Membatalkan Puasa Sunnah Karena Ditawari Makan Saat Bertamu

0
700
Membatalkan Puasa Sunnah Saat Bertamu

Harakah.id – Kalau ditawari makan saat bertamu padahal kita lagi puasa sunnah, ada dua pilihan. Boleh membatalkan puasa atau tetap melanjutkannya.

Puasa ada dua macam, yakni puasa wajib dan puasa sunnah. Puasa wajib misalnya puasa di bulan Ramadhan. Sedangkan puasa sunnah boleh dikerjakan kapan pun atau pada hari dan bulan yang disunnahkan puasa, misalnya Senin-Kamis, puasa sunnah 6 hari di bulan Syawal dan sebagainya, selain pada hari yang diharamkan puasa.

Baca Juga: Cara dan Waktu Puasa Syawal 6 Hari Harus Urut atau Boleh Terpisah-pisah?

Ketika mengerjakan puasa Ramadhan, kita tidak boleh membatalkannya dengan alasan apapun, kecuali dalam kondisi darurat. Hal ini berbeda dengan puasa sunnah yang boleh dibatalkan. Sebagian ulama tidak mewajibkan qadha puasa sunnah, sementara ulama lain berpendapat kalau puasa sunnah sudah dikerjakan, kemudian dibatalkan, wajib di-qadha pada hari berikutnya. Meskipun demikian, kita tetap dianjurkan untuk tidak membatalkan puasa sunnah.

Baca Juga: Hukum Fidyah Bagi Orang Tua Renta Lagi Miskin Sekali, Mungkin Ada Tetangga Kalian Seperti Ini

Lalu bagaimana bila dihadapkan pada situasi ada teman yang mengajak makan atau pada saat bertamu ke rumah orang lalu dihidangkan makanan? Pada situasi macam ini kadang kita memang mengalami dilema antara tetap puasa dan membatalkannya.

Menurut Syeikh Zainuddin Al-Malibari dalam Fathul Muin, ketika menghadapi situasi tersebut di atas, bagi orang yang mampu menahan untuk tidak makan maka dianjurkan untuk tetap melanjutkan puasa. Tapi bagi orang yang tidak mampu menahannya, membatalkan puasa lebih utama dengan alasan menghargai orang yang memberi makanan.

Dengan demikian, kalau ditawari makan teman saat puasa sunnah, ada dua pilihan antara melanjutkan puasa atau boleh membatalkannya. Mana yang harus dipilih? Tergantung pada situasinya.

Baca Juga: Kisah Nabi Musa Sakit Gigi dan Mengadukan Sakit Itu Kepada Allah Swt.