Beranda Keislaman Muamalah Haram Menikahi Adik Ipar karena Mahram Muaqqat, Kecuali …

Haram Menikahi Adik Ipar karena Mahram Muaqqat, Kecuali …

Harakah.id – Haram menikahi adik ipar karena mahram muaqqat. Adik ipar haram dinikahi kecuali istri yang merupakan saudara kandung dari adik ipar sudah meninggal atau diceraikan. Sesuai Al-Qur’an, surah An-Nisa: 22-23

Baru-baru ini, jagad maya diramaikan video seorang istri melamarkan adik kandungnya untuk jadi istri kedua suaminya. Terlepas dari benar tidaknya video tersebut, yang jelas bahwa adik kandung istri berarti adik ipar dari suami. Apakah adik ipar bukan termasuk mahram, sehingga boleh dinikahi? Siapa saja sih yang termasuk mahram alias orang yang tidak boleh dinikahi dalam Islam?

Mahram adalah semua orang yang dalam Islam yang haram untuk dinikahi. Keterangan tentang mahram ini dijelaskan dengan sangat panjang dalam Al-Qur’an, surah An-Nisa: 22-23 berikut.

وَلَا تَنْكِحُوا مَا نَكَحَ آبَاؤُكُمْ مِنَ النِّسَاءِ إِلَّا مَا قَدْ سَلَفَ ۚ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَمَقْتًا وَسَاءَ سَبِيلًا *

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمْ أُمَّهَاتُكُمْ وَبَنَاتُكُمْ وَأَخَوَاتُكُمْ وَعَمَّاتُكُمْ وَخَالَاتُكُمْ وَبَنَاتُ الْأَخِ وَبَنَاتُ الْأُخْتِ وَأُمَّهَاتُكُمُ اللَّاتِي أَرْضَعْنَكُمْ وَأَخَوَاتُكُمْ مِنَ الرَّضَاعَةِ وَأُمَّهَاتُ نِسَائِكُمْ وَرَبَائِبُكُمُ اللَّاتِي فِي حُجُورِكُمْ مِنْ نِسَائِكُمُ اللَّاتِي دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَإِنْ لَمْ تَكُونُوا دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ وَحَلَائِلُ أَبْنَائِكُمُ الَّذِينَ مِنْ أَصْلَابِكُمْ وَأَنْ تَجْمَعُوا بَيْنَ الْأُخْتَيْنِ إِلَّا مَا قَدْ سَلَفَ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ غَفُورًا رَحِيمًا

“Dan janganlah kamu kawini wanita-wanita yang telah dikawini oleh ayahmu, terkecuali pada masa yang telah lampau (masa jahiliyah). Sesungguhnya perbuatan itu amat keji dan dibenci Allah dan seburuk-buruk jalan (yang ditempuh).

Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yang perempuan; saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan; saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu; saudara perempuan sepersusuan; ibu-ibu isterimu (mertua); anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu dari isteri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan isterimu itu (dan sudah kamu ceraikan), Maka tidak berdosa kamu mengawininya; (dan diharamkan bagimu) isteri-isteri anak kandungmu (menantu); dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau (di masa jahiliyah); Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Dan (diharamkan juga kamu mengawini) wanita yang bersuami, kecuali budak-budak yang kamu miliki (Allah telah menetapkan hukum itu) sebagai ketetapan-Nya atas kamu. dan Dihalalkan bagi kamu selain yang demikian (yaitu) mencari isteri-isteri dengan hartamu untuk dikawini bukan untuk berzina. Maka isteri-isteri yang telah kamu nikmati (campuri) di antara mereka, berikanlah kepada mereka maharnya (dengan sempurna), sebagai suatu kewajiban; dan Tiadalah mengapa bagi kamu terhadap sesuatu yang kamu telah saling merelakannya, sesudah menentukan mahar itu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Baca Juga: Menikahi Dua Perempuan Sekaligus Diperbolehkan dan Sah Secara Hukum, Dengan Catatan…

Dalam al-Fiqh al-Islami wa Adillatuh, Syekh Wahbah Zuhaili merangkum banyak sekali karya ulama-ulama yang memberikan pandangannya terkait mahram.

Beberapa kitab yang dinukil adalah Bidayatul Mujtahid, Mughnil Muhtaj, al-Muhadzdzab, Fathul Qadir dan lain sebagainya, bahwa perempuan-perempuan yang dilarang untuk dinikahi dibagi ke dalam dua bagian. Yang pertama adalah mahram muabbad (mahram selamanya) dan yang kedua adalah mahram muaqqat (mahram sementara atau temporer).

Mahram Muabbad dan Muaqqat

Mahram muabbad artinya perempuan yang haram untuk dinikahi selamanya. Hal ini contohnya disebabkan karena keturunan, pernikahan, atau persusuan. Sedangkan mahram muaqqat atau bisa dikatakan ghair muabbad disebabkan karena alasan-alasan tertentu yang akan berubah statusnya menjadi boleh dinikahi bilamana alasan tersebut telah tiada.

Faktor Mahram Muabbad

Mahram muabbad yang pertama muncul karena faktor keturunan atau kekerabatan, mereka adalah ibu dan seterusnya ke atas, meliputi nenek dari ibu atau nenek dari ayah, sebagaimana firman Allah di atas, “diharamkan untuk kalian ibu-ibu kalian.”

Selanjutnya adalah anak perempuan dan seterusnya ke bawah, seperti cucu perempuan dari anak laki-laki dan  dari anak perempuan. Berikutnya adalah saudara perempuan kandung, saudara perempuan dari ayah atau dari ibu (saudara perempuan tiri), anak-anak perempuan dari saudara perempuan (keponakan), anak-anak perempuan dari saudara laki-laki (keponakan), dan seterusnya ke bawah. Kemudian bibi dari pihak ayah, bibi dari pihak ibu, atau pun bibi tiri. Adapun sepupu perempuan baik dari pihak ayah ataupun ibu maka tidak termasuk mahram.

Selanjutnya, yang termasuk dalam mahram muabbad ini ialah mahram karena faktor pernikahan. Mereka adalah istri ayah, istri kakek (baik dari pihak ayah maupun ibu) dan seterusnya ke atas.

Berikutnya adalah istri dari anak laki-laki, istri dari cucu laki-laki dan seterusnya ke bawah. Kemudian ibu dari istri, ibu dari nenek dan seterusnya ke atas. Anak-anak perempuan istri yang dalam pemeliharaan, jika istri tersebut telah digauli maka anak-anak tersebut menjadi mahram, namun jika belum digauli dan keduanya telah berpisah baik karena talak ataupun wafat, maka anak-anak perempuan tersebut bukanlah mahram. Demikian pula berlaku seterusnya ke bawah.

Baca Juga: Suamiku Adalah Kakak Tiriku, Inilah Hukum Menikahi Saudara Tiri Menurut Ulama Syafi’iyah

Ketiga karena faktor persusuan. Mereka adalah ibu persusuan, nenek dari ibu sepersusuan. Dan seterusnya ke atas. Selanjutnya adalah anak perepmpuan sepersusuan, cucu perempuan sepersusuan dan seterusnya ke bawah. Saudara perempuan sepersusuan, anak-anak perempuan saudara sepersusuan baik laki-laki maupun perempuan dan seterusnya ke bawah.

Kemudian bibi dari pihak ayah atau ibu sepersusuan, ibu istri atau nenek istri sepersusuan dan seterusnya ke atas, istri ayah atau kakek sepersusuan dan seterusnya ke atas, istri anak atau istri cucu sepersusuan dan seterusnya ke bawah. Anak perempuan istri sepersusuan, cucu perempuan istri dan seterusnya ke bawah.

Faktor Mahram Muaqqat

Mahram muaqqat adalah seseorang yang haram dinikahi pada kondisi tertentu, dan menjadi halal jika kondisi tersebut hilang. Mereka adalah perempuan yang telah ditalak tiga, perempuan yang pernah dilian suaminya (sumpah laknat di hadapan hakim karena tuduhan zina atau tidak diakuinya anak yang dikandung), perempuan beristri, perempuan yang dalam masa iddah, perempuan bukan ahli kitab, saudara perempuan dari istri, bibi (jalur ayah atau ibu) dari istri (mengumpulkan dua saudara atau dua mahram), istri yang ke lima  (lebih dari empat istri), dan wanita pezina hingga ia bertaubat.

Adik Ipar adalah Mahram Muaqad

Dari ayat dan penjelasan di atas, terang bahwa haram menikahi adik ipar karena dia termasuk mahram muaqad. Ikatan mahram ini hilang atau lepas jika istri pertama, yang merupakan saudara kandung perempuan tersebut, sudah meninggal atau diceraikan.

Demikianlah beberapa informasi terkait mahram atau perempuan-perempuan yang dilarang untuk dinikahi oleh laki-laki.

Baca Juga: Mertuaku Adalah Bapak Tiriku, Tentang Hukum Pernikahan Besan dan Sebab Mahram Musaharah

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

5 Tips Menjaga Hafalan Al-Quran Menurut Sunnah Rasulullah SAW

Harakah.id - Aku akan menjelaskan ke kalian tentang hadits yang aku yakin hadits ini akan sangat bermanfaat untuk teman-teman penghafal Qur’an.

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...