Beranda Keislaman Doa Hukum Meminta Pertolongan Kepada Para Nabi dan Wali yang Telah Wafat

Hukum Meminta Pertolongan Kepada Para Nabi dan Wali yang Telah Wafat

Harakah.id Imam Al-Ramli pernah mendapat pertanyaan tentang masalah meminta pertolongan kepada para nabi dan wali yang telah wafat.

Umat Islam di Indonesia yang biasa mempraktikkan tawasul dengan menyebut nama orang salih dalam doanya kepada Allah dibuat ragu oleh pihak yang tidak senang dengan amaliah ini. Mereka yang tidak senang itu membuat tuduhan bahwa amaliah tawasul dengan orang salih termasuk perbuatan syirik.

Di antara bentuk tawasul yang dikenal adalah meminta pertolongan kepada para nabi dan wali yang telah wafat ketika menghadapi persoalan tekanan dalam kehidupan. Ada sebagian orang yang ketika menghadapi kesulitan, dia akan meminta pertolongan kepada para nabi dan wali yang telah wafat.

Lalu bagaimana hukumnya? Permasalahan ini pernah diajukan kepada Imam Al-Ramli. Imam Al-Ramli adalah salah satu ulama terkemuka dalam mazhab Syafi’i. Termasuk dalam tingkat yang setara dengan Imam Ibnu Hajar Al-Haitami dalam kedalaman ilmu fiqihnya.  

Imam Al-Ramli pernah mendapat pertanyaan tentang masalah meminta pertolongan kepada para nabi dan wali yang telah wafat. Dalam kitab Fatawa Al-Ramli ditulis,

)سُئِلَ) عَمَّا يَقَعُ مِنْ الْعَامَّةِ مِنْ قَوْلِهِمْ عِنْدَ الشَّدَائِدِ يَا شَيْخُ فُلَانٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَنَحْوِ ذَلِكَ مِنْ الِاسْتِغَاثَةِ بِالْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ وَالْأَوْلِيَاءِ وَالْعُلَمَاءِ وَالصَّالِحِينَ فَهَلْ ذَلِكَ جَائِزٌ أَمْ لَا وَهَلْ لِلرُّسُلِ وَالْأَنْبِيَاءِ وَالْأَوْلِيَاءِ وَالصَّالِحِينَ وَالْمَشَايِخِ إغَاثَةٌ بَعْدَ مَوْتِهِمْ وَمَاذَا يُرَجِّحُ ذَلِكَ؟

(Dimintakan fatwa) tentang ucapan orang awam ketika dalam keadaan kesusahan, “Wahai Syekh Fulan, Wahai Rasulullah” atau sejenisnya dari bentuk-bentuk meminta pertolongan kepada para nabi, rasul, wali, ulama dan orang-orang saleh. Apakah hal tersebut termasuk perbuatan yang diperbolehkan atau tidak. Apakah para rasul, nabi, wali, orang-orang salih, dan ulama bisa memberi pertolongan setelah wafat? Apa dasarnya? (Fatawa Al-Ramli, jilid 4, hlm. 382)

Imam Al-Ramli menjawab bahwa perbuatan semacam itu tergolong perbuatan yang boleh dilakukan (jaizah).

)فَأَجَابَ) بِأَنَّ الِاسْتِغَاثَةَ بِالْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ وَالْأَوْلِيَاءِ وَالْعُلَمَاءِ وَالصَّالِحِينَ جَائِزَةٌ وَلِلرُّسُلِ وَالْأَنْبِيَاءِ وَالْأَوْلِيَاءِ وَالصَّالِحِينَ إغَاثَةٌ بَعْدَ مَوْتِهِمْ؛ لِأَنَّ مُعْجِزَةَ الْأَنْبِيَاءِ وَكَرَامَاتِ الْأَوْلِيَاءِ لَا تَنْقَطِعُ بِمَوْتِهِمْ. أَمَّا الْأَنْبِيَاءُ فَلِأَنَّهُمْ أَحْيَاءٌ فِي قُبُورِهِمْ يُصَلُّونَ وَيَحُجُّونَ كَمَا وَرَدَتْ بِهِ الْأَخْبَارُ وَتَكُونُ الْإِغَاثَةُ مِنْهُمْ مُعْجِزَةً لَهُمْ. وَالشُّهَدَاءُ أَيْضًا أَحْيَاءٌ شُوهِدُوا نَهَارًا جِهَارًا يُقَاتِلُونَ الْكُفَّارَ.

(Imam Al-Ramli menjawab) bahwa meminta pertolongan kepada para nabi, rasul, wali, ulama, shalihin hukumnya boleh. Para rasul, nabi, wali, dan shalihin dapat menolong setelah wafatnya mereka. Karena mukjizat para nabi dan karamah para wali tidak terputus sebab kematian mereka. Adapun para nabi, karena mereka tetap hidup di kuburnya. Mereka shalat dan berhaji sebagaimana keterangan yang dibawa oleh hadis-hadis Nabi SAW. Pertolongan mereka adalah bentuk mukjizat. Begitu pula orang yang mati syahid, mereka hidup. Mereka mati syahid di waktu siang dan terang, berperang melawan orang-orang kafir.

Di sini dengan tegas Imam Al-Ramli mengatakan bahwa hukumnya boleh meminta pertolongan kepada para nabi dan wali yang telah wafat. Dasar pendapat ini adalah bahwa sejatinya para nabi dan wali masih hidup di alam kuburnya. Mereka punya mukjizat dan karamah yang tak hilang karena kematian.  

وَأَمَّا الْأَوْلِيَاءُ فَهِيَ كَرَامَةٌ لَهُمْ فَإِنَّ أَهْلَ الْحَقِّ عَلَى أَنَّهُ يَقَعُ مِنْ الْأَوْلِيَاءِ بِقَصْدٍ وَبِغَيْرِ قَصْدٍ أُمُورٌ خَارِقَةٌ لِلْعَادَةِ يُجْرِيهَا اللَّهُ تَعَالَى بِسَبَبِهِمْ

Adapun para wali, pertolongan mereka adalah bentuk karamah bagi mereka. Pendapat ahlul haqq menyatakan bahwa para wali bisa mengalami peristiwa ajaib, secara sengaja maupun tidak, di mana Allah menciptakannya dengan menjadikan mereka sebagai wasilahnya.

Demikian penjelasan Imam Al-Ramli tentang hukum meminta pertolongan kepada para nabi dan wali yang wafat. Kesimpulannya, menurut beliau, hukumnya boleh.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...