqul Awwalun ( sahabat yang awal masuk Islam) Rasulullah Saw bersahabat dengan Abu Bakar sejak di zaman Jahiliah,  Abu Bakar adalah sahabat Nabi yang tidak suka mengikuti kebiasaan orang Jahilayah seperti menyembah berhala, minum khamar, mengundi nasib dan lainnya.

Di antara tanda kesetiaan Abu Bakar adalah ketika menemani Nabi Muhammad Saw berhijrah ke Madinah, Ketika kaum kafir Quraisy dan kaum musyrikin Makkah bersekutu untuk membunuh Nabi maka Allah memerintahkan Rasulullah untuk berhijrah ke kota Madinah, maka Nabi mengajak Abu Bakar menemani beliau untuk hijrah.

Nabi Muhammad Saw dan Abu Bakar As-Siddiq pergi meninggalkan kota Mekkah diam-diam pertama-tama mereka menaiki gunung paling tinggi di Makkah jabal Tsur, ketika didepan gua Abu Bakar berkata kepada nabi Ya Rasulullah jangan engkau masuk dulu, biar aku yang masuk jika ada hewan berbisa atau semacamnya Menyengatmu kemudian engkau meninggal semua orang akan menangis dan Wahyu akan terputus jika aku yang meninggal maka yang hanya anak dan istri ku saja, maka Abu Bakar Masuk menutupi semua lubang yang ada gua tersebut, mereka di Jabal Tsur selama tiga hari.

Maka orang kafir Quraisy Mengutus pasukan berkuda, pejalan kaki, pelacak jejak sama-sama berupaya keras untuk melakukan pencarian dan menyebar sampai ke lereng-lereng perbukitan dan tidak membuahkan hasil akhir sampai didepan gua, saat itu Abu Bakar melihat kaki mereka dari bawah Gua maka Nabi menenangkan Abu Bakar yang dimana Allah SWT cantumkan dalam Al-Qur’an Surah At-Taubah ayat 40:

اِلَّا تَنْصُرُوْهُ فَقَدْ نَصَرَهُ اللّٰهُ اِذْ اَخْرَجَهُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا ثَانِيَ اثْنَيْنِ اِذْ هُمَا فِى الْغَارِ اِذْ يَقُوْلُ لِصَاحِبِهٖ لَا تَحْزَنْ اِنَّ اللّٰهَ مَعَنَاۚ

Artinya: Jika kamu tidak menolongnya (Muhammad), sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir mengusirnya (dari Mekah); sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, ketika itu dia berkata kepada sahabatnya, “Jangan engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita… hingga akhir ayat. (QS At-Taubah:40)

Ayat di atas menjelaskan persahabatan Rasulullah dengan Abu Bakar dalam Al-Quran. Di dalam Tafsir Ibnu Katsir: “disebutkan jika kamu tidak menolongnya yakni menolong Rasulnya, maka sesungguhnya Allah lah penolongnya, penopang dan pelindungnya,” ketika dia dikeluarkan oleh orang-orang Kafir, sedang ia adalah, salah seorang dari dua orang yakni, pada peristiwa hijrah, ketika orang-orang musyrik berkeinginan membunuh, memenjarakan atau membuangnya, lalu beliau hijrah lalu ditemani sahabatnya, Abu Bakar bin Abu Quhafah, ditengah perjalanan kedua singgah di Jabal Tsur selama tiga hari, untuk mengecoh rombongan yang mengejarnya. Abu Bakar sempat ketakutan ketika rombongan pengejar berada diatas Jabal Tsur, Abu Bakar berkata Ya Rasulullah jika  mereka melihat kebawah maka habis lah kita.

Di dalam buku Sirah Nabawiyah karya Syekh Syafiyyurrahman Al-Mubarakfuri Imam Bukhari meriwayatkan dari Anas dari Abu Bakar dia berkata: “ Aku di sisi Nabi Saw di Jabal Tsur, aku mengangkat kepalaku ke atas aku melihat kaki-kaki mereka musyrikin Quraisy lantas aku berkata:” Ya Rasulullah andaikata sebagian mereka menoleh ke bawah pasti dia dapat melihat kita,  beliau berkata: diamlah Abu Bakar, apa pendapatmu engkau sangka kita berdua maka Allah yang ketiga. Demikian persabatan Rasulullah dan Abu Bakar dalam Al-Quran.

Hikmah yang bisa diambil dari persahabatan Rasulullah dengan Abu Bakar adalah:

1, Abu Bakar menunjukkan kesetiaan kepada nabi dengan ikut hijrah bersama Rasulullah

2.hikmah nya adalah bahwa peristiwa hijrah nya Nabi dan Abu Bakar butuh pengorbanan dan perjuangan yang sangat berat.

3. Hijrahnya Rasulullah dari Makkah ke Madinah, Nabi meninggalkan kota kaum musyrikin menuju kota Yang mau menerima Islam (Madinah).

4. karena keteguhan hati pertolongan dari Allah SWT Rasulullah dengan Abu Bakar bisa Melawati tekanan kaum Kafir Quraisy yang ingin membunuh mereka, perjalanan hijrah memang sangat melelahkan dan berat karena banyak tekanan dari kaum Kafir Quraisy, yang dimana Nabi Muhammad Saw dan Abu Bakar As-Siddiq yang telah kuatkan Allah SWT untuk hijrah meninggalkan kota Makkah yang pada saat itu kota Makkah di kuasai oleh kaum Kafir Quraisy.

5. Sahabat adalah orang yang senang menolong dan memberi motivasi kita ketika kita berada dalam  ketakutan sebagaimana nabi memenangi Abu bakar ketika ketakutan di Jabal Tsur.

Artikel kiriman dari Mohd Roziansyah, Mahasiswa Ilmu Al-Quran dan Tafsir, IAIN Langsa, Aceh.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Ketika Perempuan Menggugat dan Tuhan Mendengarnya, Kisah Khaulah Binti Tsa’labah

Harakah.id - Kisah perempuan yang menyuarakan keadilan sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad saw yang diabadikan kisahnya dalam al-Qur’an, yaitu dalam Qs....

2 Ummahatul Mukminin yang Terkenal Sebagai Muslimah Bekerja

Harakah.id - Muslimah yang memilih bekerja di era modern ini dapat meneladani kehidupan mereka. Mereka punya keahlian profesional, mereka beriman dan berakhlak...

Ini Risalah Lengkap Syaikhul Azhar Mengkritik Keras Keputusan Taliban Melarang Pendidikan Perempuan

Harakah.id - Salah satu yang mengeluarkan kritik adalah Syaikhul Azhar, Syaikh Ahmad Tayeb. Berikut adalah pernyataan lengkap beliau. Berbagai...

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Ijtihad dan Mujtahid adalah dua terminologi yang harus dipahami sebelum mencoba melakukannya. Hari ini kita banyak mendengar kata...