Beranda Keislaman Hikmah Hikmah Pulang-Pergi Lewat Jalan yang Berbeda Saat ke Masjid

Hikmah Pulang-Pergi Lewat Jalan yang Berbeda Saat ke Masjid

Harakah.id – Nabi Muhammad selalu pulang-pergi lewat jalan yang berbeda saat ke Masjid untuk shalat ‘Id. Menurut Imam Nawawi, salah-satu tujuannya untuk memperbanyak tempat ibadah.

Ketika hari ‘id, Nabi Muhammad selalu pergi ke masjid dan pulang ke rumah melalui jalan yang berbeda. Kenapa? Ada apa?

Sahabat Jabir bin Abdullah meriwayatkan:

عن جابر رضي الله عنه قَالَ كَانَ النبي صلى الله عليه وسلم إِذَا كَانَ يومُ عيدٍ خَالَفَ الطَّريقَ. رواه البخاري .

“Bahwasanya Nabi Muhammad saw., ketika hari ‘id (hari raya idhul adha dan idul fitri), selalu melewati jalan yang berbeda.”

Baca Juga:  Perbedaan Masjid dengan Musalla dan Hukum-Hukum Seputar Masjid dalam Islam

Riwayat yang menceritakan kisah seperti itu banyak sekali. Artinya, fakta mengenai Nabi Muhammad yang melalui jalan yang berbeda ketika berangkat ke masjid dan pulang dari masjid adalah fakta yang hampir disaksikan oleh mayoritas sahabat. Sekarang tinggal bagaimana menguak alasan dan hikmah-hikmahnya.

Di dalam kitab Riyadus Salihin, Imam an-Nawawi meletakkan hadis ini di bawah sebuah judul:

باب استحباب الذهاب إِلَى العيد وعيادة المريض والحج والغزو والجنازة ونحوها من طريق والرجوع من طريق آخر لتكثير مواضع العبادة

“Bab yang menerangkan kesunnahan pergi untuk shalat ‘id, menjenguk orang sakit, haji, perang, mengantar jenazah dan lainnya dari satu jalan, dan kembali ke rumah melalui jalan yang lain untuk memperbanyak tempat ibadah.”

Baca Juga: Hiasan Kaligrafi di Masjid, Benarkah Bid’ah Terlarang Seperti Anggapan Sebagian Kelompok

Menurut Imam an-Nawawi, tradisi seperti itu juga berlaku ketika kita hendak menjenguk orang sakit, haji, perang, mengantar jenazah dan ibadah-ibadah lainnya. Tujuannya apa? Kata Imam an-Nawawi, pulang-pergi lewat jalan yang berbeda saat ke Masjid ialah untuk memperbanyak tempat ibadah.

Apa artinya? Dengan menempuh jalan yang berbeda ketika kita berangkat dan pulang dari suatu tujuan ibadah, maka banyak hikmah yang akan kita perolah.

Baca Juga: Di Saudi Arabia, Toa Masjid Kini Hanya Untuk Azan dan Iqamah, Bagaimana di Indonesia?

Pertama, memperluas jangkauan perjalanan sehingga pahala kita pun bertambah. Dalam hadis yang lain Nabi bersabda bahwa orang yang pergi untuk melakukan suatu ibadah, tiap langkahnya akan dihitung sebagai pahala. Artinya, semakin jauh jarak yang ditempuh, maka semakin banyak pula pahala yang akan dituai dan didapatkan.

Kedua, dengan menempuh jalan yang berbeda, kita akan dapat menjumpai lebih banyak orang. Mengucapkan salam, berbincang sejenak untuk mengetahui kondisi tetangga atau hanya sekedar bersilaturahim, adalah beberapa hal yang bisa dijangkau ketika kita menempuh jalan yang berbeda dengan orang-orang yang berbeda juga.

Artinya, pahala yang akan kita dapat juga akan semakin banyak, karena ibadah sosial yang kita laksanakan menjangkau lebih banyak orang. ini yang tidak akan didapat jika kita hanya menempuh satu jalan saja.

Baca Juga: Tafsir Surah An-Nahl Ayat 97: Kehidupan yang Baik dan Imbalan Untuk Orang yang Beriman

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Ketika Perempuan Menggugat dan Tuhan Mendengarnya, Kisah Khaulah Binti Tsa’labah

Harakah.id - Kisah perempuan yang menyuarakan keadilan sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad saw yang diabadikan kisahnya dalam al-Qur’an, yaitu dalam Qs....

2 Ummahatul Mukminin yang Terkenal Sebagai Muslimah Bekerja

Harakah.id - Muslimah yang memilih bekerja di era modern ini dapat meneladani kehidupan mereka. Mereka punya keahlian profesional, mereka beriman dan berakhlak...

Ini Risalah Lengkap Syaikhul Azhar Mengkritik Keras Keputusan Taliban Melarang Pendidikan Perempuan

Harakah.id - Salah satu yang mengeluarkan kritik adalah Syaikhul Azhar, Syaikh Ahmad Tayeb. Berikut adalah pernyataan lengkap beliau. Berbagai...

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Ijtihad dan Mujtahid adalah dua terminologi yang harus dipahami sebelum mencoba melakukannya. Hari ini kita banyak mendengar kata...