Beranda Keislaman Hadis Hadis Palsu Tentang Keutamaan Shalat Tarawih yang Bertebaran di Media Sosial

Hadis Palsu Tentang Keutamaan Shalat Tarawih yang Bertebaran di Media Sosial

Harakah.idHadis tentang fadhilah puasa di tiap-tiap hari bulan Ramadhan yang disebutkan dalam Kitab Durrotun Nasihin hal-19; Majlis keempat tentang keutamaan bulan Ramadhan adalah hadis maudhu’ alias palsu.

Mengenai fadhilah puasa yang diambil dari kitab Durrotun Nasihin saya tuliskan dalam beberapa poin mengenai hal ini, semoga kita bisa mengambil manfaat.

Hadis tentang fadhilah puasa di tiap-tiap hari bulan Ramadhan yang disebutkan dalam Kitab Durrotun Nasihin hal-19; Majelis keempat tentang keutamaan bulan Ramadhan adalah hadis maudhu’ alias palsu.

Kitab Durrotun Nasihin dikarang oleh Syaikh Utsman bin Hasan bin bin Ahmad as-Syakir al-Khuwairi, Tidak banyak penjelasan tentang beliau ini, kecuali disebutkan bahwa beliau ulama abad ke 13 Hijriyah. Kitabnya sendiri selesai dikarang 1224 H dan dicetak pertama kali di Bulaq pad 1264 H.

Hadisnya berbunyi demikian: Dari sahabat Ali, ia berkata: Nabi Saw ditanya tentang keutamaan shalat Tarawih di bulan Ramadhan, Nabi bersabda,

(1) Barang siapa yang melaksanakan shalat Tarawih pada malam pertama (1 Ramadhan), Allah Swt akan mengampuni dosanya seperti bayi baru dilahirkan ibunya.

(2) Barang siapa yang melaksanakan shalat Tarawih pada malam ke 2, allah swt Akan mengampuni dosanya dan dosa kedua orang tuanya.

(3) Barang siapa yang melaksanakan shalat Tarawih pada malam ke 3, Malaikat akan memanggil dari bawah Arsy dan Allah akan mengampuni dosa-dosanya terdahulu.

(4) Barang siapa yang melaksanakan shalat Tarawih pada malam ke 4, maka pahalanya seperti pahala orang yang membaca kitab Taurat, kitab Zabur,kitab injil, dan Al-Qur’an.

(5) Barang siapa yang melaksanakan shalat Tarawih pada malam ke 5, Allah akan memberikan pahala seperti orang yang shalat di Masjidil Haram dan Masjidil Aqsa.

(6) Barang siapa yang melaksanakan shalat tarawih pada malam ke 6 , Allah akan memberikan pahala seperti orang yang thowaf di Baitul Ma’mur dan Allah akan mengampuni dosanya.

(7) Barang siapa yang melaksanakan shalat Tarawih pada malam ke 7, Allah akan memberikan pertolongan seperti pertolongan Allah kepada Nabi Musa As dari Fir’aun dan Hamman.

(8) Barang siapa yang melaksanakan shalat Tarawaih pada malam ke 8, Allah akan memberikan pahala seperti pahala yang telah Allah berikan kepada Nabi Ibrahim As.

(9) Barang siapa yang melaksanakan shalat Tarawaih pada malam ke 9, Allah akan memberikan pahala seperti pahala ibadahnya Nabi Muhammad Saw.

(10) Barang siapa yang melaksanakan shalat Tarawih pada malam ke 10, Allah akan memberikan rizki kebaikan dunia akhirat.

(11) Barang siapa yang melaksanakan shalat Tarawih pada malam ke 11, maka ketika ia keluar dari dunia seperti baru dilahirkan dari perut ibunya.

(12) Barang siapa yang melaksanakan shalat Tarawih pada malam ke 12, maka ia datang pada hari kiamat dan wajahnya seperti bulan purnama.

(13) Barang siapa yang melaksanakan shalat Tarawih pada malam ke 13, maka ia akan datang pada hari kiamat diselamatkan dari setiap kejelekan.

(14) Barang siapa yang melaksanakan shalat Tarawih pada malam ke 14, malaikat akan datang dan mereka bersaksi bahwa dia shalat Tarawih. Maka Allah tidak akan menghisabnya pada hari kiamat.

(15) Barang siapa yang melaksanakan shalat Tarawih pada malam ke 15, malaikat rahmat, Arsy dan Kursy akan membaca shalawat kepadanya.

(16) Barang siapa yang melaksanakan shalat Tarawih pada malam ke 16, Allah akan menulisnya bebas dari neraka dan masuk ke dalam surga.

(17) Barang siapa yang melaksanakan shalat Tarawih pada malam ke 17, Allah akan memberikan pahala kepadanya seperti pahala para Nabi.

(18) Barang siapa yang melaksanakan shalat Tarawih pada malam ke 18, Malaikat akan memanggilnya: “Wahai Hamba Allah, sesungguhnya Allah Ridha pada engkau.”

(19) Barang siapa yang melaksanakan shalat Tarawih pada malam ke 19, Allah akan mengangkat derajatnya dalam surga firdaus.

(20) Barang siapa yang melaksanakan shalat Tarawih pada malam ke 20, Allah akan memberikan pahala kepadanya seperti pahala para sahabat.

(21) Barang siapa yang melaksanakan shalat Tarawih pada malam ke 21, Allah akan membangun rumah untuknya disurga yang terbuat dari cahaya.

(22) Barang siapa yang melaksanakan shalat Tarawih pada malam ke 22, ia akan datang pada hari kiamat dan diselamatkan dari berbagai kesusahan.

(23) Barang siapa yang melaksanakan shalat Tarawih pada malam ke 23, Allah akan membangun sebuah kota disurga untuknya.

(24) Barang siapa yang melaksanakan shalat Tarawih pada malam ke 24, Allah akan mengabulkan dari 24 Doanya.

(25) Barang siapa yang melaksanakan shalat Tarawih pada malam ke 25, Allah akan mengangkat baginya dari siksa kubur.

(26) Barang siapa yang melaksanakan shalat Tarawih pada malam ke 26, Allah akan mengangkat pahalanya selama 40 tahun.

(27) Barang siapa yang melaksanakan shalat Tarawih pada malam ke 27, ia akan berjalan di jembatan shirathal mustaqim bagai kilat yang menyambar.

(28) Barang siapa yang melaksanakan shalat Tarawih pada malam ke 28, Allah akan mengangkatnya 1000 (seribu) derajat didalam surga.

(29) Barang siapa yang melaksanakan shalat Tarawih pada malam ke 29, Allah akan mengabulkan 1000 (seribu) hajatnya.

(30) Barang siapa yang melaksanakan shalat Tarawaih pada malam ke 30, Allah berfirman, “Wahai Hambaku, makanlah dari buah buahan surga dan mandilah disungai salsabil dan minumlah dari telaga kautsar.” Kemudian Allah berfirman: “aku tuhanmu dan engkau hambaku.”

Hadis tersebut adalah hadis maudhu’ alias palsu atau kebohongan yang dinisbatkan kepada Rasulullah Saw. Karena, Pertama, dari segi sanad hadis tersebut tidak ada sanadnya dan tidak ditemukan dalam kitab-kitab babon periwayatan hadis yang bersanad (al-ushul al-musnadah). Kedua, dari segi matan hadis tersebut juga menunjukkan ciri kepalsuan yaitu: terlalu berlebihan memberikan pahala yang amat besar pada perbuatan yang kecil.

Hadis maudhu’ tidak lah sama dengan hadis dhaif. Hadis dhaif masih boleh diriwayatkan dan dijadikan pegangan dalam keutamaan amal sedangkan hadis maudhu’, meriwayatkan dan menyampaikannya sama dengan berbohong atas Nabi Saw dan diancam neraka senagaimana disabdakan Rasulullah Saw: “Barang siapa berbohong atasku secara sengaja maka hendak lah ia menyiapkan tempat duduknya di neraka” (HR Bukhari dan Muslim). Dalam riwayat lain “Barangsiapa meriwayatkan dari aku sebuah hadis dan ia diketahui itu adalah kebohongan maka ia adalah satu dari para pembohong” (HR Muslim)

Cukuplah bagi kita bersemangat menjalankan shalat Tarawih di setiap malam Ramadhan dengan dasar hadis yang bisa dipertanggung jawabkan yaitu, Rasulullah bersabda: “Barang siapa mendirikan shalat malam di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap balasan Allah akan diampuni dosa-dosanya yang telah lampau” (HR Bukhari dan Muslim)

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

5 Tips Menjaga Hafalan Al-Quran Menurut Sunnah Rasulullah SAW

Harakah.id - Aku akan menjelaskan ke kalian tentang hadits yang aku yakin hadits ini akan sangat bermanfaat untuk teman-teman penghafal Qur’an.

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...