Beranda Keislaman Muamalah Hukum Bergabung dengan Gerakan Makar dalam Fikih Islam

Hukum Bergabung dengan Gerakan Makar dalam Fikih Islam

Harakah.idMakar berasal dari bahasa Arab, yaitu makran, masdar, yang berarti menipu, memerdaya, membujuk, mengkhianati, mengelabui, perbuatan makar. Lalu, bagaimana sebenarnya hukum makar dalam Islam?

Jejak Khilafah merupakan film yang diklaim sebagai film dokumenter. Film ini diproduksi sebagai materi propaganda untuk meyakinkan publik bahwa Khilafah itu ada dan meninggalkan jejak di kawasan Nusantara.

Film ini tentu saja punya muatan ideologis, mengajak publik mengingat ‘kembali’ eksistensi kekhalifahan Islam. Langkah selanjutnya adalah membuat publik menerimanya sebagai doktrin agama yang tak bisa ditawar. Publik diajak untuk menjadi bagian gerakan restorasi khilafah Islam.

Film ini mendapat tanggapan beragam dari masyarakat. Ada yang mendukung, ada pula yang menolak. Berbagai forum diskusi dibuat untuk membicarakan “Jejak” khilafah di Nusantara. Tetapi, sebagian masyarakat masih menganggap ideologi yang diusung dalam film ini sebagai bentuk makar.

Makar berasal dari bahasa Arab, yaitu makran, masdar, yang berarti menipu, memerdaya, membujuk, mengkhianati, mengelabui, perbuatan makar.

Dalam wikipedia, makar diidentikkan dengan treason atau pengkhianatan. Yaitu kejahatan yang dilakukan oleh warga negara terhadap negara atau bangsa yang mencakup beberapa hal tindakan kejahatan yang serius, antara lain, rencana atau pembunuhan pada atasannya, perselingkuhan kepada negara lain, ketidakpatuhan yang dapat merugikan kepentingan atas kedaulatan negara, tindakan spionase yaitu tanpa kewenangan halal melakukan komunikasi atau berbuat untuk kepentingan negara lain yang dapat merugikan negaranya, memberikan informasi penting tentang kekuatan militer, ilmiah, sketsa, rencana, model, artikel, catatan atau dokumen-dokumen negaranya kepada negara lain untuk dapat digunakan oleh negara tersebut agar dapat merugikan kepada keselamatan negaranya, pengkhianatan dapat pula diartikan sebagai suatu pertentangan terhadap konstitusi negara.

Lalu, bagaimana sebenarnya hukum makar dalam Islam?

Dalam Islam, makar kepada pemerintah yang sah termasuk jarimah atau kriminal dan maksiat. Tindakan memberontak, makar dan menghasut memusuhi pemerintah yang sah tidak dibenarkan sama sekali karena pemberontakan hanya akan menambah kerusakan dan keburukan pada kehidupan bernegara dan rakyat secara kesuluruhan.

Nabi SAW. telah menggariskan bagaimana cara menghadapi seorang penguasa pemerintahan. Jika penguasa adil, bijak dan membawa kemaslahatan bagi rakyat, maka wajib ditaati dan dibantu. Sementara jika penguasa tersebut zalim, maka wajib bersabar, tidak boleh memberontak dan bagi orang-orang yang memiliki kemampuan berkewajiban memberikan nasehat secara tertutup. Hal ini karena memberontak hanya akan mendatangkan keburukan yang lebih besar dibanding kebaikannya.

Dalam hadis yang bersumber dari Ibnu Abbas, Nabi Saw bersabda;

مَنْ كَرِهَ مِنْ أَمِيرِهِ شَيْئًا فَلْيَصْبِرْ، فَإِنَّهُ مَنْ خَرَجَ مِنَ السُّلْطَانِ شِبْرًا مَاتَ مِيتَةً جَاهِلِيَّةً

“Barangsiapa membenci tindakan (kebijakan) yang ada pada penguasanya, hendaklah dia bersabar. Karena siapa saja yang keluar dari (ketaatan) terhadap penguasa sejengkal saja, maka dia akan mati sebagaimana matinya orang-orang jahiliyyah.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Oleh karena itu, membantu dan bergabung dengan pemberontak juga dilarang dalam Islam. Pemberontak merupakan musuh bersama yang harus dijauhi dan haram hukumnya membantu mereka meskipun mereka melakukan pemberontakan terhadap penguasa yang zalim. Bahkan menurut Imam Ibnu Abidin (w. 1252) dalam kitab Al-Durrul Muhtar, setiap rakyat yang memiliki kemampuan wajib hukumnya membantu pemerintah menumpas gerakan makar.

Menurut beliau, para pemberontak yang mengobarkan perpecahan, fitnah, hasutan dan lainnya termasuk orang-orang yang dilaknat oleh Nabi saw. Begitu juga dengan orang-orang yang membantu dan bergabung dengan mereka. Membantu terhadap perbuatan maksiat meski hanya dengan satu kalimat, dosanya sama dengan para pelaku maksiat tersebut. (Jurianto)

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

5 Tips Menjaga Hafalan Al-Quran Menurut Sunnah Rasulullah SAW

Harakah.id - Aku akan menjelaskan ke kalian tentang hadits yang aku yakin hadits ini akan sangat bermanfaat untuk teman-teman penghafal Qur’an.

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...