Habib Umar: Misi Besar Rasulullah Saw Adalah Menyempurnakan Akhlak Manusia

0
175

Harakah.id – Akhlak adalah sebuah tujuan sekaligus konsekuensi bagi setiap orang yang beriman kepada Allah Swt dan Rasul-Nya. Islam datang dengan membawa sebuah karakter akhlak yang harus diikuti oleh semua muslim, dan itu menjadi pakaian yang menghiasi seseorang di hadapan Allah Swt.

Habib Umar adalah seorang ulama sekaligus dzuriyat Rasul yang aktif dalam kegiatan dakwah. Beliau berdakwah dalam skala internasional dengan memfokuskan umat Islam tentang kemuliaan akhlak dan penyucian hati.

Habib Umar dalam sebuah kitab beliau berjudul Is’af Thalibi Ridha al-Khallaq bi Bayan Makarim al-Akhlaq mengawali pembahasan bahwa umat Islam tidak boleh mengabaikan bahwa jika kita mengulik jejak-jejak kehidupan Rasulullah Saw yang terekam dalam hadis-hadis beliau, kita akan menemukan bahwa sebagian besar hadis tersebut menjelaskan tentang pancaran kemuliaan akhlak beliau. Akhlak adalah sebuah tujuan sekaligus konsekuensi bagi setiap orang yang beriman kepada Allah Swt dan Rasul-Nya. Islam datang dengan membawa sebuah karakter akhlak yang harus diikuti oleh semua muslim, dan itu menjadi pakaian yang menghiasi seseorang di hadapan Allah Swt.

Bagaimana memotivasi diri untuk menyempurnakan akhlak?

Menurut habib Umar, kita perlu mengingat bahwa kita hidup dalam dua dimensi sekaligus. Dimensi pertama adalah dimensi fisik, zhahir dan jasmani. Pada dimensi ini kita memperindah diri dengan menghias tubuh kita. Akan tetapi segenap upaya memperindah diri pada dimensi ini sama sekali tidak memberikan pengaruh untuk nilai kita pada dimensi satu lagi yaitu dimensi maknawi, bathin dan ruhaniyat. Tidak peduli bagaimana pun kita menghiasi wajah, tubuh dan pakaian, ia sama sekali tidak memberikan keindahan pada dimensi ini. Ruhaniyat manusia sepenuhnya ditentukan oleh kualitas akhlak. Jadi motivasi dalam berusaha memperbaiki akhlak itu sama seperti motivasi kita dalam menghias fisik, bagaimana agar kita terlihat indah. Keindahan di sini bukanlah keindahan fisik melainkan keindahan bathin.

Terlebih lagi, kelak saat kita dibangkitkan pada hari kiamat, semua gambaran fisik selama di dunia tidak akan berlaku sama sekali. Ketika itu, manusia akan dibangkitkan sesuai dengan keindahan akhlak mereka. Keindahan akhlak manusia juga merupakan penentu bagaimana kualitasnya di mata Alla Swt.

Apa yang dimaksud dengan menyempurnakan akhlak mulia?

Dalam sebuah hadis, Rasulullah Saw secara tegas menyatkan:

إنّما بعثت لأتمّم مكارم الأخلاق

Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak mulia. (HR Al-Bukhari)

Rasulullah Saw menyatakan bahwa ia datang sebagai penyempurna akhlak mulia, hal ini bermaksud bahwa setiap manusia secara natural semenjak mereka lahir pada hakikatnya telah memiliki modal kemuliaan akhlak dalam diri mereka. Namun, di sisi lain dalam diri manusia juga memiliki potensi untuk melahirkan akhlak-akhlak buruk. Penyempurnaan akhlak mulia itu dilakukan dengan terus membesarkan potensi akhlak baik dan melenyapkan potensi akhlak yang buruk. Melalui hadis ini dapat dipahami bahwa modal akhlak mulia telah tertanam sejak awal dalam diri manusia, modal dasar ini kemudian disempurnakan dan dikembangkan dengan mengikuti keteladanan Rasulullah Saw.

Rasulullah Saw tidak menyatakan dirinya sebagai pencetus dan pelopor kemuliaan akhlak, melainkan sebagai penyempurna terhadapnya. Artinya kita semua pada hakikatnya telah memiliki cetak biru untuk berperilaku sesuai dengan akhlak yang mulia sejak dalam diri kita, lalu cetak biru tersebut terus kita rawat dan tumbuh dengan mengikuti jejak dan ajaran Rasulullah Saw. Namun, jika kita tidak memapahnya dengan baik, modal akhlak mulia ini justru akan menyusut dan melemah. Ia akan dikalahkan oleh kecenderungan akhlak tercela yang juga sama-sama tertanam dalam diri manusia.