Beranda Keislaman Muamalah Hadis Nabi Muhammad Tentang Larangan Body Shaming dalam Islam

Hadis Nabi Muhammad Tentang Larangan Body Shaming dalam Islam

Harakah.id – Banyak hadis Nabi tentang larangan Body Shaming dalam Islam. Nabi menggambarkan tindakan body shaming ibarat kalimat yang jika dimasukan ke lautan akan berubah rasa seluruh airnya.

Body shaming adalah istilah yang merujuk pada kegiatan mengkritik dan mengomentari secara negatif fisik atau tubuh diri sendiri maupun orang lain. Saat ini banyak dijumpai seseorang dengan mudah mencela dan mencibir orang lain karena bentuk fisiknya, terutama di media sosial. Misalnya, karena ukuran tinggi badan, kurus atau gemuk, warna kulit dan lain sebagainya.

Dalam Islam, mengomentari fisik orang lain dengan tujuan merendahkan dan mengolok-olok sangatlah dilarang. Bahkan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa salam (saw) selalu membela orang yang dilecehkan karena bentuk fisiknya, sekali pun yang melecehkan adalah orang yang beliau cintai.

Baca Juga: Inilah Hadis-Hadis Tentang Takdir dalam Kitab Imam Al-Asy’ari

Banyak riwayat yang menyebutkan sikap Nabi Muhammad saw terhadap pelecehan bentuk fisik. Di antaranya adalah hadis riwayat Abu Daud dari Sayidah Aisyah, dia berkata;

 عَنْ عَائِشَةَ ، قَالَتْ : قُلْتُ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : حَسْبُكَ مِنْ صَفِيَّةَ كَذَا وَكَذَا ، قَالَ : غَيْرُ مُسَدَّدٍ تَعْنِي قَصِيرَةً ، فَقَالَ لَقَدْ قُلْتِ كَلِمَةً لَوْ مُزِجَتْ بِمَاءِ الْبَحْرِ لَمَزَجَتْهُ , قَالَتْ : وَحَكَيْتُ لَهُ إِنْسَانًا ، فَقَالَ : مَا أُحِبُّ أَنِّي حَكَيْتُ إِنْسَانًا وَأَنَّ لِي كَذَا وَكَذَا

“Saya pernah berkata kepada Nabi saw, ‘Shofiyah itu begini dan begitu.’ Rawi selain Musaddad berkata, ‘Aisyah bermaksud mengatakan bahwa Shofiyah pendek.’ Maka Nabi saw kemudian berkata, ‘Sungguh kamu telah mengucapkan suatu kalimat, yang seandainya kalimat tersebut dicampur dengan air laut niscaya ia akan mengubah rasanya.’ Saya juga pernah menirukan seseorang. Lalu beliau berkata, ‘Saya tidak suka mengejek seseorang, sekalipun saya akan memperoleh keuntungan ini dan itu.’” (HR. Abu Daud)

Dalam hadis ini, Nabi Muhammad saw tidak suka dengan komentar Sayidah Aisyah yang mengomentari fisik Shofiyah karena tubuhnya yang pendek. Nabi Muhammad saw bahkan memberikan gambaran bagaimana buruknya suatu ucapan Sayidah Aisyah. Andaikan ucapannya bercampur dengan air laut, maka air laut itu akan berubah menjadi buruk akibat buruknya ucapan tersebut.

Baca Juga: Subhanallah, Begini Respon Rasulullah Saat Bertemu Penista Adzan

Ini menunjukkan bahwa memberi komentar buruk terhadap bentuk fisik orang lain termasuk perbuatan sangat tercela dan sangat buruk. Rasulullah juga tidak suka mengejek kekurangan fisik orang lain dan membandingkan dengan kelebihan yang beliau miliki.

Dengan demikian, larangan body shaming dalam Islam. Body shaming merupakan perbuatan tercela yang tidak disukai oleh Nabi Muhammad saw. Beliau menegur pelaku body shaming sekalipun itu istri beliau sendiri sebagai bentuk kasih sayang beliau kepada mereka.

Baca Juga: Inilah Bahaya Mencela Sahabat Nabi Muhammad SAW

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Ketika Perempuan Menggugat dan Tuhan Mendengarnya, Kisah Khaulah Binti Tsa’labah

Harakah.id - Kisah perempuan yang menyuarakan keadilan sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad saw yang diabadikan kisahnya dalam al-Qur’an, yaitu dalam Qs....

2 Ummahatul Mukminin yang Terkenal Sebagai Muslimah Bekerja

Harakah.id - Muslimah yang memilih bekerja di era modern ini dapat meneladani kehidupan mereka. Mereka punya keahlian profesional, mereka beriman dan berakhlak...

Ini Risalah Lengkap Syaikhul Azhar Mengkritik Keras Keputusan Taliban Melarang Pendidikan Perempuan

Harakah.id - Salah satu yang mengeluarkan kritik adalah Syaikhul Azhar, Syaikh Ahmad Tayeb. Berikut adalah pernyataan lengkap beliau. Berbagai...

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Ijtihad dan Mujtahid adalah dua terminologi yang harus dipahami sebelum mencoba melakukannya. Hari ini kita banyak mendengar kata...