Beranda Keislaman Hadis Hadis-Hadis Tentang Berjabat Tangan, Budaya Islami Sejak Zaman Nabi

Hadis-Hadis Tentang Berjabat Tangan, Budaya Islami Sejak Zaman Nabi

Harakah.idBersalaman menunjukkan bentuk penghormatan, penghargaan, pemuliaan, dan kasih sayang terhadap orang lain. Berikut adalah beberapa riwayat hadis yang menyebutkan tentang berjabat tangan.

Islam adalah agama yang memiliki kepedulian terhadap kemuliaan manusia. Islam mengajarkan cara-cara bersikap terhadap sesama manusia. Salah satu tuntunan yang bertujuan menciptakan kehangatan hubungan adalah berjabat tangan. Berjabat tangan telah dikenal pada zaman Nabi Muhammad SAW. Hal ini sebagaimana diketahui dari fakta-fakta yang termuat dalam hadis-hadis Nabi SAW.

Bersalaman menunjukkan bentuk penghormatan, penghargaan, pemuliaan, dan kasih sayang terhadap orang lain. Berikut adalah beberapa riwayat hadis yang menyebutkan tentang berjabat tangan.  

عَنْ عَائِشَةَ بِنْتِ طَلْحَةَ، عَنْ عَائِشَةَ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ قَالَتْ: مَا رَأَيْتُ امْرَأَةً أَشْبَهَ حَدِيثًا وَكَلَامًا بِرَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ فَاطِمَةَ، وَكَانَتْ إِذَا دَخَلَتْ بَيْتَهُ أَخَذَ بِيَدِهَا فَقَبَّلَهَا وَأَجْلَسَهَا فِي مَجْلِسِهِ، وَكَانَ إِذَا دَخَلَ عَلَيْهَا، قَامَتْ إِلَيْهِ، فَقَبَّلَتْهُ وَأَخَذَتْ بِيَدِهِ، فَدَخَلْتُ عَلَيْهِ فِي مَرَضِهِ الَّذِي تُوُفِّيَ فِيهِ، فَأَسَرَّ إِلَيْهَا، فَبَكَتْ، ثُمَّ أَسَرَّ إِلَيْهَا، فَضَحِكَتْ، فَقُلْتُ: كُنْتُ أَحْسَبُ أَنَّ لِهَذِهِ الْمَرْأَةِ فَضْلًا عَلَى النِّسَاءِ، فَإِذَا هِيَ مِنْهُنَّ، بَيْنَا هِيَ تَبْكِي إِذَا هِيَ تَضْحَكُ، فَسَأَلْتُهَا فَقَالَتْ: إِنِّي إِذًا لَبَذِرَةٌ، فَلَمَّا تُوُفِّيَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَأَلْتُهَا فَقَالَتْ: أَسَرَّ إِلَيَّ وَأَخْبَرَنِي أَنَّهُ مَيِّتٌ، فَبَكَيْتُ، ثُمَّ أَسَرَّ إِلَيَّ، أَنِّي أَوَّلُ أَهْلِهِ لُحُوقًا بِهِ فَضَحِكْتُ

Dari Sayyidah Aisyah Ummul Mukminin yang berkata, “Saya tidak pernah melihat seseorang yang lebih mirip dengan Rasulullah dari segi bicaranya dibanding Fatimah. Ia, suatu ketika, datang berkunjung ke rumah Rasulullah SAW. Rasulullah SAW memegang tangannya, lalu beliau menciumnya. Rasulullah SAW menyuruh Fatimah duduk di dekatnya. Ketika Rasulullah SAW mengunjungi Fatimah, Fatimah berdiri menyambut, mencium dan memegang tangannya. Saya menemui Rasulullah SAW saat beliau sakit yang mana beliau wafat dalam kondisi sakit tersebut. Rasulullah SAW lalu membisiki Fatimah. Fatimah menangis. Kemudian Rasulullah SAW membisiki Fatimah. Lalu Fatimah tertawa. Saya saat itu mengira, perempuan ini memiliki lebih banyak keutamaan dibanding perempuan-perempuan lainnya. Ternyata, ia adalah dari golongan mereka. Suatu ketika, dia menangis, kemudian dia sedang tertawa. Saya bertanya kepadanya tentang sikapnya itu. Ia menjawab, “Saya mengeluarkan banyak uang (untuk sedekah).” Ketika Rasulullah SAW wafat, saya bertanya kepadanya. Ia menjawab, “Nabi SAW membisiki aku dna memberitahuku bahwa ia akan wafat. Lalu aku menangis. Lalu, ia membisikiku lagi. Aku akan menjadi keluarganya yang paling cepat menyusul kematiannya. Lalu aku tertawa karena itu.” (HR Al-Nasa’i dalam Sunan Al-Kubra).

Dalam hadis ini dikatakan bahwa Nabi SAW mencium tangan puterinya, Fatimah, ketika ia berkunjung. Ketika Rasulullah SAW mengunjungi rumah Fatimah, Fatimah menyambutnya dan mencium tangan ayahnya. Mencium tangan orang tua atau anak dalam hadis ini menunjukkan ungkapan kasih sayang antara orang tua dan anak. Rasulullah SAW mengekspresikan rasa cinta dan sayang kepada buah hatinya dengan mencium tangan anaknya. Kita mungkin pernah melakukan hal semacam itu. Berjabat tangan dengan disertai mencium tangan adalah salah satu model yang dipraktikkan oleh Nabi SAW.

Rasulullah SAW menjelaskan bahwa tradisi berjabat tangan adalah tradisi yang baik. Ia merupakan tradisi bangsa Arab Yaman. Imam Abu Dawud meriwayatkan,

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ: لَمَّا جَاءَ أَهْلُ الْيَمَنِ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “قَدْ جَاءَكُمْ أَهْلُ الْيَمَنِ، وَهُمْ أَوَّلُ مَنْ جَاءَ بِالْمُصَافَحَةِ”

Dari Anas bin Malik, yang berkata, “Ketika orang-orang Yaman datang, Rasulullah SAW bersabda, ‘Orang-orang Yaman telah datang. Mereka adalah orang yang mengawali tradisi berjabat tangan.’ (HR. Abu Dawud).

Dalam riwayat lain disebutkan bahwa berjabat tangan adalah simbol kelembutan hati. Imam Ibnu Hibban meriwayatkan,

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: “يَقْدَمُ عَلَيْكُمْ قَوْمٌ أَرَقُّ مِنْكُمْ قُلُوبًا”، فَقَدِمَ الْأَشْعَرِيُّونَ، وَفِيهِمْ أَبُو مُوسَى، فَكَانُوا أَوَّلَ مَنْ أَظْهَرَ الْمُصَافَحَةَ فِي الْإِسْلَامِ، فَجَعَلُوا حِينَ دَنَوَا الْمَدِينَةَ يَرْتَجِزُونَ وَيَقُولُونَ غَدًا نَلْقَى الْأَحِبَّةَ … مُحَمَّدًا وَحِزْبَهُ

Dari Anas bin Malik bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Akan datang kepada kalian kaum yang sangat lembut hatinya.” Lalu kabilah Asy’ari datang. Di antara mereka ada Abu Musa Al-Asy’ari. Mereka adalah orang-orang yang pertama kali mempopulerkan berjabat tangan dalam tradisi Islam. Ketika mereka telah dekat dengan kota Madinah, mereka mendendangkan syair. Mereka mengatakan, “Esok, kami akan bertemu kekasih. Muhammad dan kaumnya.” (HR. Ibnu Hibban).

Rasulullah SAW menyebut suku Asy’ari, mereka dari Yaman, adalah suku yang sangat lembut hatinya. Kelembutan hati mereka tampak dalam kesediaan mereka berjabat tangan dengan orang lain.

Tidak hanya menjadi praktik keseharian, Nabi SAW dilaporkan pernah memberikan pernyataan terkait dengan praktik berjabat tangan. Di dalamnya terdapat keutamaan, yaitu diturunkannya ampunan Tuhan. Imam Al-Tirmidzi meriwayatkan,

عَنِ الْبَرَاءِ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “مَا مِنْ مُسْلِمَيْنِ يَلْتَقِيَانِ، فَيَتَصَافَحَانِ إِلَّا غُفِرَ لَهُمَا قَبْلَ أَنْ يَفْتَرِقَا”

Dari Al-Bara’, yang berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Tak ada dua orang Muslim yang bertemu, lalu keduanya berjabat tangan, kecuali keduanya telah mendapat ampunan, sebelum keduanya berpisah.” (HR. Al-Tirmidzi).

Demikian Hadis-Hadis Tentang Berjabat Tangan, Budaya Islami Sejak Zaman Nabi. Masih ada Hadis-Hadis Tentang Berjabat Tangan yang belum disebut di sini. Semoga dapat menambah wawasan.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

5 Tips Menjaga Hafalan Al-Quran Menurut Sunnah Rasulullah SAW

Harakah.id - Aku akan menjelaskan ke kalian tentang hadits yang aku yakin hadits ini akan sangat bermanfaat untuk teman-teman penghafal Qur’an.

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...