Beranda Keislaman Akidah Hadis Tentang Menyerupai non Muslim Haram

Hadis Tentang Menyerupai non Muslim Haram

Harakah.id – Hadis ini tidak dapat dijadikan dalil keharaman menyerupai non-Muslim dalam hal berpakaian, rambut, dan sejenisnya.

Sehari-hari kita sering menengar dan membaca pernyataan sebagian penceramah atau ustadz bahwa menyerupai non-Muslim itu haram. Maksud menyerupai di sini bukan dalam konteks mengikuti akidah mereka, tapi mengikuti kebiasaan harian mereka, pakaian dan hobi, juga dikatakan tasyabbuh yang diharamkan.

Di antara dalil yang sering dikutip untuk permasalahan ini adalah hadis riwayat Abu Dawud

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

 “Siapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk bagian dari mereka.” [HR: Abu Dawud]

Kesahihan hadis ini sebenarnya masih diperdebatkan ulama. Ada yang mengatakan sahih, tapi tidak sedikit pula yang berpendapat hadis ini dhaif (lemah).

Baca Juga: Apakah Sedekah Kepada Non Muslim Boleh dan Bernilai Pahala?

Ibnu Hajar Al-‘Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan perbedaan pendapat ini dikarenakan perawi bernama Abdul Rahman Ibn Tsabit Ibn Tsauban. Ulama berbeda pendapat dalam menilai Abdul Rahman ini. Sebagaimana dicatat Al-Dzahabi dalam Siyar A’lam Al-Nubala’, An-Nasa’i mengatakan Abdur Rahman laysa bi tsiqah, Ahmad Ibn Hanbal berpendapat riwayat hadisnya munkar; Yahya Ibn Ma’in menilai laysa bihi ba’s, Ibnu ‘Adi mengatakan hadisnya tetap ditulis sekali pun dhaif.

Andaikan hadis ini kita katakan sahih, namun apakah ini dapat dijadikan dalil larangan menyerupai non Muslim dalam hal keseharian, seperti pakaian, hobi, dan kebiasaan harian lainnya?

Kiai Ali Mustafa Ya’qub menerangkan, hadis ini tidak dapat dijadikan dalil keharaman menyerupai non-Muslim dalam hal berpakaian, rambut, dan sejenisnya. Kecuali jika tasyabbuh (menyerupai) tersebut terjadi dalam hal pakaian khas keagamaan non-Muslim dan tasyabbuh dalam bidang akidah dan ibadah.

Oleh karenanya, hadis tasyabbuh di atas tidak boleh digeneralisir maknanya sebab akan bertentangan dengan hadis lain yang lebih sahih. Dalam Shahih al-Bukhari disebutkan Ibnu ‘Abbas pernah berkata,

إن رسول الله صلى الله عليه وسلم يحب موافقة أهل الكتاب فيما لم يؤمر به

“Sesungguhnya Rasulullah Saw. menyukai untuk menyamai Ahlul Kitab dalam hal yang tidak diperintahkan (di luar masalah keagamaan).” [HR: Al-Bukhari]

Baca Juga: Tak Peduli Perbedaan Keyakinan, 5 Sosok Ini Selamatkan Nabi dari Ancaman Kekerasan

Dalam beberapa hal, khususnya persoalan muamalah dan tidak berkaitan dengan akidah, justru Rasulullah Saw tidak sekaku yang kita bayangkan. Terkadang beliau juga mengikuti penampilan ahlul kitab dan model sisiran rambut mereka. Hal ini sebagaimana yang disaksikan langsung oleh Ibnu ‘Abbas.

Memang ada beberapa hadis sahih yang memerintahkan agar umat Islam harus berbeda dengan non-Muslim. Misalnya dalam riwayat Al-Bukhari dikatakan khaliful yahud (berbedalah dengan orang Yahudi). Namun perlu digaris bahawi, hadis seperti ini muncul dalam konteks perang antara Muslim dengan non-Muslim. Pada waktu itu belum ada pembeda khusus antara kedua belah pihak melainkan dari penampilan fisik. Maka dari itu, Rasulullah Saw. menyuruh memanjangkan jenggot dan mencukur kumis untuk membedakan muslim dengan orang kafir.

Dengan demikian, pada situasi damai, antara Muslim dan non-Muslim, keduanya dapat berjalan bergandeng tangan dan berkerja sama. Meskipun beda agama, maka pembedaan fisik antara keduanya tidak diperlukan lagi.

Baca Juga: Kapan Istilah “Hadis” Pertama Kali Muncul?

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...