Beranda Headline Hukum Menjilati Kemaluan Istri Saat Berhubungan Seksual

Hukum Menjilati Kemaluan Istri Saat Berhubungan Seksual

Harakah.id Kebolehan oral seks juga ditegaskan oleh penganggit kitab Fathul Mu’in

Secara umum, Islam memperbolehkan seluruh gaya dilakukan dalam berhubungan seks kecuali berhubungan melalui jalur belakang (bagian dubur). Seks adalah sesuatu yang alamiah, yang pada titik tertentu juga membantu menjaga keharmonisan dan hubungan antara suami-istri. Tak jarang, pertengkaran dalam rumah tangga juga dipicu, salah satunya oleh masalah dalam seks.

Pertanyaannya, bagaimana Islam menyikapi praktek oral seks? bolehkah seorang suami menjilati kemaluan istrinya dalam berhubungan?

Dalam kitab Mawahib al-Jalil, terdapat sebuah kaul yang dinukil dari Imam Malik:

قَدْ رُوِيَ عَنْ مَالِكٍ أَنَّهُ قَال : لاَ بَأْسَ أَنْ يَنْظُرَ إِلَى الْفَرْجِ فِي حَال الْجِمَاعِ ، وَزَادَ فِي رِوَايَةٍ : وَيَلْحَسَهُ بِلِسَانِهِ

“Diriwayatkan dari Imam Malik, bahwa beliau berkata: tidak apa-apa bagi seorang suami melihat kemaluan istrinya ketika berhubungan. Dalam sebuah riwayat, ada tambahan penjelasan bahwa Imam Malik juga memperbolehkan seorang suami menjilati kemaluan sang istri ketika berhubungan seksual.”

Memegang, menyentuh dan melakukan penetrasi melalui kemaluan oleh suami istri juga diperbolehkan, termasuk menjilati atau yang dikenal dengan istilah “oral seks”. Seperti misalnya yang disampaikan oleh Imam Abu Hanifah;

سَأَل أَبُو يُوسُفَ أَبَا حَنِيفَةَ عَنِ الرَّجُل يَمَسُّ فَرْجَ امْرَأَتِهِ وَهِيَ تَمَسُّ فَرْجَهُ لِيَتَحَرَّكَ عَلَيْهَا هَل تَرَى بِذَلِكَ بَأْسًا ؟ قَال: لاَ وَأَرْجُو أَنْ يَعْظُمَ الأَْجْر

“Suatu hari Abu Yusuf bertanya kepada Imam Abu Hanifah: Menurut anda, apakah bermasalah jika seorang laki-laki mempermainkan kemaluan istrinya, atau seorang perempuan yang mempermainkan kemaluan suaminya dengan maksud untuk membangkitkan syahwat? Imam Abu Hanifah menjawab: Tidak masalah, bahkan aku berharap hal itu diganjar pahala yang besar.” (Hasyiyah Ibn Abidin: 6/367)

Dengan kata lain, menyentuh, memegang, mempermainkan termasuk menjilati kemaluan pasangan ketika berhubungan seksual diperbolehkan bahkan bernilai pahala jika diniatkan untuk menghangatkan hubungan suami-istri di antara keduanya.

Kebolehan oral seks juga ditegaskan oleh penganggit kitab Fathul Mu’in:

يجوز للزوج كل تمتع منها بما سوى حلقة دبرها ولو بمص بظرها أو استمناء بيدها، لا بيده

“Boleh bagi seorang laki-laki bersenang-senang dengan istrinya kecuali lubang duburnya. Termasuk [diperbolehkan juga] menjilati kemaluan istri, onani menggunakan tangan istri, bukan tangannya sendiri.”

Kesimpulannya, melalui beberapa keterangan yang telah disebutkan di atas, hukum oral seks, baik seorang suami kepada istrinya atau seorang istri kepada suaminya, diperbolehkan dalam Islam.

Demikian Hukum Menjilati Kemaluan Istri Saat Berhubungan Seksual. Semoga Hukum Menjilati Kemaluan Istri Saat Berhubungan Seksual ini bermanfaat.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

5 Ayat Al-Quran yang Menjadi Dalil Muslimah Punya Hak Untuk Bekerja

Harakah.id - Tulisan ini akan membahas lima ayat Al-Quran yang memberikan nilai-nilai filosofis, tentang kesetaraan hak antara laki-laki dan perempuan dalam hal...

Kepemimpinan Militer Laksamana Keumalahayati, “Inong Balee” di Benteng Teluk Pasai

Harakah.id - Keumalahayati menempuh pendidikan non-formalnya seperti mengaji di bale (surau) di kampungnya dengan mempelajari hukum-hukum Islam, sebagai agama yang diyakininya. Beliau...

Ketika Perempuan Menggugat dan Tuhan Mendengarnya, Kisah Khaulah Binti Tsa’labah

Harakah.id - Kisah perempuan yang menyuarakan keadilan sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad saw yang diabadikan kisahnya dalam al-Qur’an, yaitu dalam Qs....

2 Ummahatul Mukminin yang Terkenal Sebagai Muslimah Bekerja

Harakah.id - Muslimah yang memilih bekerja di era modern ini dapat meneladani kehidupan mereka. Mereka punya keahlian profesional, mereka beriman dan berakhlak...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Ijtihad dan Mujtahid adalah dua terminologi yang harus dipahami sebelum mencoba melakukannya. Hari ini kita banyak mendengar kata...