Beranda Keislaman Ibadah Hukum dan Tata Cara Membaca Doa Qunut Dalam Shalat Witir Menurut Mazhab...

Hukum dan Tata Cara Membaca Doa Qunut Dalam Shalat Witir Menurut Mazhab Syafi’i

Harakah.idQunut dalam shalat witir disunnahkan pada paruh kedua bulan Ramadhan. Ia dibaca pada I’tidal rakaat terakhir dengan cara jihar, mengangkat tangan dan menyapukannya ke wajah seperti dalam shalat subuh.

Membaca doa Qunut merupakan salah satu anjuran. Umat Islam di Indonesia yang bermazhab Syafi’i, melakukannya dalam rangkaian shalat subuh atau pada paruh kedua bulan Ramadhan. Lalu, bagaimana penjelasan tentang hukum membaca doa Qunut dan tata caranya dalam mazhab Syafi’i?

Ada tiga pendapat berbeda dari para ulama Syafi’iyah terkait hukum membaca Qunut dalam Shalat witir dengan rincian sebagai berikut:

• Qunut sunnah dibaca dalam shalat witir pada paruh kedua dari pertengahan bulan Ramadhan, yaitu malam ke-16 Ramadhan dan seterusnya.

• Qunut sunnah dibaca dalam shalat witir di seluruh bulan Ramadhan.

• Qunut sunnah dibaca dalam shalat witir sepanjang tahun tidak mesti di dalam bulam Ramadhan.

Imam Nawawi dalam kitab al-Majmu’ (3/510) menjelaskan:

الْمَذْهَبُ أَنَّ السُّنَّةَ أَنْ يَقْنُتَ فِي الرَّكْعَةِ الْآخِرَةِ مِنْ صَلَاةِ الْوِتْرِ فِي النِّصْفِ الْأَخِيرِ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذَا هُوَ الْمَشْهُورُ فِي الْمَذْهَبِ وَنَصَّ عَلَيْهِ الشَّافِعِيُّ رَحِمَهُ اللَّهُ

Pendapat yang menjadi pegangan mazhab adalah Qunut dibaca pada rakaat terakhir shalat witir pada paruh kedua bulan Ramadhan. Ini juga merupakan pendapat yang masyhur dalam mazhab, dan juga terdapat nash (keterangan langsung) Imam Syafi’i.

Hal ini didasarkan pada hadis di antaranya:

عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ جَمَعَ النَّاسَ عَلَى أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ فَكَانَ يُصَلِّي لَهُمْ عِشْرِينَ لَيْلَةً وَلَا يَقْنُتُ بِهِمْ إِلَّا فِي النِّصْفِ الْبَاقِي فَإِذَا كَانَتْ الْعَشْرُ الْأَوَاخِرُ تَخَلَّفَ فَصَلَّى فِي بَيْتِهِ فَكَانُوا يَقُولُونَ أَبَقَ أُبَيٌّ

Umar bin Khathab radhiallahu’anhu mengumpulkan orang-orang untuk melakukan shalat di belakang Ubai bin Kaab, ia melakukan shalat sebagai imam mereka selama dua puluh malam, dan dia tidak melakukan qunut bersama mereka kecuali pada setengah bulan terakhir. Dan apabila sudah masuk hari kesepuluh terakhir ia mengundurkan diri dan melakukan shalat di rumahnya, hingga orang-orang mengatakan bahwa Ubai telah kabur. (HR Abu Dawud)

Bagaimana jika membaca Qunut dalam shalat witir di luar waktu yang telah ditentukan? Hal ini diperjelas oleh Imam Nawawi sebagai berikut:

ظَاهِرُ كَلَامِ الشَّافِعِيِّ رَحِمَهُ اللَّهُ كَرَاهَةُ الْقُنُوتِ فِي غَيْرِ النِّصْفِ الْآخَرِ مِنْ رَمَضَانَ

Berdasarkan zhahir keterangan Imam Syafi’i, dimakruhkan untuk membaca Qunut dalam shalat witir di luar paruh kedua bulan Ramadhan.

Jika dalam shalat witir pada paruh kedua bulan Ramadhan, kita lupa membaca Qunut pada rakaat terakhir, maka disunnahkan untuk melakukan sujud sahwi, sebagaimana hukum yang berlaku dalam shalat subuh. Imam Nawawi menjelaskan:

وَلَوْ تَرَكَ الْقُنُوتَ فِي مَوْضِعٍ اسْتَحَبَّهُ سَجَدَ لِلسَّهْوِ

Jika meninggalkan Qunut pada tempat ia disunnahkan, maka disunnahkan untuk melakukan sujud sahwi.

Tata cara membaca Qunut dalam shalat witir sama seperti dalam shalat shubuh. Ia dibaca pada saat I’tidal, dibaca secara jihar, mengangkat tangan dan mengusapkannya ke wajah setelah selesai. Imam Nawawi menjelaskan:

فِي مَوْضِعِ الْقُنُوتِ فِي الْوِتْرِ أَوْجُهٌ الصَّحِيحُ الْمَشْهُورُ بَعْدَ الرُّكُوعِ وَنَصَّ عَلَيْهِ الشَّافِعِيُّ رَحِمَهُ اللَّهُ مِنْ حَرْمَلَةَ وَقَطَعَ بِهِ الْأَكْثَرُونَ وَصَحَّحَهُ الْبَاقُونَ

Berkaitan dengan masalah waktu membaca Qunut dalam shalat witir, maka terdapat beberapa pendapat berbeda. Pendapat yang shahih adalah setelah ruku’ sebagaimana keterangan imam Syafi’idari Harmalah. Keterangan ini dinilai pasti oleh kebanyakan ulama dan dishahihkan oleh yang lain.

Terkait dengan membaca secara nyaring, mengangkat tangan ketika doa Qunut, dan mengusap wajah setelahnya, Imam Nawawi berkata,

حُكْمُ الْجَهْرِ بِالْقُنُوتِ وَرَفْعِ الْيَدِ وَمَسْحِ الْوَجْهِ كَمَا سَبَقَ فِي قُنُوتِ الصُّبْحِ

Hukum mengeraskan suara saat Qunut witir dan juga mengangkat tangan dan menyapukannya ke wajah sama seperti yang berlaku dalam shalat subuh (Sunnah).

Dengan demikian ringkasnya, Qunut dalam shalat witir disunnahkan pada paruh kedua bulan Ramadhan. Ia dibaca pada I’tidal rakaat terakhir dengan cara jihar, mengangkat tangan dan menyapukannya ke wajah seperti dalam shalat subuh.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...