Beranda Khazanah Hukum Menggambar Makhluk Bernyawa dengan Aplikasi Digital

Hukum Menggambar Makhluk Bernyawa dengan Aplikasi Digital

Harakah.id – Hukum menggambar dengan aplikasi yang diharamkan dalam Islam adalah seni rupa berbentuk tiga dimensi dari objek bernyawa maupun tidak bernyawa yang digunakan sebagai sesembahan selain Allah atau berniat menandingi-Nya.

Kemajuan teknologi turut mewarnai dunia kreatif. Banyak pelaku seni yang kini menghasilkan karya dengan bantuan aplikasi digital. Di antaranya seni rupa, melukis, menggambar dan sebagainya.

Berkat aplikasi digital, semua orang bisa menyalurkan hobi dan bakatnya. Cukup bermodal gawai di tangan, melihat video-video tutorial, tekun berlatih, maka minimal bisa punya gambar yang layak dipajang di dinding kamar.

Karya-karya masa kini tersebut juga dengan mudah dapat kita jumpai di beranda media sosial. Ada pula aplikasi-aplikasi, semisal Face App, yang bisa mengubah gambar foto kita menjadi banyak beda versi, berubah lebih muda, lebih tua, bahkan berubah gender dan seterusnya. Beberapa artis atau seniman yang sudah cukup mumpuni kadang menawarkan jasa menggambar atau sketsa dengan dengan nominal tertentu.

Di antara karya yang mereka buat antara lain termasuk dalam seni menggambar makhluk hidup atau makhluk bernyawa. Sebagai negara dengan mayoritas Muslim, banyak dari seniman atau artis ini beragama Islam. Lalu muncul pertanyaan, bagaimana hukum menggambarkan makhluk hidup dengan teknologi digital?

Terkait gambar menggambar, dalam sebuah hadis Rasulullah Saw. bersabda,

مَنْ صَوَّرَ صُورَةً فِي الدُّنْيَا كُلِّفَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَنْ يَنْفُخَ فِيهَا الرُّوحَ وَلَيْسَ بِنَافِخ

Barangsiapa menggambar suatu gambar di dunia maka pada hari kiamat akan dibebankan kepadanya untuk meniupkan ruh ke dalamnya sedangkan ia tidak akan sanggup meniupkan ruh.” [HR. Bukhari-Muslim].

Secara umum, hadis ini mengandung pengertian semua gambar atau ilustrasi baik yang bernyawa maupun tidak. Namun Imam Ibn Hajar Al-Asqalani menjelaskan dalam hadis lain yang semakna dikatakan bahwa yang dimaksud shurah adalah patung makhluk bernyawa yang dibuat dengan tujuan untuk disembah, sehingga tidak termasuk di dalamnya pohon, tanaman, matahari dan bulan.

Sedangkan Imam Abu Muhammad Al-Juwaini menambahkan bahwa dilarangnya menggambar makhluk yang bernyawa maupun tidak bernyawa karena pada saat itu dijadikan objek sesembahan dan alat menyekutukan Allah. Adapun balasan untuk meniupkan ruh ke dalam gambar tersebut merupakan kiasan atas azab yang akan mereka terima, sekaligus untuk menunjukkan kelemahan mereka karena sebenarnya hal tersebut mustahil untuk dilakukan.

Baca Juga: Inilah Hikmah Lebaran Virtual Di Era New Normal, Menurutmu Apa Hikmahnya?

Hal terpenting yang juga harus dipahami dari hadis ini dan hadis-hadis lain yang mendukungnya tertuju pada makna mushawwir. Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa yang dimaksud mushawwir adalah orang yang membentuk sesuatu untuk dijadikan sesembahan selain Allah, sehingga ia termasuk dalam berbuat kufur.

Sedangkan Syekh Yusuf Al-Qaradhawi mengartikan sebagai orang yang membuat suatu benda atau objek yang mempunyai bayangan, yang tidak lain adalah patung atau seni rupa 3 dimensi.

Dengan demikian, seni rupa yang diharamkan adalah seni rupa dalam bentuk tiga dimensi dari suatu objek bernyawa maupun tidak bernyawa yang digunakan sebagai sesembahan selain Allah atau berniat menandingi-Nya sebagai Maha Pencipta. Adapun jika menggambar makhluk tidak bernyawa seperti pohon, pemandangan alam, tokoh-tokoh terkenal, dengan maksud untuk pembelajaran serta tidak ada unsur keharaman di dalamnya maka dapat dibolehkan.

Baca Juga: 10 Hewan yang Dijamin Masuk Surga Karena Turut Membantu Tegaknya Agama Tauhid
Baca Juga: Hukum Ubah Foto faceApp dalam Islam, Jawaban Buya Yahya

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

5 Tips Menjaga Hafalan Al-Quran Menurut Sunnah Rasulullah SAW

Harakah.id - Aku akan menjelaskan ke kalian tentang hadits yang aku yakin hadits ini akan sangat bermanfaat untuk teman-teman penghafal Qur’an.

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...