Beranda Headline Hukum Ubah Foto faceApp dalam Islam, Jawaban Buya Yahya...

Hukum Ubah Foto faceApp dalam Islam, Jawaban Buya Yahya…

Jawaban Buya Yahya Terkait Hukum Ubah Foto Wajah dengan Aplikasi Viral faceApp di Media Sosial

Harakah.idViralnya aplikasi faceApp di media sosial (medsos) tak hanya jadi ajang seru-seruan dan lucu-lucuan, tapi juga memicu reaksi beragam. Bagaimana hukum face App dalam Islam?

Buya Yahya, Pengasuh Pondok Pesantren dan Lembaga Dakwah Al-Bahjah, menyampaikan jawaban ketika mendapat pertanyaan dari jamaah terkait hukum face App dalam Islam. Apa dan bagaimana hukumnya menggunakan atau memainkan aplikasi ini bagi seorang Muslim?

Seperti diketahui, aplikasi ini biasa untuk mengubah gambar foto wajah seseorang dari muda menjadi tua atau sebaliknya, dari perempuan menjadi berkumis dan berewok seperti pria dan seterusnya atau sebaliknya. Bagi orang yang menggunakan faceApp tentu santai dan senang-senang saja. Tapi sebagian lain, ada yang merespon kesal lantaran beranda medsosnya dipenuhi foto lansia, ada pula yang khawatir ini konspirasi pihak tertentu, misalnya intelijen Rusia, yang akan menyalahgunakan wajah seseorang dengan tujuan tertentu. Ada pula yang menilai ini tindakan lancang karena mengubah ciptaan Allah atau mendahului takdir.

Menurut Buya Yahya, hal pertama yang perlu diperhatikan bahwa hukum gambar ini ada lima (halal, haram, mubah, sunnah dan makruh). Bagi mereka yang mengatakan foto itu haram, maka pembahasan sudah selesai. Lain dengan yang mengatakan foto (itu) boleh. Kebolehan ini, kata Buya, karena foto bukanlah gambar yang dibuat, dikarang, atau diciptakan oleh seseorang, melainkan hasil apa adanya dari rekaman kamera.

Baca Juga: Sejarah Kelahiran Istilah Sufi

“Sebagian ulama sering melakukan foto. Karena foto itu masuk dalam kategori menyimpan sesuatu yang sudah ada, tidak mengarang, bukan (hasil) melukis foto itu. Anda dijepret, keluar gambar ya gambar Anda itu. Jadi, dalam hal ini ulama mengatakan foto tidak haram, dengan catatan dalam foto tersebut bukan foto yang kotor, seperti membangkitkan syahwat orang, buka aurat, tapi foto terhormat,” tutur Buya Yahya dalam video tanya jawab yang diunggah kanal YouTube al-Bahjah, Selasa (23/7/2019).

Tapi, Buya Yahya juga menghargai pendapat ulama yang menyatakan bahwa fotografi itu haram. Pendapat semacam itu tidak masalah dan masuk dalam ranah khilafiyah.

“Kita juga hargai (pendapat) sebagaian, ulama India misalnya yang menyatakan bahwa fotografi adalah haram. Itu karena ada kekhawatiran masuk wilayah haram sebab di sana masih banyak (orang) yang menyembah berhala, yang kadang di saat bepergian mereka memfoto berhala itu lalu disembah. Sehingga ada sebagian ulama yang keras menyatakan, fotografi tidak boleh.”

Baca Juga: Enam Kelemahan Film Jejak Khilafah di Nusantara Bikinan HTI

Kembali lagi mengenai hukum mengubah gambar foto, misalnya mengedit dengan photoshop atau dengan aplikasi faceApp dari muda menjadi tua atau sebaliknya, Buya Yahya mengatakan, itu bukan termasuk mengubah ciptaan Allah. “Kalau yang dimaksud mengubah ciptaan Allah itu misalnya letak hidung mata dan sebagainya, mata jadi begini, hidung jadi begini, itu haram karena mengubah ciptaan Allah. Tapi kalau ini yang diubah bukan wajahnya, tapi foto.”

Jadi, bagaimana hukum menggunakan faceApp, karena ada sebagian orang yang langsung mengatakan bahwa itu mengubah ciptaan Allah, haram. Sebagaimana firman Allah: “Dan Aku benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan menyuruh mereka (memotong telinga-telinga binatang ternak), lalu mereka benar-benar memotongnya, dan akan Aku suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka mengubahnya“. Barangsiapa yang menjadikan syaitan menjadi pelindung selain Allah, Maka Sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata. “ (QS. An-Nisa: 119)

“Nggak, yang diubah fotonya bukan orangnya,” kata Buya Yahya. “Karena yang diubah adalah gambar, maka pada dasarnya hal ini tidak ada hukumnya. Kecuali ada dua hal. Pertama, dikarenakan hal itu untuk berbohong, menipu orang. Jadi dosanya karena menipu bukan karena mengubah gambar. Karena gambar itu disobek tidak masalah, gambar foto hidungnya dilubangi dan sebagainya tidak masalah.”

“Gambar itu haram kalau, pertama, untuk membohongi orang dan yang kedua untuk menyakiti orang. Jadi asal tidak untuk mengejek atau merendahkan orang dan tidak untuk membohongi orang adalah wajar,” tutur Buya Yahya.

Lalu, masalah mengubah gambar wajah (dengan faceApp) dari laki-laki menjadi perempuan, menurut Buya, lagi-lagi urusannya bukan di foto. Yang haram adalah laki-laki berdandan seperti perempuan.

“Jadi selagi wajar (mengedit foto), misalnya coba-cobalah mata saya kasih hitam, saya kasih cat, itu urusan Anda sendiri, Anda mau jadi apa.”

Kendati demikian, Buya Yahya menyarankan, tak perlulah kita bermain-main hal semacam itu. Apalagi jika edit foto digunakan untuk mengejek orang lain. “Jadi kita perlu menjaga akhlak tidak merendahkan dan tidak menyakiti orang lain.”

Baca Juga: Dzulhijjah, Salah-satu Bulan Penuh Keutamaan.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

5 Tips Menjaga Hafalan Al-Quran Menurut Sunnah Rasulullah SAW

Harakah.id - Aku akan menjelaskan ke kalian tentang hadits yang aku yakin hadits ini akan sangat bermanfaat untuk teman-teman penghafal Qur’an.

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...