Beranda Keislaman Akidah Hukum Merayakan Tahun Baru Islam

Hukum Merayakan Tahun Baru Islam

Beberapa hari lagi, umat Islam akan menapaki Tahun Baru Islam. Sebagaimana yang diketahui bersama, kalender atau penanggalan Islam berpatokan pada perputaran Bulan atau yang dikenal dengan Hijriyah. Bulan pertama tahun Hijriyah adalah Muharram. Pertanyaannya, bolehkan melaksakan atau merayakan Tahun Baru Islam?

Pertanyaan mengenai apakah boleh merayakan hari tahun baru Islam ini sama dengan pertanyaan-pertanyaan lampau soal “bolehkan merayakan tahun baru masehi?” atau “bolehkan merayakan hari ulang tahun?” maupun perayaan-perayaan yang lainnya. Jawabannya para ulama sepakat memperbolehkan perayaan-perayaan semacam itu asalkan masih berada dalam koridor syari’at dan diisi oleh hal-hal yang positif.

Maka merayakan Hari tahun baru Islam juga tidak masalah. Tentu ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar perayaannya terkesan lebih bermanfaat dan tidak mengandung mudharat (hal-hal yang merugikan);

  1. Sudah sepatutnya ia dirayakan dengan niat sebagai bentuk ucapan syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan waktu dan kesempatan bagi kita untuk hidup.
  2. Mengisi perayaan dengan merenung dan bertafakkur; mengevaluasi apa yang telah kita lakukan di tahun yang lalu dan memperbaikinya ke bentuk yang lebih baik di tahun berikutnya.
  3. Tidak merayakannya dengan kegiatan-kegiatan yang bersifat mubaddzir dan mengandung sedikit faidah. Hendaklah perayaan diisi dengan hal-hal yang bermanfaat bagi banyak orang. Semisal saling memberi makanan, bersedekah kepada yang membutuhkan dan kegiatan-kegiatan positif lainnya.
  4. Gunakan momentum peralihan tahun baru Islam sebagai momentum perubahan diri menjadi sosok yang lebih baik dibanding sebelumnya.

Maka, jika perayaan Tahun Baru Islam diisi dengan kegiatan-kegiatan semacam itu, bukannya haram atau makruh, justru hal itu bernilai pahala karena membawa kebaikan, baik untuk diri kita sendiri maupun bagi orang lain.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

5 Tips Menjaga Hafalan Al-Quran Menurut Sunnah Rasulullah SAW

Harakah.id - Aku akan menjelaskan ke kalian tentang hadits yang aku yakin hadits ini akan sangat bermanfaat untuk teman-teman penghafal Qur’an.

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...