fbpx
Beranda Headline Guru yang Berkualitas Menghasilkan Murid yang Berkualitas

Guru yang Berkualitas Menghasilkan Murid yang Berkualitas

Ada 12 hal yang patut diperhatikan seorang pelajar terhadap gurunya. 12 hal ini, sebagaimana yang dituturkan oleh Hadratussyeikh Hasyim Asy’ari, menjadi penentu utama bagi keberhasilan seorang pelajar merengkuh manisnya ilmu pengetahuan dalam proses pembelajaran yang tengah ia jalani. Mari simak nilai kedua yang harus ditanamkan seorang pelajar dalam dirinya sendiri.

__________________________________________

 

Pilih Guru yang Berkualitas dan Diakui!

Memilih guru yang mumpuni dalam bidang tertentu pastinya menjadi syarat utama bagi seorang pelajar untuk menguasai ilmu tersebut. Maka mustahil seorang pelajar akan menguasai sebuah ilmu jika gurunya tidak benar-benar menguasai ilmu yang dimaksud. Dalam ilmu-ilmu syari’at, kualifikasi seorang guru lebih krusial lagi untuk diperhatikan

Sebagaimana yang telah dijelaskan dalam pembahasan sebelumnya, ilmu agama atau ilmu syariat disampaikan secara turun temurun sejak masa Nabi melalui proses transfer keilmuan dari seorang guru kepada muridnya. Bagaiman cara shalat yang benar? Nabi Muhammad saw. lalu mengajarkan sekaligus menyontohkannya kepada para sahabat. Para sahabat, pasca wafatnya Nabi, mengajarkan dan menyontohkan kepada para tabi’in. Para tabi’in mengajarkan dan menyontohkannya kepada para atba’ tabi’in. Begitu seterusnya sampai kiai kita mengajarkan dan menyontohkannya kepada kita.

 

Baca Juga: Pilih Guru Berdasarkan Indikator-Indikator Berikut Ini!

 

Proses semacam ini tidak hanya memerlukan pemahaman yang mendalam akan teks. Tapi juga harus bertemu langsung dan belajar secara praktek kepada seorang guru. Maka tidak cukup keilmuan seseorang jika hanya didapat dari membaca atau memahami buku. Bertemu dan berguru secara lahir merupakan unsur penting yang mengonkretkan dan menyempurnakan keilmuan seorang pelajar yang diperolehnya dari buku.

Imam as-Syafi’i berkata, “ma tafaqqaha min buthunil kutub, dlayya’al ahkam!” (barang siapa yang belajar fiqih hanya melalui kitab, maka hukum akan sempit!). Baca dan memahami buku itu penting. Tapi tidak cukup! Ia harus didukung dengan pertemuan dan penglihatan langsung kepada praktek dari seorang guru.

Selain memilih guru yang seperti itu, seorang pelajar juga dapat mengetahui kualifikasi seorang guru dari pengakuan para ‘alim di zamannya. Seluruh Kiai di masanya mengakui kealiman Kiai Budi, misalnya. maka tidak ada lagi ruang bagi seorang murid untuk meragukan gurunya. Hendaklah ia belajar dan mengaji kepadanya.

REKOMENDASI

Mertuaku Adalah Bapak Tiriku, Tentang Hukum Pernikahan Besan dan Sebab Mahram Musaharah

Harakah.id - Penyebab lain dari munculnya hubungan mahram adalah akad pernikahan antara suami dan istri. Pernikahan ini membuat masing-masing kedua mempelai...

Syarat Jadi Wali Itu Harus Berilmu, Rekaman Dialog Quraish Shihab Ft. Gus Baha’

Harakah.id - Dalam sebuah talkshow yang dipandu Najwa Shihab, Gus Baha dan Quraish Shibab terlibat dalam dialog yang seru. Salah satu...

Takbiran Setiap Selesai Shalat Fardhu Sampai Penghujung Hari Tasyrik, Bagaimana Hukumnya?

Harakah.id - Mulai sejak Hari Arafah, Kaum Muslimin punya kebiasaan takbiran setiap selesai Shalat Fardhu. Takbiran ini dilakukan sampai selesai Hari...

Download Khutbah Ringkas Idul Adha 2020

Mampu Sholat, Tapi Belum Tentu Mampu Berqurban Allâhu akbar Allahu akbar Allahu akbar la ilaha illallâhu wallâhu akbar, Allâhu akbar wa lillahil hamd... Allahu akbar kabîra wal hamdu lillahi katsîra wa subhanallahi...

TERPOPULER

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Ada Orang yang Berkurban Tapi Belum Akikah, Bolehkah dalam Islam?

Harakah.id – Berkurban sangat dianjurkan ditunaikan oleh setiap Muslim. Tak berbeda, akikah juga diwajibkan kepada setiap anak yang lahir. Lalu bagaimana...

Jarang Disampaikan, Ternyata Inilah Keutamaan Beristri Satu dalam Islam

Harakah.id - Sunnah hukumnya bagi laki-laki untuk mencukupkan satu istri saja, sekalipun pada dasarnya ia diperbolehkan untuk menambahnya lagi.

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Hari ini kita banyak mendengar kata ijtihad. Bahkan dalam banyak kasus, ijtihad dengan mudah dilakukan oleh banyak orang, yang...