Beranda Keislaman Muamalah Hukum Berziarah ke Makam Keluarga yang Berbeda Agama

Hukum Berziarah ke Makam Keluarga yang Berbeda Agama

Harakah.idHukum Berziarah ke Makam Keluarga yang Berbeda Agama.

Ada sebagian di antara kita yang memiliki keluarga yang berbeda agama dan keyakinan. Bahkan, ada kalanya, yang berbeda keyakinan itu adalah orang tua, paman, bibi atau kakek. Sekalipun berbeda agama, kita masih punya ikatan kekerabatan. Mereka adalah orang-orang yang kita sayangi dan cintai. Mereka adalah orang-orang yang memiliki kenangan indah bersama kita.

Ketika para kerabat sepuh atau orang tua yang berbeda keyakinan dengan kita itu telah tiada, wafat, terkadang kita merasakan rindu dalam hati. Untuk mengobati rasa rindu tersebut, terkadang, kita merasa perlu berkunjung ke makam mereka.

Dalam situasi seperti itu, muncul pertanyaan, apakah boleh bagi kita yang Muslim, mengunjungi makam keluarga yang berbeda keyakinan? Bagaimana petunjuk Rasulullah SAW dalam permasalahan ini?

Para ulama mazhab Syafi’i, berbeda pendapat dalam masalah ini. Ada ulama yang melarang, namun ada pula yang membolehkannya.

وَيَجُوزُ لِلْمُسْلِمِ اتِّبَاعُ جِنَازَةِ قَرِيبِهِ الْكَافِرِ وَأَمَّا زِيَارَةُ قَبْرِهِ (فالصواب) جوازها وبه قطع الا كثرون

Boleh bagi seorang Muslim mengantarkan jenazah kerabat yang Non-Muslim. Sedangkan berziarah ke makamnya, maka pendapat yang benar adalah hukumnya boleh. Pendapat ini didukung oleh mayoritas ulama. (Al-Majmu’ Syarah Muhadzdzab, jilid 5, hlm. 144).

Dasar pendapat mayoritas ulama ini adalah sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab Shahih Muslim. Diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda,

اسْتَأْذَنْتُ رَبِّي أَنْ أَسْتَغْفِرَ لِأُمِّي فَلَمْ يَأْذَنْ لِي وَاسْتَأْذَنْتُهُ أَنْ أَزُورَ قَبْرَهَا فَأَذِنَ لِي

Saya meminta izin kepada Tuhanku, untuk memintakan ampunan bagi ibuku. Dia tidak mengizinkannya. Aku meminta izin untuk menziarahi makamnya. Lalu Dia mengizinkanku. (HR. Muslim).

Dalam hadis ini disebutkan bahwa Nabi berziarah ke makam ibunya, Sayyidah Aminah binti Wahab. Menurut sebagian keterangan, ibu Nabi Muhammad SAW meninggal dalam keadaan Non-Muslim. Imam An-Nawawi mengakatan,

فِيهِ جَوَازُ زِيَارَةِ الْمُشْرِكِينَ فِي الْحَيَاةِ وَقُبُورِهِمْ بَعْدَ الْوَفَاةِ

Dalam hadis ini ada dalil tentang kebolehan mengunjungi Non-Muslim ketika masih hidup, dan berziarah ke makamnya setelah mereka wafat. (Syarah An-Nawawi Ala Muslim, jilid 7, hlm. 45)

Berdasarkan keterangan ini berarti bahwa Nabi Muhammad SAW. pernah berziarah ke makam keluarganya yang non-Muslim. Hal ini menunjukkan bahwa berziarah ke makam keluarga yang berbeda agama adalah perbuatan yang diperbolehkan dalam Islam.

Karena itu, jika ada umat Islam yang punya orang tua atau kerabat dekat, yang berbeda agama, dan mereka rindu sehingga ingin menjenguk mereka, mengunjungi mereka, berziarah ke makam mereka, perbuatan tersebut diperbolehkan dalam Islam. Sebagaimana Rasulullah SAW pernah mengunjungi makam ibunya, Sayyidah Aminah binti Wahab.

Demikian tuntunan Nabi Muhammad SAW dalam bermuamalah dengan kerabat yang berbeda agama yang telah meninggal dunia. Ini menunjukkan bahwa Islam memiliki ajaran toleransi di antara sesama umat manusia. Islam tidak mengajari kita untuk memutus silaturahim dengan kerabat karena alasan beda agama. Islam tidak mengajari kita untuk memusuhi kerabat sendiri dengan alasan berbeda keyakinan. Sekalipun berbeda keyakinan, kita masih berhubungan baik dan saling mengasihi satu sama lain.    

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Ketika Perempuan Menggugat dan Tuhan Mendengarnya, Kisah Khaulah Binti Tsa’labah

Harakah.id - Kisah perempuan yang menyuarakan keadilan sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad saw yang diabadikan kisahnya dalam al-Qur’an, yaitu dalam Qs....

2 Ummahatul Mukminin yang Terkenal Sebagai Muslimah Bekerja

Harakah.id - Muslimah yang memilih bekerja di era modern ini dapat meneladani kehidupan mereka. Mereka punya keahlian profesional, mereka beriman dan berakhlak...

Ini Risalah Lengkap Syaikhul Azhar Mengkritik Keras Keputusan Taliban Melarang Pendidikan Perempuan

Harakah.id - Salah satu yang mengeluarkan kritik adalah Syaikhul Azhar, Syaikh Ahmad Tayeb. Berikut adalah pernyataan lengkap beliau. Berbagai...

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Ijtihad dan Mujtahid adalah dua terminologi yang harus dipahami sebelum mencoba melakukannya. Hari ini kita banyak mendengar kata...