Guru Ngaji Ikut Terdampak Covid-19, Harakah.id Menyalurkan Paket Ramadhan #BergerakUntukUmat

0
195

Harakah.idBulan Ramadhan ditengah Pandemi Covid-19, Harakah.id #BergerakUntukUmat menyalurkan 50 Paket Ramadhan berisi bahan pokok yang sangat dibutuhkan masyarakat terdampak di kawasan Jakarta Selatan dan Tangerang Selatan.

Pandemi Covid-19 telah merenggut banyak nyawa. Tetapi, mereka yang selamat bukan berarti bisa hidup dengan tenang. Pasalnya, pandemi ini memiliki dampak sosial ekonomi yang meluas. Pemutusan hubungan kerja secara massal masih terus terjadi. Bahkan semakin banyak perusahaan yang memutuskan menutup bisnisnya. Para pekerja sektor informal adalah salah satu di antara sekian banyak kelompok masyarakat terdampak.

Harakah.id #BergerakUntukUmat menyalurkan 50 Paket Ramadhan berisi bahan pokok yang sangat dibutuhkan masyarakat terdampak di kawasan Jakarta Selatan dan Tangerang Selatan.

Jumaroh, seorang guru les ngaji di kawasan Rempoa, Tangerang Selatan, mengucapkan terima kasih kepada Harakah.id yang telah membantunya melalui program #BergerakUntukUmat. Bantuan ini sangat membantu dirinya dan keluarganya yang ketika pandemi melanda harus meliburkan kegiatan mengaji anak-anak. Suaminya yang bekerja serabutan tidak mendapat pemasukan tetap yang menutup kebutuhan rumah tangga.

Abdur Rouf, Founder Harakah.id, mengungkapkan berterima kasih kepada para donator yang telah berkenan menyalurkan bantuannya melalui Harakah.id. Juga kepada mitra Harakah.id, dalam hal ini NU CARE-LAZISNU yang turut serta membantu dalam kegiatan penggalangan donasi. Mari bergerak untuk umat.

Program ini adalah pilot project yang insyaallah akan terus dikembangkan demi kemaslahatan umat. Dalam kesempatan lain, Abdurrauf mengajak masyarakat yang ingin berdonasi untuk menyalurkan bantuannya melalui Harakah.id. “Masih ada kelompok masyarakat yang belum tersentuh program bantuan. Padahal mereka sangat membutuhkan uluran tangan kita. Salah satu fokus kami adalah para guru ngaji. Mereka biasanya mendapatkan pemasukan dari kegiatan mengajar anak-anak. Ketika Covid-19 datang, semua orang harus berdiam di rumah. Ini membuat para guru ngaji kehilangan sumber pendapatan. Padahal, pendapatan dari kegiatan mengajar sebenarnya tidak seberapa. Tetapi itu sangat bernilai bagi mereka. Yang membuat mereka bersemangat adalah dedikasi yang tinggi untuk agama. Memperkenalkan dasar-dasar agama kepada anak-anak. Sebenarnya, mereka lah ujung tombak ajaran Islam.”

Harakah.id masih terus menggalang kampanye donasi untuk guru ngaji yang menjadi korban terdampak Covid-19 dalam program #BergerakUntukUmat melalui kanal donasi online