Hari Tasyrik, Mengapa Umat Islam Dilarang Puasa?

0
Mengapa Dilarang Puasa pada Hari Tasrik

Harakah.id – Mengapa dilarang puasa pada hari tasyrik? Karena ini merupakan momen bersuka ria dengan tibanya hari raya Idul Adha dan menikmati hidangan atas hewan kurban yang disembelih.

Hari Tasyrik adalah tiga hari setelah hari raya Idul Adha, yakni 11, 12, 13 Dzuhijjah. Pada hari-hari tersebut umat Islam dilarang melaksanakan puasa. Larangan ini berdasarkan sabda Nabi Saw.,

عَنْ عُقْبَةَ بْنَ عَامِرٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: يَوْمُ عَرَفَةَ وَيَوْمُ النَّحْرِ وَأَيَّامُ التَّشْرِيقِ عِيدُنَا أَهْلَ الإِسْلاَمِ وَهِىَ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ (رواه أبو داود

Diriwayatkan dari Uqbah bin Amir, bahwa Rasulullah Saw. bersabda, hari Arafah (9 Dzulhijjah), hari Idul Adha (10 Dzul Hijjah) dan hari-hari Tasyrik merupakan hari raya kita umat Islam. Hari-hari (Idul Adha dan Hari Tasyrik) tersebut merupakan hari makan dan minum.” [HR. Abu Daud].

Baca Juga: Apa Itu Hari Tasyriq? Inilah Alasan Penamaan dan Sejarahnya

Syekh Wahbah Zuhaili mengatakan bahwa berdasarkan hadis tersebut mayoritas madzhab fikih bersepakat akan keharaman puasa pada hari tasyrik. Hanya Madzhab Hanafiyah yang tidak melabelinya sebagai keharaman. Mereka menghukuminya sebagai makruh tahrim, yaitu kemakruhan yang mendekati dengan keharaman. Dan dari segi sanksi, jenis hukum itu sama dengan haram.

Maka, terlepas dari kategori hukum yang dipilih oleh para madzhab tersebut, secara prinsip mereka sama, yaitu larangan berpuasa pada hari tasyrik. Mengapa dilarang puasa pada hari tasyrik? Sebab pada hari tersebut umat Islam sedang bersuka ria dengan tibanya hari raya Idul Adha, di mana ini merupakan momentum umat Islam untuk menikmati hidangan atas hewan kurban yang disembelih.

Baca Juga: Ketika Sunan Gunung Jati Menengok Lauhul Mahfudz Untuk Mengecek Ramalan Syeikh Siti Jenar; Mengenal Babad Cirebon

Meskipun hari raya kurbannya hanya sehari, namun menghabiskan hewan kurban untuk disantap tentunya membutuhkan waktu. Apalagi kalau hewan kurbannya lumayan banyak, pasti tidak cukup jika dihabiskan sehari. Oleh karena itu, Islam memperpanjang waktu bersenang-senang tersebut dengan ditambah tiga hari. Sehingga selama hari raya Idul Adha dan tiga hari tasyrik, umat Islam dibebaskan untuk mengelola daging hewan kurban sesuai kebutuhannya. Maka dari itu, untuk merayakan hari-hari tersebut (hari Tasyrik) Islam melarang umatnya berpuasa.

Baca Juga: Syinqith, Sentral Peradapan Islam di Benua Afrika yang Terlupakan