Beranda Keislaman Ibadah Hukum Melakukan Puasa Sunat Syawal Saat Masih Memiliki Tanggungan Qadha Puasa Wajib

Hukum Melakukan Puasa Sunat Syawal Saat Masih Memiliki Tanggungan Qadha Puasa Wajib

Harakah.idPuasa sunnah sebelum menyelesaikan qadha Ramadhan hukumnya boleh dan puasa tetap sah. Seseorang juga tidak akan berdosa, namun praktik demikian hukumnya makruh menurut pendapat para ulama mazhab Syafi’i.

Ibadah puasa merupakan ibadah yang utama dan memiliki fadhilah yang tinggi. Puasa wajib seperti puasa Ramadhan, nazar dan kafarah tentu saja memiliki kekuatan tuntutan hukum yang lebih tinggi daripada puasa sunat seperti puasa Syawal dan lain-lain. Puasa wajib yang tertinggal juga mengharuskan untuk di-qadha atau diganti pada waktu yang lain.

Lalu bagaimana hukumnya jika seseorang melakukan puasa sunnah Syawal ketika ia masih memiliki tanggungan puasa Ramadhan yang belum selesai di-qadha? Berikut jawabannya dalam mazhab Syafi’i.

Persoalan melakukan puasa sunnah saat masih memiliki tanggungan qadha puasa fardhu memang telah menjadi ranah perbedaan pendapat para ulama sejak dahulu. Ada sebagian ulama yang memandang hukumnya haram dan bahkan puasanya tidak sah, pendapat ini merupakan pendapat mazhab Hanabilah.

Ada juga ulama yang membolehkannya secara mutlak, pendapat ini merupakan pendapat mazhab Hanafi. Adapun mazhab Syafi’i berpandangan bahwa melakukan puasa sunnah saat masih memiliki tanggungan qadha puasa wajib hukumnya boleh tetapi makruh. Pendapat serupa juga dipegang dalam mazhab Maliki.

Imam Ar-Ramli dalam Nihayatul Muhtaj (3/208) menyebutkan:

يُكْرَهُ لِمَنْ عَلَيْهِ قَضَاءُ رَمَضَانَ أَنْ يَتَطَوَّعَ بِالصَّوْمِ

Artinya: dimakruhkan bagi orang yang memiliki tanggungan qadha puasa Ramadhan untuk melakukan puasa sunnah.

Dalam Hasyiyah Al-Qalyubi dan ‘Amirah (2/95) dijelaskan:

يُكْرَهُ الصَّوْمُ تَطَوُّعًا لِمَنْ عَلَيْهِ قَضَاءٌ وَلَوْ غَيْرَ فَوْرِيٍّ

Artinya: makruh hukumnya melakukan puasa sunnah bagi orang yang memiliki tanggungan qadha puasa wajib sekalipun qadha tersebut tidak bersifat harus disegerakan.

Fadhilah dan keutamaan puasa syawal akan sangat besar jika disertai dengan puasa Ramadhan secara penuh, itu sama ganjarannya seperti berpuasa setahun. Oleh sebab itu agar memperoleh keutamaan yang maksimal, sebaiknya melakukan qadha puasa Ramadhan terlebih dahulu baru kemudian melakukan puasa sunnah Syawal.

Meski demikian, seandainya puasa sunnah didahulukan sebelum menyempurnakan qadha Ramadhan hukumnya boleh dan puasa tetap sah. Seseorang juga tidak akan berdosa, namun praktik demikian hukumnya makruh menurut pendapat para ulama mazhab Syafi’i.


[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

5 Tips Menjaga Hafalan Al-Quran Menurut Sunnah Rasulullah SAW

Harakah.id - Aku akan menjelaskan ke kalian tentang hadits yang aku yakin hadits ini akan sangat bermanfaat untuk teman-teman penghafal Qur’an.

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...