Beranda Keislaman Akhlak Guru Belajar Kepada Muridnya, Kenapa Tidak? Itu Tandanya Kealiman Seseorang Sudah Menjinakkan...

Guru Belajar Kepada Muridnya, Kenapa Tidak? Itu Tandanya Kealiman Seseorang Sudah Menjinakkan Ego Dalam Dirinya

Harakah.idGuru belajar kepada muridnya, kenapa tidak? Banyak kok contohnya. Seperti Kiai Kholil Bangkalan yang mengaji kepada Kiai Hasyim Asy’ari, muridnya. Dan Imam al-Syafi’i yang belajar kepada muridnya, Imam Humaidi. Orang yang alim adalah orang yang sudah mampu menjinakkan egonya. Dia akan terus belajar dan mengambil hikmah, walaupun orang tersebut adalah muridnya sendiri.

Ada sebuah kisah populer, tentang Syaikhona Kholil Bangkalan dan Hadratussyeikh Hasyim Asy’ari. Hadratussyeikh adalah murid Syikhona Kholil. Suatu hari di Bulan Ramadhan, konon katanya, Syaikhona Kholil pernah mengikuti pengajian Sahih al-Bukhari yang dipimpin oleh Hadratussyeikh Hasyim Asyari, muridnya. Hal ini lumrah terjadi. Hubungan guru dan murid tidak menjadi batasan siapa harus belajar kepada siapa.

Baca Juga: Inilah Cara Mendidik Anak Ala Gus Baha, Biar Anak Tak Menjauhi Kita

Hubungan guru-murid adalah hubungan yang tidak rigid. Ia tidak seperti hubungan antara majikan dan budak, antara atasan dan bawahan atau antara mandor dan buruh. Hubungan guru-murid adalah hubungan yang elastis, yang bisa bertukar posisi dan berpindah tempat. Di suatu waktu dan di sebuah materi, si A menjadi guru dari si B, tapi di tempat yang lain dan di materi yang lain, si B justru menjadi guru si A. Saling bertukar posisi seperti ini lumrah dan menjadi fenomena yang tidak asing.

Artinya apa? Ketika seseorang masih memiliki kesadaran untuk terus belajar kepada siapapun itu asalkan kompeten, maka kesempatan untuk menambah dan mempertajam ilmu pengetahuannya masih terbuka lebar. Maka tidak ada kata akhir dalam belajar. Ulama adalah orang yang mengabdikan dirinya untuk itu dan menghabiskan usianya untuk itu. Tidak peduli kepada siapa dia mengambil ilmu, kepada murid yang pernah diajarinya dulu atau orang lain. Ketika seorang guru belajar kepada muridnya, kenapa tidak?

Dalam Adab al-Alim wal Muta’allim, Hadratussyeikh Hasyim Asyari juga menyuguhkan kisah terkait tradisi ini. Di sebuah kesempatan, Imam al-Humaidi pernah menemani gurunya, Imam as-Syafi’I bepergian dari Mekkah ke Mesir. Selama perjalanan itu, Imam al-Humaidi sebagai murid banyak belajar dan mengambil faidah keilmuan terkait masalah-masalah fiqih dan hukum syari’at kepada Imam as-Syafi’i. Sebaliknya, Imam as-Syafi’I juga belajar dan mengambil faidah keilmuan hadis dari muridnya itu.

Baca Juga: Syarat Jadi Wali Itu Harus Berilmu, Rekaman Dialog Quraish Shihab Ft. Gus Baha’

Kisah seperti Imam as-Syafi’I dan Imam al-Humaidi banyak sekali ditemukan dalam sejarah etika keilmuan kita. Tidak ada masalah ketika seorang guru harus belajar kepada sang murid. Sebagaimana yang juga dituturkan oleh Imam Ahmad bin Hanbal, salah seorang murid jempolan Imam as-Syafi’i. beliau bercerita, “suatu hari guruku, Imam as-Syafi’I berkata kepadaku: kamu lebih alim soal hadis dibanding saya. Jika kamu memiliki hadis yang sahih, katakanlah agar saya bisa mengambilnya [meriwayatkannya] darimu!”   

Lagi-lagi, ketika seorang guru belajar kepada muridnya, hal itu bukanlah sesuatu yang aneh dan mampu menurunkan derajat sang guru. Sebagaimaa yang telah ditunjukkan oleh ulama-ulama kita, tradisi itu biasa saja. Oleh karena itu, belajarlah tanpa melihat siapa orangnya! Belajarlah karena sadar kita bodoh dan akan menambalnya dengan ilmu pengetahuan., meskipun dari murid kita sendiri.

Baca Juga: Ketika Gus Mus Ngaji Ihya Kepada Gus Ulil, Inilah Pelajaran Pentingnya

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...