Beranda Headline Hukum Menggunakan Wifi Tanpa Ijin Pemiliknya

Hukum Menggunakan Wifi Tanpa Ijin Pemiliknya

Harakah.idHukum menggunakan wifi sebenarnya sama saja dengan hukum menggunakan barang lainnya. Penggunaannya harus berangkat dari ijin pemiliknya.

Di zaman serba eletronik ini, berbagai tempat seperti perkantoran, restoran, hotel, bahkan warung kopi dipinggir jalan memiliki akses internet. Akses internet yang dipasang berupa wifi yang diberi password ada juga yang tidak memberi password. Pemasangan wifi tersebut bertujuan untuk menarik simpati pelanggan. 

Seringkali kita mengakses wifi tersebut tanpa sepengetahuan pemilik. Lalu bagaimana fikih menjelaskan hukum menggunakan wifi tanpa ijin langsung si pemiliknya?

Ulama sepakat akan keharaman menggunakan barang milik orang lain tanpa sepengetahuan pemiliknya. Perbuatan ini dilarang karena temasuk bagian dari ghasab yang sudah ditetapkan keharamannya. Sebagaimana dijelaskan oleh Wahbah Zuhaily didalam kitab Fiqhul Islam wa Adillatuhu juz 6, halaman 553-556 berikut:

تحريم الغصب: ثبت تحريم الغصب في القرآن والسنة والإجماع

Telah ditetapkan keharaman ghasab berdasarkan dalil Al-Qur’an, Sunnah dan Ijmak

وعرف الشافعية والحنابلة الغصب بأنه: الاستيلاء على حق الغير (من مال أو اختصاص) عدواناً، أي على وجه التعدي أو القهر بغير حق.وهذا التعريف يشمل أخذ الأموال المتقومة والمنافع وسائر الاختصاصات كحق التحجر (أي إحياء الأرض الموات بوضع الأحجار على حدودها)، والأموال غير المتقومة كخمر الذمي، وما ليس بمال، كالكلب والسرجين وجلد الميتة، وأما أخذ مال الحربي فهو أخذ بحق.

Ulama Mazhab Syafi’i dan Hanbali mendefinisikan ghosob dengan penguasaan terhadap harta milik orang lain baik berupa harta atau iktishas secara aniaya atau dengan memaksa. Definisi ini mencakup pengambilan seluruh harta baik harta yang memiliki nilai harga, kemanfaatan dan ikhtisas yang lain, juga mencakup terhadap harta yang tidak berharga dan manfaat yang tidak termasuk harta.”

Dari penjelasan di atas dapat diketahui bahwa hukum menggunakan wifi tanpa izin si pemilik adalah tidak diperbolehkan karena termasuk dari ghosob.

Namun hukum menggunakan wifi tanpa izin si pemilik bisa berubah menjadi boleh jika ada keyakinan bahwa orang yang mempunyai wifi akan mengizinkan apabila dia mengetahui tentang hal ini. Hal ini sebagaimana keterangan dalam kitab Hasiyah al-Jamal juz 10 halaman 194,

وَمَا نُقِلَ عَنْ الشَّافِعِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ مِنْ جَوَازِ أَخْذِ الْخِلَالِ وَالْخِلَالَيْنِ مِنْ خَشَبِ الْغَيْرِ مَحْمُولٌ عَلَى مَا إذَا عُلِمَ رِضَاهُ

“Apa yang dinukil dari perkataan Imam Syafi’i akan bolehnya mengambil sisa kayu milik orang lain diarahkan ketika seseorang mengetahui kerelaan dari pemilik

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hukum menggunakan wifi tanpa izin terbagi menjadi dua yaitu boleh dan haram. Dihukumi boleh apabila seseorang meyakini bahwa pemilik wifi akan mengizinkan apabila dia mengetahui ada orang lain yang mengakses wifi.

REKOMENDASI

Demi 1 Hadis, Sahabat Nabi Ini Tempuh Jarak 4000 Km untuk Pastikan Hafalannya

Harakah.id – Kisah seorang sahabat yang rela menempuh jarak Madinah-Mesir hanya untuk mencocokkan satu hadis yang dihafalnya. Tidak...

Cara dan Waktu Puasa Syawal 6 Hari Harus Urut atau Boleh Terpisah-pisah?

Harakah.id – Cara dan waktu puasa Syawal 6 hari boleh dilakukan secara berturut-turut di waktu awal bulan, maupun secara terpisah-pisah di...

Dahulukan yang Mana? Ganti Utang Puasa Wajib Atau Berpuasa Syawal?

Harakah.id - Ganti utang puasa wajib atau berpuasa syawal? Mana yang harus dikerjakan dulu? Mungkin kalian bertanya-tanya. Dan simak artikel berikut...

4 Tujuan Puasa Yang Wajib Diketahui, Agar Ibadah Puasa Semakin Bermakna

Harakah.id - Puasa dalam Islam memiliki tujuannya sendiri. Berdasarkan petunjuk al-Quran, hadis, dan telaah para ulama, kita temukan sedikitnya empat tujuan...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...